MENGUAK KEGAGALAN ITALIA DI PIALA DUNIA AFRIKA SELATAN 2010

TIDAK ada Tifosi yang tak kecewa melihat Italia tersingkir dari Piala Dunia 2010, Saya adalah salah satunya. Nyaris satu minggu telah berlalu semenjak Fabio Cannavaro dan Kawan-kawan dipecundangi tim kemarin sore sekelas Slovakia 2-3 dalam laga pamungkas penyisihan Grup F, Kamis (24/6). Namun, memori buruk itu belum mau pergi dari ingatan saya.

Meski tak menjagokan Italia dari awal turnamen, tidak pernah setitikpun terlintas dalam benak saya mereka akan tersingkir dengan statusjuru kunci, plus tak pernah menang. Plus bermain tanpa motivasi, plus miskin kreativitas dilini tengah, sebelum masuknya playmaker sekelas Andrea Pirlo dengan nomor punggung 21.

Melihat nomor punggung itu, sesuatu menggelitik pikiran saya> Mengapa bukan Pirlo yang mengenakan nomor keramat 10 itu? Mengapa nomor legendaris itu justru diberikan kepada Antonio Dinatale, pemain yang tak masuk winning team 2006 serta bermain buruk di uero 2008?

Adalah Roberto Donadoni, pelatih Italia yang tak lagi mengindahkan pengguna nomor 10 ketika menangani Italia di Uero 2008. Padahal selama ini, jersey dengan nomor punggung 10 bagi Italia merupakan nomor suci yang biasanya diberikan kepada pemain kreatif di lini depan.


Legenda Gli Azzurri yang telah mengenakan nomor kebesaran tersebut diantaranya Gianni Rivera, Omar Sivori, dan Roberto Baggio. Dua nama terakhir yang paling diingat ketika mengenakan nomor 10 adalah Alesandro Del Piero serta Francesco Totti.

Piala Dunia Prancis 1998 merupakan kali pertama Del Piero menyandang nomor punggung 10 menggantikan Roberto Baggio. Torehan terbaik kapten Juventus ini ketika mengenakan nomor 10 adalah dalam Uero 2000. Bersama Totti, pemain yang memulai debutnya di level Internasional pada 1995 ini membawa Italia sebagai Runner Up setelah kalah adu penalty di babak final oleh Les Blues.

Nomor ini beralih ke Totti semenjak Piala Dunia Korea-Jepang 2002, Sedangkan Alesandro Del Piero harus puas mengenakan kostum nomor Tujuh. Ketika Piala Dunia di gelar di Jerman tahun 2006, Totti akhirnya sukses mengantar Italia mengangkat Trofi juara Dunia untuk ke empat kalinya.

Sejak kejayaan 2006, baik karier Del Piero maupun Totti di Timnas Italia ibarat bintang yang kian redup. Del Piero sempat bermain di Uero 2008, kebanyakan sebagai pemain pengganti. Namun, pria kelahiran 9 November 1974 ini tetap menyam[paikan hasratnya untuk berseragam”Tim Biru” hingga usia 40 tahun. Sementara itu, sang il capitano AS Roma memutuskan pension 2007, tapi kembali ingin membela Timnas jika dipanggil Lippi berlaga di Piala Dunia 2010.

Meski di cap “Pasukan Uzur” toh nama kedua bintang tua ini tak ada dalam daftar 23 pemain yang berangkat ke Afrika Selatan. Nama kedua bintang tua itu pula yang kemudian banyak dihubungkan pasca kegagalan total Italia mempertahankan gelar juara tahun ini.

Diego Armando Maradona, misalnya” Pelatih Argentina ini dengan terang terangan menyebut ketidakhadiran kedua pemain tersebut merupakan kerugian besar bagi Italia. Pasalnya, tak ada Aura bintang yang bisa menghadirkan semangat motivasi bertanding di dalam Tim.

Tak ada satu orangpun yang menyangka bahwa juara bertahanItalia tersingkir di putaran pertama. Menurut saya, mereka kehilangan figure pemain seperti Alesandro Del Piero dan Francesco Totti,” tutur juru taktik nyentrik ini.

Jika ada pemain yang paling kangen dengan kehadiran dua pemain ini di Timnas, dialah Gianluigi Buffon. Fortiere andalan Juventus initak kuasa menyebut nama Alesandro Del Piero dan Francesco Totti sesaat setelah di pastikan angkat koper lebih awal. Namun ditengah pusaran kritik, kipper berusia 32 tahun itu tetap mengungkapkan optimisme atas masa depan Italia.

Kami kehilangan pemain seperti Alesandro Del Piero dan Francesco Totti. Namun dalam tiga bulan, kami akan menemukan pengganti mereka,” tandas Buffon.

Life Must Go On, kegagalan biarlah menjadi kenangan pahit dan pembelajaran yang menyakitkan. Kini, merupakantugas Cesare Prandelli (Penerus Lippi yang pension) untuk mencari pemain bernomor punggung 10 alias punggawa suci yang memiliki mental juara ala sepak bola Italia.

Dikutip dari Media Indonesia
Dari Asni Harismi

5 Tanggapan to “MENGUAK KEGAGALAN ITALIA DI PIALA DUNIA AFRIKA SELATAN 2010”

  1. BeTuL Bgd,,,saYa sangaT seTuJu

  2. del piero dan totti ga sebanding dengan kehebatan sang maestro robby baggio,, del piero dan totti hanya bagian keberuntungan tim2 yg mereka bela, sementara baggio jadi centre of man di PD 94..walau karirnya terus diberangus pelatih2 setelah kegagalan dia mengeksekusi pinalti di final..dia tetap dicintai

  3. saya… setuju…… italia bukan yang dulu lagi….

  4. Dian putra Says:

    Gϖ setuju bget,
    Qlo no10 ntu d pke F.Totti lg..

  5. baadshah Says:

    Baggio from hero to zero
    Totti emang joz gandoz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: