Kaum Kusam

Seorang lelaki dengan wajah kusut dan muram, tetap terdiam tanpa sepatah katapun disudut jalan yang sepi. Perlahan wajahnya terangkat saat cahaya mobil yang lewat menerpa wajahnya yag kusam. Lelaki itu merogoh saku celananya dan mulailah dia menyulut sebatang rokok yang sudah lusuh. Matanya berkaca-kaca sambil tak lepas tatapannya memandang bintang-bintang di langit yang sedari tadi setia menemaninya. Sekali-kali ia menghela napasnya begitu panjang, seolah ia lagi memeluk masalah yang begitu dalam.

Lelaki itu masih terus berlabuh dalam khayalan yang panjang, walau dipinggir jalan yang banyak dilewati kendaraan tapi ia masih tetap tertegun seolah dirinya sendiri yang ada disitu. Lelaki yang wajahnya muram dan berambut kusut itu mulai bangkit dari duduknya, ia mulai berjalan dengan langkah kaki yang gontai. Ia terus melangkah menyusuri kerikil jalan berdebu diantara bisingnya suara kendaraan yang lewat.

Ternyata lelaki itu baru saja kehilangan satu pekerjaan yang selama ini jadi penopang hidupnya, ku tau itu semua saat lelaki itu mampir kesebuah warung kopi. Dia bercerita kalau dulu ia bekerja di sebuah perusahaan swasta.

“aku mulai bertanya, kok bisa sampai keluar dari pekerjaan itu.. ia termenung lalu menjawab…..

>>>>>> Aku dulu bekerja disebuah perusahaan distributor produk-produk pertanian dan kehutanan. Aku kerja disitu sudah sekitar 5 tahunan.

Satu Tanggapan to “Kaum Kusam”

  1. okeoke..jadilah yn lebi baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: