“Nak”

Dunia terasa diam dan sepi
Melihat bayangan di atas wajahku
Termenung ku melangkah di hidup ini
Hanya ada renungan yang membayang di pikiranku

Wahai dunia, apakah ini yang sebenarnya
Sungguh indah di cahaya mata
Tapi ntahlah yang sebenarnya
Seakan sendiri melangkah pahitnya hidup ini

Mungkin aku tak sendiri
Seandainya kau ada di sini denganku
Berbagi rasa yang sama
Bercerita tentang layang-layang yang putus

Bercerita tentang ayahmu sewaktu muda

Bercerita tentang kenakalan ayahmu sewaktu bujangan

Akan seperti itu ayah ceritakan jikalau engkau ada

Tapi hanya sekedar bayangan yang selalu menemaniku
Hiasi malam sepiku, Hiasi setia hari-hariku

Walau sudah sekian lama aku berharap

Tapi engkau belum juga hadir “Nak”.

Aku sangat merindukan dirimu Nak
Hanya pikiran yang mematung tersirat
Syair ini seutas lintasan dalam pikiranku
Untuk diriku yang sudah ingin mendengar tangisanmu “Nak”

Smoga engkau cepat hadir tuk temani ayahmu ini

Nanti kita pergi ke kampung ayahmu

Disana kita bermain layang-layang dipinggir sawah

Disana nanti ayah ajarkan engkau mengaji

Disana nanti ayah ajak engkau nyekar di makam kakek dan Nenekmu Nak

Entahlah…
Seperti terbesit heningan diriku
Ya karim, Ya rahman
Hanya kepadamu aku berpulang dan menghiba
Tentang semua yang terjadi dalam hidupku
Sesungguhnya aku hanya sebidak catur dalam permainan catur
Yang telah engkau ciptakan..
Tapi semua akan aku jalani
Seperti rambut ini yang kian memutih
Menunggu dan menunggu sang buah hati
Smoga kau cepat hadir tuk temani ayahmu ini “Nak”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: