Sendiri dikegelapan

Sekian waktu berjalan
Putari waktu langkahi realita
Coba ku lawan Taqdir
Ku ingin taqdir bertekuk lutut bersama waktu
Ku ingin Engkau buka matamu sebelum hari senja….
Kuingin Engkau terbangun sebelum matahari terbit..

Lingkaran ini kian menghimpit
Kian terjal, curam dan dan berdebu
Gelap, sepi, tak ada suara
Diantara keheningan itu ..
Hanya ada aku, napasku, dan segenggam cita-citaku

Pahit yang kutelan
Adalah sedikit gambaran garis lintang kehidupan
Tak terbujur kaku, tak terbentang panjang
Terduduk di sudut pojok sepi
Sedikit daya yang tak pernah mati
Menjadi energy diri
Untuk melanjutkan perjalan ini…
Adalah sebongkah harapan dan cita-cita yang tak pernah mati

Aku sendiri disini
Seolah aku tak punya siapa-siapa lagi
Tak ada lagi cahaya lilin itu
Tak ada lagi… tak ada lagi

Satu Tanggapan to “Sendiri dikegelapan”

  1. heeemmmmm …..
    ter’enyuh bacanya ..
    hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: