Tuhan, Aku dan Isteriku…

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Jalan panjang telah kita telusuri bersama 
Kerikil-kerikil tajam yang menghalangi jalan kita telah kita lalui bersama
Rintangan-rintangan yang menghadang telah kita rasakan
Riak ombak senantiasa menghiasi perjalanan kita
Pahit dan manis kehidupan sudah kita lewati 
 
Tapi ada sesuatu yang kurang dari bahtera kita ini
Rumah kita masih saja terasa sepi
Masih saja terasa  sunyi tak berarti
Tak ada tangis bayi, tak ada tawa anak kecil
Tak ada yang merengek minta jajan
Sungguh kita lagi di uji ALLAH untuk bisa melewatinya
 
5 tahun sudah kita arungi bahtera rumah tangga ini
Sudah saatnya mempunyai generasi penerus kehidupan
Meneruskan tonggak estafet kehidupan kita
Menjalani  kehidupan sesuai kodratnya
Meniti jalan seperti yang dulu pernah kita lalui
Membangun mimpi seperti yang pernah kita lakukan
Merajut cinta menyemai  bahagia layaknya kita berdua
 
Isteriku….
Kadang rasa bimbang dan hampa selalu menghantui
Ketika ketemu teman lama dan bertanya..
Sudah punya anak berapa?
Getir rasanya hati ini, tanpa bisa menjawab apa-apa.
 
Isteriku…
Kita tahu anak adalah titipan Tuhan
Mungkin kita masih belum dipercaya untuk menjaganya
Tapi kita harus yakin
Tuhan akan memberi hadiah terindah itu jika Tuhan sudah berkehendak
Kita harus yakin itu isteriku…
 
Isteriku…
Semoga apa yang kita inginkan akan segera terkabul
Untuk melengkapi bahtera ini
Kita yakin Tuhan lagi menguji kesabaran kita
Tapi suatu hari nanti Tuhan akan mendengar segala keluh kesah kita
Amin…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: