Tabir Kehidupan

Kadang hidup itu tak seperti apa yang kita inginkan

Kadang kehidupan itu seolah tak berpihak kepada kita

Kadang hidup itu seperti pertaruhan

Kadang hasilnya juga tak seperti yang kita harapkan

 

Tapi tak pernah sedikitpun takdir itu tanpa makna

Tak pernah sedikitpun hidup itu tanpa inspirasi

Tapi seringkali kita menilai sempitnya arti kehidupan

Padahal di semua lini kehidupan terselip sebuah rahasia

Dimana yang punya kehidupan yang sudah mengatur semuanya

 

Sementara kita tak temukan apapun selain keluhan  dan ratapan.

Padahal kita akan temukan makna di setiap cerita hidup.

Ketika kita berani menatap luas kehidupan ini.

Ketika kita berani membuka tabir setiap kejadian

Lalu mengaplikasikan dalam kehidupan nyata

Menatap luas setiap cerita yang kita lalui.

Pasti aka nada hikmah yang akan terangi jalan kehidupan kita

 

Satu Tanggapan to “Tabir Kehidupan”

  1. Tak ingin berduka terus-menerus, Iwan dan Yos melanjutkan kembali kehidupan mereka. Sampai akhirnya, Raya Rambu Rabbani lahir pada 2003, pada saat anak kedua mereka, Annisa Cikal Rambu Basae, berumur 18 tahun. Raya-lah yang kemudian menjadi pelipur lara Iwan dan Yos. “Sejak enggak ada Galang, saya merasa lebih dekat dengan Iwan. Sangat berkesan. Sama berkesannya dengan kelahiran Raya. Saya merasa, kehadiran saya di dunia jadi lebih bermanfaat. Kalau tadinya hanya ngurusin Iwan terus, sekarang saya harus merawat Raya juga,” ujar Yos. “Cikal sekarang sudah besar, sudah kuliah. Sesekali dia suka pulang malam. Iwan suka senewen, padahal saya pasti bilang kepada dia kalau Cikal akan pulang telat ke rumah. Saya lihat Iwan makin bertanggung jawab sebagai suami, ayah, dan manusia,” lanjut Yos. Perubahan kecil juga dirasakan Iwan sejak kepergian Galang. “Belakangan saya merasa lebih tegas. Namun, soal agama, Yos lebih kuat. Dia selalu siap memenuhi semua kewajibannya. Di sisi lain, saya juga berusaha memberi apa yang saya punya untuk dia,” Iwan menyambung ucapan sang istri. Seperempat abad hidup bersama membuat Yos semakin bisa memahami Iwan meskipun dulu dan sekarang Iwan tidak terlalu banyak berubah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: