DUA GARIS ISTIMEWA

Posted in ungkapanku with tags on 2012/07/31 by chikal setiawan
Mimpi yang selama ini terus menghantui
Khayal yang selama itu terus menggelayuti
Keinginan dan harapan yang tinggi
Seolah terjawab ketika sang pajar menantang pagi

Apakah ini jawaban dari doa-doa selama ini?
Semoga saja iya dan memang itu yang aku harap
Apakah benar impian itu akan segera terwujud
Ya aku harap demikian

Kesempurnaan hidup akan segera terlengkapi
Menuai mahligai dalam buah biduk yang aku kayuh
Menerobos celah-celah hari yang teramat sepi
Membongkar nuansa romantika
Datanglah wahai sang rembulan

Terbitlah wahai sang perkasa
Tinjulah congkaknya dunia
Dua garis adalah awal sebuah kehidupan baru
Dua garis semoga menjadi nyata
Amin…
Iklan

Asaku

Posted in puisi on 2012/06/28 by chikal setiawan
Bimbang bercampur amarah meledak
Membawa nista yang tiada jawab..
Mengubur luka menganga di ujung biru hari kelabu
Tancapkan hunusan pedang yang menghamburkan darah terasa pilu
Sungguh amat pilu menusuk dan kadang menggerogoti nyawa

Tak bertulang bagai lidah
Tak bercahaya seperti bulan
Gelap dalam hamparan padang
Menjuntai harapan tak terurai realita
Hanya serpihan angan yang ku coba ku satukan lewat kekuatan
Jiwa-jiwa perkasa dan semoga Illahi meridhai…..

Tuhan, Aku dan Isteriku…

Posted in ungkapanku on 2012/05/31 by chikal setiawan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Jalan panjang telah kita telusuri bersama 
Kerikil-kerikil tajam yang menghalangi jalan kita telah kita lalui bersama
Rintangan-rintangan yang menghadang telah kita rasakan
Riak ombak senantiasa menghiasi perjalanan kita
Pahit dan manis kehidupan sudah kita lewati 
 
Tapi ada sesuatu yang kurang dari bahtera kita ini
Rumah kita masih saja terasa sepi
Masih saja terasa  sunyi tak berarti
Tak ada tangis bayi, tak ada tawa anak kecil
Tak ada yang merengek minta jajan
Sungguh kita lagi di uji ALLAH untuk bisa melewatinya
 
5 tahun sudah kita arungi bahtera rumah tangga ini
Sudah saatnya mempunyai generasi penerus kehidupan
Meneruskan tonggak estafet kehidupan kita
Menjalani  kehidupan sesuai kodratnya
Meniti jalan seperti yang dulu pernah kita lalui
Membangun mimpi seperti yang pernah kita lakukan
Merajut cinta menyemai  bahagia layaknya kita berdua
 
Isteriku….
Kadang rasa bimbang dan hampa selalu menghantui
Ketika ketemu teman lama dan bertanya..
Sudah punya anak berapa?
Getir rasanya hati ini, tanpa bisa menjawab apa-apa.
 
Isteriku…
Kita tahu anak adalah titipan Tuhan
Mungkin kita masih belum dipercaya untuk menjaganya
Tapi kita harus yakin
Tuhan akan memberi hadiah terindah itu jika Tuhan sudah berkehendak
Kita harus yakin itu isteriku…
 
Isteriku…
Semoga apa yang kita inginkan akan segera terkabul
Untuk melengkapi bahtera ini
Kita yakin Tuhan lagi menguji kesabaran kita
Tapi suatu hari nanti Tuhan akan mendengar segala keluh kesah kita
Amin…..

Ketulusan Hati

Posted in puisi on 2012/04/30 by chikal setiawan

Sentuhan warna mu berikan keindahan
Sejuta pesona terlihat walau tak pernah terucap
Bagai malam nan elok saat semua terangkai

Di dalam sebuah mimpi
Hingga tiada rasa letih
Ketika ku terbangun dari lelap tidur ku
Seketika pula teringat sebuah senyuman
Yang setia menemani disetiap benak ku
Mesti nanti senja kan mengikis asa ku

Namun tak akan buat ku beralih
Untuk selalu ada bersama
sebuah ketulusan
Di atas ketangguhan hati

Iwan Fals Yang Dibenci

Posted in IWAN FALS on 2012/03/14 by chikal setiawan

                                                                    Iwan Fals dibenci? Lho ada apa ini? Apa penguasa membenci Iwan Fals? Kalau dulu mungkin iya, tapi sekarang bukan penguasa yang membenci Iwan Fals. Yang membenci justru beberapa penggemarnya sendiri. Ada apa gerangan? Kalau tanya pada rumput yang bergoyang, itu tandanya ada yang salah pada otak ente, cepetan pergi ke dokter sebelum terlambat. Naah.. mari kita gelar tiker di iwanfalsmania.comsambil duduk lesehan dan ngopi lantas dengarkan baik-baik suara kucing berantem dibawah ini.. 😀

Ini adalah pengamatan saya selama ‘bergaul’ dengan penggemar Iwan Fals. Awalnya semua berjalan wajar saja seperti pada umumnya. Seorang penyanyi pastilah mempunyai penggemar, wajar kan. Tapi sedikit masalah bisa membuat semuanya berubah. Yang dulunya bisa disebut penggemar berat Iwan Fals, sekarang memilih menyudahi predikat itu dan menjauhkan segala sesuatu yang berhubungan dengan sosok yang digemari.

Apa sebabnya? Sedikit banyak saya menemukan jawaban dan alasan yang bisa benar bisa salah dan baiknya tidak mewakili sebab masing-masing tentu punya pandangan berbeda. Sederhana saja kesimpulan yang saya dapat, rupanya bagi mereka Iwan Fals bukan sosok seperti yang dibayangkan. Dalam bayangan mereka selama itu Iwan Fals adalah figur penyanyi yang membela sejuta masalah rakyat, sehingga seseorang menjadikan Iwan Fals sebagai idola karena merasa tersuarakan. Setelahnya bagi mereka apapun yang terjadi pokoknya Iwan Fals.

Menoleh pada masa-masa ‘gelap’ dimana kebanyakan penggemar hanya mengenal karakter Iwan Fals sebatas dari berita-berita media cetak atau sekedar menyaksikan konser Iwan Fals dari kejauhan. Melalui itu penggemar mengimajikan bayangan Iwan Fals laksana seorang pembela seperti yang tertuang dalam lirik lagu-lagunya. Namun semua dianggap berubah pada era keterbukaan sekarang ini. Sosial media seperti Twitter dan Facebookmengabarkan apa saja yang sebelumnya hampir mustahil diperoleh kebanyakan fans. Dari media-media itu penggemar bisa berinteraksi langsung dengan sang idola maupun lingkungannya, itu positif. Tetapi jika sang idola atau lingkungannya ‘kepleset’ komentar yang tidak berkenan bagi sebagian penggemar, maka akan muncul banyak pertanyaan, kok gini… kok gitu. Kemudian bermacam persepsi tentang sang idola terbentuk. Sosial media sedikit banyak menunjukkan pribadi seseorang dan akhirnya ada yang menterjemahkan kalau Iwan Fals bertolak belakang dengan bayangan mereka selama era ‘gelap’ dahulu.

Banyak hal terjadi setelahnya. Seperti suatu saat ada beberapa penggemar‘super-duper’ berat yang mengritisi Iwan Fals. Kritikan itu dituangkan dalam berbagai tulisan terbuka yang pointnya menyinggung walaupun sebenarnya tujuan penulis adalah baik untuk memberi masukan yang membangun. Banyak yang mengapresiasi tulisan-tulisan itu sebagai sebuah keberanian dan kebebasan bersuara. Bayangkan, Iwan Fals yang dikenal sebagai tukang kritik malah dikritik dan hebatnya lagi kritikan itu datangnya dari penggemar beratnya sendiri. Kritikan itu seputar penampilan yang jelek, lagu-lagu yang ‘cengeng’, harga tiket konser yang tinggi dan sebagainya.

Namun ternyata tidak sedikit ‘serangan balik’ terhadap tulisan itu baik dari internal maupun dari kubu luar yang membela mati-matian Iwan Fals, seakan Iwan Fals adalah sosok penyanyi tanpa kekurangan. Padahal sebagian pihak pembela ini jangankan kenal, pernah ketemu Iwan saja tidak. Dari respon negatif ditambah tanpa klarifikasi yang jelas dan memuaskan serta malah terkesan tidak mau disalahkan itulah maka lambat laun muncul perasaanmembenci Iwan Fals dari beberapa penggemar berat yang kritis. Seakan Iwan Fals tidak boleh di kritik, yang berani ngeritik berarti musuh. Lalu muncul pertanyaan, Iwan Fals itu siapa ?

                                                                                                                    
Kemudian apa yang terjadi setelah itu? Yang paling sederhana dilakukan oleh‘mantan fans’ ini adalah ‘membersihkan’ diri dari segala unsur yang berbau Iwan Fals. Coba melupakan bahwa Iwan Fals dulunya adalah ‘pahlawan’ bagi mereka dan ‘menyucikan diri’ kalau dia dahulu adalah fans berat dengan mengungsikan segudang koleksi langka, menutup album foto bersama idola, berhenti mendengarkan lagu-lagunya, stop nonton konser dan sebagainya. Meski hati kecilnya masih menyimpan sejuta kenangan bersama lagu-lagu Iwan Fals.

Lalu kekecewaan yang melahirkan benci bagi mereka salah satunya muncul karena ‘lingkungan’ Iwan Fals yang dianggap terlalu ‘arogan’ dan bersikap terlalu ‘ekslusif’ sehingga menciptakan jarak. Mereka melihat Iwan di masa lalu yang ‘merakyat’ serta dianggap lebih ‘membaur’ dengan penggemarnya. Banyak kisah pengalaman kawan-kawan senior tentang hubungan Iwan dahulu dengan penggemarnya yang dianggap lebih ‘indah’ dibanding sekarang. Beberapa coba komplain ke lingkungan Iwan Fals namun mendapat jawaban yang dianggap pedas. Sehingga yang lain menjadi segan atau menganggap tidak penting dan buang-buang waktu saja. Tetapi sebenarnya mereka juga sadar manusia bisa atau ingin berubah, namun seakan tidak bisa terima dengan perubahan kebiasaan yang pernah ada. Maka banyak subjek menjadi sasaran penyebab perubahan itu. Walaupun nantinya tidak akan mengelak kalau memang nyatanya Iwan pribadi yang menginginkan itu.

Kebencian pada Iwan Fals dilampiaskan bermacam-macam selain‘menyucikan’ diri dari Iwan Fals seperti pada paragraf atas, juga ada ‘mantan fans’ yang tetap membeli atau memburu album rekaman Iwan Fals tapi bukan untuk didengarkan. Uniknya kaset atau CD itu sekedar menjadi koleksi. Kalau album rekaman baru, itupun tidak pernah dibuka serta dibiarkan tertutup segelnya. Dibeli sebagai investasi untuk suatu saat kelak dijual kembali dengan nilai tinggi. Lalu mendengarkan lagu-lagunya cukup download mp3 Iwan Fals ilegal yang banyak tersebar. Mereka memposisikan diri sebagai penikmat karya musik bagus saja, bukan penggemar sosok penyanyinya.

Mungkin bagi Iwan Fals ditinggal satu-dua penggemar tidak ada artinya, toh masih banyak ribuan atau mungkin jutaan fans fanatik dan loyal yang selalu menunggu penampilannya. Tetapi harap diingat, meski cuma satu fans berat yang menjadi kecewa lantas membenci Iwan Fals, akan dengan mudahnya memberi pengaruh kepada fans-fans yang lain. Dan akhirnya malah berkembang jadi opini yang ngawur tidak terkontrol dan penuh bumbu. Sayang sekali kalau ini sampai terjadi, tapi… ssttt… ternyata sudah terjadi……

Iwan Fals memang manusia biasa sama seperti kita, mungkin dulu dia tidak pernah membayangkan kalau takdir hidupnya menjadi penyanyi pujaan banyak orang. Begitupun penggemar, mereka juga orang biasa dengan beragam sifatnya yang unik dan menganggap seorang menjadi pujaan itu adalah resiko hidup dan harus siap melayani berbagai karakter fans. Penggemar adalah aset berharga tokoh masyarakat. Tanpa penggemar, Virgiawan Listanto tidak akan menjadi Iwan Fals yang posternya ada disetiap kamar, yang stiker wajahnya ada di setiap body truk atau angkot, yang lagu-lagunya masih dinyanyikan oleh orang baik-baik sampai koruptor, yang nama-nama anggota keluarganya dipilih menjadi nama bayi-bayi. Dan faktanya, apabila ada penggemar menjadi berani mengkritik Iwan Fals, itu juga karena Iwan Fals yang mengajari.

Lalu apa sebenarnya harapan penggemar kepada Iwan Fals? Setelah semua itu rasanya tidak ada yang berlebihan, sebagian sudah diutarakan itu dianggap sudah melepaskan gelisah. Biarlah Iwan Fals dengan profesinya melahirkan karya-karya musik, penggemar cukup sebagai konsumen. Penggemar juga sudah bisa menyadari semua ini, malah kondisi seperti ini lebih baik. Penggemar jadi tahu karakter orang dan lingkungan yang diidolakan selama ini. Tinggal merespon seperti apa dan menentukan berada pada posisi yang mana. Bagi penggemar, baik buruknya karya Iwan Fals sekarang cuma untuk konsumsi hiburan sekedar bernostalgia saja, hanya sebagai pelengkap koleksi.

Dari ini semoga jadi pelajaran untuk semua dan terutama buat saya untuk bersikap wajar dalam mengidolakan seseorang, sebab tidak ada manusia yang sempurna…. Kisah diatas adalah fakta bukan ngarang, kalau tidak terima silahkan omeli saya 🙂 . (sb – iwanfalsmania.com)

Ane“Kok ente serius banget sih bacanya…?”

Pembaca: “Katanya ada kucing berantem, mana..? Sebenernya situ cerita atau kumur-kumur sih, gan..?”

 
Dan tikarpun digulung… kucing yang berantem ternyata tidak ada… pembaca pulang kerumah dengan hati yang bertanya-tanya… sambil sayup terdengar sepotong lagu dari alunan gitar anak nongkrong di lapak sebelah… “aku mau wajar-wajar saja…. aku mau apa adanya.. aku tak mau mengingkari hati nurani……”

 Sumber : http://www.iwanfalsmania.com/2012/03/iwan-fals-yang-dibenci.html#more

Iwan Fals Bernostalgia Cinta Untuk Jogja

Posted in IWAN FALS, Uncategorized on 2012/02/28 by chikal setiawan

Iwan Fals kembali mengadakan konser di Jogjakarta, kota budaya yang penuh kenangan sejarah bangsa Indonesia. Kali ini konser Iwan Fals memilih tema ‘Nostalgia Cinta Untuk Jogja’ yang diadakan di Grand Pacific Jogja pada Sabtu, 18 Februari 2012. Sebuah konser musik yang telah dipersiapkan matang sehingga menyenangkan dan memuaskan penonton. Sahabat-sahabat iwanfalsmania.com beruntung dapat kesempatan menyaksikan konser Iwan Fals Nostalgia Cinta Untuk Jogja yang gemanya sudah digaungkan sejak beberapa bulan yang lalu.

Berikut dibawah ini liputan konser beserta foto-foto ekslusifnya. “Ane ‘mbaca ceritanya bikin ngiler bro.. :P” (sb)

Iwan Fals Bernostalgia Cinta Untuk Jogja

Konser Iwan Fals kali ini dipromotori oleh Pacific Production bekerja sama dengan PT. Tiga Rambu sebagai Manajemen Iwan Fals. Konser ini diadakan didalam sebuah gedung menggunakan format penonton yang semuanya duduk dikursi dengan lokasi kursi yang dibedakan berdasarkan kelas dan harga tiket. Grand Pacific adalah sebuah Restaurant & Convention Hall yang terletak di Jl. Magelang Km.4,5 (depan TVRI) Jogjakarta.

Pacific Production, sebagaimana disampaikan oleh Tovic Raharja selaku project manager merupakan promotor musik baru dan ingin berbeda dengan promotor musik yang sudah ada dimana Pacific Production ingin ada unsur sosialnya untuk setiap konser yang dipomotorinya. Untuk itu Pacific Production memilih konser Iwan Fals sebagai event perdananya. Iwan Fals mempunyai komitmen bahwa setiap konser harus selalu diiringi dengan penanaman bibit pohon. Sebuah tindakan mulia yang menunjukkan bahwa konser musik bukan sekedar hura-hura namun juga membawa misi sosial bagi kelestarian lingkungan.

Untuk event kali ini Iwan Fals hadir ditemani istri dan anak lelakinya. Bersama Pacific Production yang didukung oleh BPW Oi Jogja melakukan penanaman ratusan bibit pohon buah-buahan yang berlokasi di desa Kinahrejo Cangkringan, Sleman. Tepatnya disekitar lokasi kediaman alm. Mbah Marijan di kaki gunung Merapi. Penanaman bibit pohon ini dilakukan sehari sebelum konser yaitu pada hari Jumat 17 Februari 2012. Dalam press releasenya, Pacific Production mengatakan bahwa selain manfaat oksigen yang dihasilkan, kelak masyarakat sekitar juga akan memetik hasil dari pohon yang ditanam tersebut.

Pada kesempatan tanya jawab saat jumpa pers di Grand Pacific Jogja, tanggal 17 Pebruari 2011, salah satu wartawan mempertanyakan mengapa lirik lagu-lagu Iwan Fals saat ini tidak kritis seperti dulu dan cenderung banyak yang bertema cinta. Iwan Fals menjawab bahwa lagu-lagu yang diciptakannya dulu masih relevan dengan kondisi saat ini dan sudah banyak media-media yang mengkritisi kondisi sosial saat ini, jadi apalah arti seorang Iwan Fals dibanding media yang banyak itu. Iwan Fals juga menyampaikan bahwa sebenarnya lagu-lagu pada album-album barunya ada beberapa yang bertema kritik sosial namun tidak diekspose, contohnya lagu Negara dan sebagainya.

Sabtu, 18 Pebruari 2012, menjelang konser dimulai, penonton yang memasuki gedung disambut dengan penampilan Orkes Keroncong Suara Minoritas yang memukau. Cukup banyak penonton yang datang dan memenuhi setiap sudut dalam gedung pertunjukan. Begitu juga diluar gedung, banyak penonton yang datang tanpa tiket berbaur bersama calo tiket yang mencari rezeki dari konser ini, syukurlah mereka tertib sebab panitia telah menyediakan layar LCD untuk penonton yang diluar gedung. Wajar penampilan Iwan Fals selalu dinanti oleh penggemarnya.

Dan saat yang ditunggu tiba, pukul 20.00 WIB, Iwan Fals yang diiringi band mengawali konser Nostalgia Cinta Untuk Jogja dengan membacakan syair Ronggo Warsito yaitu Singgo Sirah, kemudian Iwan Fals bercerita tentang kenangan saat pernah sekolah di Jogja dimana beberapa lagu cinta karyanya terinspirasi disini.

Lagu Jendela Kelas adalah lagu pertama yang dinyanyikan, sontak penonton ikut berdendang bersama. Maklum sebagai lagu pembuka lagu lama Iwan Fals ini cukup dikenal. Lagu demi lagu yang dibawakan hampir semuanya lagu lama dan sangat populer pada masanya mulai dari lagu Buku Ini Aku Pinjam, Kereta Tiba Pukul Berapa, Pesawat Tempur sampai lagu Bento.

Lagu-lagu penuh kenangan ini makin membuat penonton antusias ikut bernyanyi sebab sudah tidak asing lagi ditelinga. Koor penonton membahana didalam gedung sebab sebagian besar telah hafal lirik-lirik lagu Iwan Fals yang dibawakan malam itu. Penonton yang tertib dengan sabar menyimak paparan Iwan Fals sebelum setiap lagu dinyanyikan sehingga tercipta keakraban antara Iwan Fals dengan para penonton. Setting panggung, tata cahaya dan visualisasi yang berbeda pada setiap lagunya serta didukung oleh sound system yang seimbang membuat konser ini semakin menarik.

Sebanyak 17 buah lagu yang dibawakan, satu diantaranya lagu yang belum pernah dirilis berjudul “Negeri Ini Memang Kaya”. Iwan Fals bercerita bahwa lagu ini dibuat terinspirasi saat ziarah ke makam Bung Karno. Pada saat lagu ini dibawakan, lighting nuansa merah menghiasi panggung, para penonton tampak khidmat menyimak syair-syair kritis dalam lagu ini. Banyak penonton yang terdiam karena tidak pernah mendengar lagu ini, namun ada pula yang hafal dan lantang ikut bernyanyi.

Lagu ini sengaja dibawakan Iwan Fals selain sebagai bentuk kritik juga sebagai penghormatan kepada Sultan Hamengku Buwono X meski pada kesempatan ini beliau tidak bisa hadir karena sakit. Iwan Fals merasa terhormat dan berterima kasih karena Sultan pernah membacakan syair ini saat acara di Graha Sabha Pramana UGM (Universitas Gajah Mada) pada tanggal 19 Pebruari 2011. Dan pada kesempatan itu Iwan Fals tampil memeriahkan melalui konser musik dengan tema ‘Justice for Indonesia with Love’.

Lagu ‘Negeri Ini Memang Kaya’ (ada yang menyebut judulnya ‘Negeri Kaya’-red) memang lagu Iwan Fals yang belum dirilis. Lagu ini kerap dinyanyikan saat konser-konser saja sehingga rekaman mp3 maupun rekaman video yang beredar dikalangan fans Iwan Fals adalah rekaman alakadarnya versi berbagai konser. Lagu yang pada konser-konser dibawakan dengan gaya musik ‘blues’ ini menjadi salah satu lagu paling ‘gahar’ Iwan Fals yang belum diedarkan. Dan saat konferensi pers konser ini, Iwan Fals mengatakan saat ini sedang mengumpulkan materi untuk album baru dan lagu ini masuk dalam daftarnya. Wow, semoga lagu ini masuk album baru Iwan Fals dengan aransemen musik yang tidak jauh beda dengan versi konser. Beberapa lagu yang liriknya kritis dan cadas nampaknya dipilih sebagai pengimbang kelembutan konser bertema cinta kali ini. (Lirik lengkap lagu Negeri Ini Memang Kaya)

Disela-sela penampilan Iwan Fals saat membawakan lagu fenomenal saat bersama kelompok SWAMI yaitu Bento, masing-masing pemain band mendapat giliran menunjukkan kebolehannya. Dan penampilan mereka mendapat applause luar biasa dari penonton. Memang komposisi pemain band Iwan Fals yang digunakan sekarang terasa lebih ‘ganas’ dibanding format sebelumnya dan lebih attraktif berinteraksi sehingga memukau penonton.

Penonton yang memenuhi jajaran kursi yang telah tersusun rapi dalam gedung Grand Pacific beraneka ragam kalangan. Mulai dari Fals Mania (sebutan penggemar Iwan Fals secara umum), kawan-kawan Ormas Oi baik dari luar kota maupun dari kota Jogja sendiri, juga banyak sekali masyarakat umum yang hadir dengan mengajak pasangannya, kawan-kawannya dan bersama keluarganya. Format konser yang nyaman.

Bahkan menurut asisten project manager Pacific Production, Anggityas Sekarkinasih Putri, ada turis dari Jerman yang istrinya orang Aceh, mereka kebetulan sedang berlibur di Jogja tidak sengaja melihat promo event ini, mereka langsung memesan tiket hari itu juga. Turis ini mengaku sangat beruntung karena pas liburan ke Indonesia kebetulan sekali ada konsernya Iwan Fals. Menurut penjelasan turis tersebut terakhir dia nonton konser Iwan Fals 10 tahun yang lalu di Lombok dan katanya ngefans banget sama Iwan Fals.

Pada pertunjukan ini, tiket termurah dijual seharga Rp.100 ribu dan yang tertinggi seharga Rp.300 ribu. Maka untuk mengantisipasi penonton yang antusias ingin menyaksikan penampilan Iwan Fals namun tidak mampu membeli tiket dan juga ternyata tidak semua penonton suka dengan posisi duduk didalam gedung pertunjukan, Pacific Production menyediakan layar LCD besar di halaman Grand Pacific Hall. Ini disaksikan ratusan penonton dari berbagai kalangan baik dari dalam maupun dari luar kota Jogja. Alhasil suasana diluar gedung tak kalah meriahnya dengan didalam.

Sebelum lagu Pohon Kehidupan dinyanyikan, secara simbolis Iwan Fals memberikan bibit pohon kepada Ibu Lies Jenny sebagai pimpinan Grand Pacific. Bibit pohon ini sebagai pesan kampanye penghijauan di Grand Pacific khususnya dan Jogja pada umumnya.

Konser Iwan Fals Nostalgia Cinta Untuk Jogja ditutup dengan lagu Kemesraan, sebagian penonton maju ke depan panggung untuk ikut bernyanyi bersama atau sekedar mengambil foto Iwan Fals dari dekat. Dan akhirnya konser berakhir sekitar pukul 22.30 WIB yang membawa kepuasan bagi penontonnya berkat persiapan matang penyelenggara  dan performa prima Iwan Fals & band.

Pacific Production Proudly Present IWAN FALS ‘Nostalgia Cinta Untuk Jogja’ Sabtu, 18 Februari 2012 20.00 WIB GRAND PACIFIC RESTAURANT & CONVENTION HALL Jl. Magelang Km.4.5 (depan TVRI) Jogjakarta – INDONESIA

——————————————————————————-

Song List:

1. Jendela Kelas

2. Mata Indah Bola Ping Pong

3. Buku Ini Aku Pinjam

4. Ujung Aspal Pondok Gede

5. Guru Oemar Bakri

6. Ambulance Zig Zag

7. Ibu

8. Kereta Tiba Pukul Berapa

9. Sebelum Kau Bosan 10.

Kumenanti Seorang Kekasih

11. Aku Sayang Kamu

12. Pesawat Tempur

13. Bento

14. Hio

15. Negeri Ini Memang Kaya

16. Pohon Kehidupan

17. Kemesraan

Iwan Fals – vocal, accoustic guitar, harmonica Totok Tewel – lead guitar Edi Daromi – keyboard Ferry Lucky – bass Raiden Soedjono – drum ——————————————————————————-

sumber : http://www.iwanfalsmania.com/2012/02/iwan-fals-bernostalgia-cinta-untuk.html#more

Lekaslah Sembuh – Lagu Baru Iwan Fals Untuk Donny Fattah

Posted in IWAN FALS, Uncategorized on 2012/02/13 by chikal setiawan

Pada 10 Pebruari 2012 diadakan konser amal bertajuk “Dari Musisi Untuk Musisi” di Rolling Stone Cafe, Jakarta. Konser amal ini untuk membantu biaya pengobatan musisi Donny Fattah Gagola yang terkena serangan jantung. Donny Fattah, kelahiran Makassar 24 September 1949 adalah pemain bass band legendaris God Bless dan pernah bergabung dalam proyek Kantata. Saat konser ini diadakan kondisinya sudah semakin membaik.

Pada kesempatan itu Iwan Fals hadir diantara sekian banyak musisi yang tampil. Iwan Fals menyumbangkan sebuah lagu yang dibuatnya sehari sebelum acara ini berlangsung khusus untuk Donny Fattah. Lagu ‘Lekaslah Sembuh’ dinyanyikan Iwan Fals hanya dengan diiringi gitar akustik yang dimainkan sendiri. Iwan Fals menyanyikan lagu ini dengan menggelegar.. luar biasa!. Lagu ‘Lekaslah Sembuh’ menambah panjang deretan penampilan live Iwan Fals yang paling hebat..

Berikut dibawah ini lirik lagu ‘Lekaslah Sembuh’ dari Iwan Fals beserta video amatir dan foto-foto ekslusif penampilan Iwan Fals saat menyanyikannya. (sb)

Lekaslah Sembuh Iwan Fals (2012)

Dedicated for Donny Fatah – Live at Rolling Stone

Cafe Indonesia, February 10, 2012

Engkau yang selalu tersenyum

Membuat tenang orang yang ada didekatmu

Tubuhmu meliuk dialunan lagu lagu

Jemari hidupmu mencabik dalam diam

 

Bertahun sudah engkau lewati

Perjalanan hidup yang penuh pertanyaan ini

 

Namun kau tetap tegar tak goyah

Terhadap pilihan yang sedang kau jalani

Selalu terngiang terngiang-ngiang

Kata-katamu tentang ketegaran jiwa

 

Saat aku pernah merasa tergempur

Dan kini aku datang untukmu…

 

Dihormati kawan tak berlawan

Tuturmu yang lembut tak menyakitkan

Kini kau sedang sakit badanmu yang sakit

Tapi aku yakin ini hanya sementara

 

Lekaslah sembuh dan kembali manggung..!

 

Memang badan kan dimakan waktu

Setiap yang hidup begitu adanya

Cahaya jiwamu kian memancar

Menghangati yang beku dan kegelapan

 

Lekaslah sembuh dan kembali

Mengisi hidup yang sebentar ini…

 

Reff:

Tetap tegar dalam cobaan…

Sungguh kau tak sendirian…!

Tetap bersyukur sesulit apapun…

Sungguh kau tak sendirian…!

 

Tetap tegar dalam cobaan…

Sungguh kau tak sendirian…!

Tetap bersyukur sesulit apapun…

Sungguh kau tak sendirian…!

 

*)sumber : http://iwanfalsmania.blogspot.com/2012/02/lekaslah-sembuh-lagu-baru-iwan-fals.html#more