<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>chikal setiawan</title>
	<atom:link href="http://chikalsetiawan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://chikalsetiawan.wordpress.com</link>
	<description>cerita kehidupan sang petualang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 02:53:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='chikalsetiawan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>chikal setiawan</title>
		<link>http://chikalsetiawan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://chikalsetiawan.wordpress.com/osd.xml" title="chikal setiawan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://chikalsetiawan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jujur Saja, Iwan Fals Tetap Menjadi Magnet Pada Konser Kantata Barock</title>
		<link>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2012/01/09/jujur-saja-iwan-fals-tetap-menjadi-magnet-pada-konser-kantata-barock/</link>
		<comments>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2012/01/09/jujur-saja-iwan-fals-tetap-menjadi-magnet-pada-konser-kantata-barock/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 06:06:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chikal setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[IWAN FALS]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[gelora bung karno]]></category>
		<category><![CDATA[goro goro]]></category>
		<category><![CDATA[orasi]]></category>
		<category><![CDATA[sawung jabo]]></category>
		<category><![CDATA[selamat datang]]></category>
		<category><![CDATA[setiawan djodi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chikalsetiawan.wordpress.com/?p=471</guid>
		<description><![CDATA[Panggung Konser (foto: @iwanfals)Konser Kantata Barock pada Jumat, 30 Desember 2011 akhirnya terlaksana dengan baik. Iwan Fals, Setiawan Djodi dan Sawung Jabo memberikan pertunjukan yang berkesan. Penampilan kelompok musik Kantata dipenghujung tahun ini sangat dirindukan oleh penggemarnya. Iwanfalsmania.blogspot.com berkesempatan hadir menyaksikan konser yang tepat pada pukul 18.30 WIB dibuka oleh Band Kotak. Sebagian penonton festival [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chikalsetiawan.wordpress.com&amp;blog=7404337&amp;post=471&amp;subd=chikalsetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="post-body-269773393762502531">
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2012/01/fotoiwan.jpg"><img src="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2012/01/fotoiwan.jpg?w=200&#038;h=150" alt="" width="200" height="150" border="0" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td>Panggung Konser (foto: <a href="http://twitter.com/#%21/iwanfals" target="_blank">@iwanfals</a>)Konser Kantata Barock pada Jumat, 30 Desember 2011 akhirnya terlaksana dengan baik. Iwan Fals, Setiawan Djodi dan Sawung Jabo memberikan pertunjukan yang berkesan. Penampilan kelompok musik Kantata dipenghujung tahun ini sangat dirindukan oleh penggemarnya.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div>Iwanfalsmania.blogspot.com berkesempatan hadir menyaksikan konser yang tepat pada pukul 18.30 WIB dibuka oleh Band Kotak. Sebagian penonton festival yang &#8220;berhasil&#8221; menerobos pagar pembatas lapangan rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta ikut bergoyang bersama menikmati 6 buah lagu yang dibawakan oleh band rock dengan vocalis perempuan ini.</div>
<div>
Setelah Kotak turun panggung, tiba-tiba layar dibelakang panggung menampilkan slide perjalanan Kantata sejak awal dirumuskan hingga persiapan konser Kantata Barock. Ketika slide menampilkan sosok Iwan Fals, sontak seluruh penonton bergemuruh memanggilnya<em>“Iwan&#8230; Iwan&#8230; Iwan&#8230;”.</em> Jujur saja kita akui sebagian besar penonton yang hadir menyaksikan konser ini adalah penggemar Iwan Fals. Bisa Anda bayangkan konser Kantata Barock tanpa Iwan Fals?. Iwan Fals tetap menjadi magnet seperti konser-konser Kantata terdahulu.</div>
<div>
Menyambung keinginan penonton yang sudah tidak sabar ingin melihat pertunjukan Kantata Barock, Faisal Basri didaulat memanggil personel Kantata Barock setelah bersama-sama menyanyikan lagu Padamu Negeri.</div>
<div>
Sawung Jabo membuka persenyawaan akbar itu dengan sebait lirik Paman Doblang.<em>&#8220;Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata&#8230;&#8221;</em>. Tak lama berselang lagu <em>Nocturno</em> dinyanyikan oleh Iwan Fals. <em>&#8220;Selamat datang di Republik Calo!&#8221;</em>, ujar Iwan memulai orasi layaknya seorang capres dipanggung kampanye. Adegan apik dibawakan oleh Iwan Fals bersama personel lainnya.</div>
<div>
Partai Bonek menjadi lagu kedua yang dibawakan oleh Kantata Barock. Setelah itu berturut-turut mengalun lagu <em>Goro-Goro, Balada Pengangguran, Kemarin &amp; Esok</em> serta<em>Megalomania</em>. Dipertengahan lagu Balada Pengangguran, Iwan Fals, Djody dan Jabo bergiliran membacakan puisi <em>Kecoa Pembangunan</em>. Puisi ini dulu pertama kali dibacakan oleh alm. WS Rendra ketika Kantata menggelar konser di Parkir Timur Senayan, 6 juli 1998.</div>
<div>
Dibawah kilatan permainan sinar laser yang menurut majalah Rolling Stones sama dengan konser Pink Floyd, lagu <em>Badut</em> dan <em>Mata Dewa</em> membahana di GBK. Penonton semakin terpuaskan ketika lagu <em>Tikus Ngongrong</em> dan <em>Panji-Panji Demokrasi</em> dibawakan.</div>
<div>
Setelah itu Band Kotak kembali naik keatas panggung berkolaborasi dengan Kantata Barock dan Once membawakan lagu <em>Beraksi, Mujijat</em> dan <em>Barong Aku Bento</em>. Yang menarik perhatian yaitu slide dibelakang panggung ketika lagu Mujijat dibawakan menampilkan proses operasi Setiawan Djody. Setelah itu Iwan Fals seakan diberi keleluasaan membawakan lagu lamanya berjudul <em>Puing</em> serta lagu berjudul <em>Proyek 13</em> yang liriknya ditulis oleh Bram.</div>
<div></div>
<div>Pertunjukan terus berlangsung dengan semangat Djody membawakan lagu <em>Nyanyian Jiwa</em>yang mendapat apresiasi yang luar biasa dari penonton. Lagu ini kata Djody merupakan lagu penyemangat ketika dirinya hampir mati akibat penyakit yang dideritanya. Tampak penonton menyalakan lighter (korek api gas) dan koor bersama menyanyikan lagu dari album Swami II ini. Penonton tambah bersemangat ketika Iwan Fals ikut mengalunkan suara khasnya di lagu ini.</div>
<div>
Iwan Fals benar-benar menjadi magnet pertunjukan malam itu. Panggung tiba-tiba menjadi gelap dan lampu sorot hanya mengarah ke Iwan Fals, dia lalu bercerita kenangannya bersama WS. Rendra yang sempat berkeinginan membangkitkan kembali Kantata dengan nama Kantata Samudera. Sayang keinginannya tak sempat terwujud karena Rendra meninggal dunia. Iwan Fals lalu menyanyikan lagu baru yang diinspirasi dari keinginan almarhum. Lagu berjudul <em><a href="http://iwanfalsmania.blogspot.com/2011/07/ombak.html" target="_blank">Ombak</a></em> dibawakan secara akustik. Ekspresi Iwan Fals membius penonton yang mendadak hening menyimak lagu tersebut.</div>
<div>
Kantata Barock malam itu seperti sengaja mengaduk-aduk emosi dan adrenalin penonton. Terlebih ketika lagu <em>Pangeran Brengsek, Bongkar</em> dan <em>Nyanyian Preman</em> dibawakan. Koor pun bergema diseluruh penjuru GBK.</div>
<div>
Teriakan puluhan ribu penonton yang hadir malam itu seakan menjadi tambahan energi bagi Kantata Barock, romantisme konser Kantata Takwa tahun 1990 coba mereka bangunkan. Intro lagu <em>Bento</em> tiba-tiba terdengar, sontak seluruh penonton berteriak <em>&#8220;Bento&#8230; Bento&#8230; Bento&#8230;&#8221;</em>. Lagu legendaris ini seolah menjadi lagu wajib setiap pertunjukan Kantata maupun Iwan Fals. Ditengah usia yang tidak lagi muda, para personel Kantata Barock menunjukan performance yang sangat luar biasa diatas panggung. Energi mereka seakan tak pernah habis, semangat mereka membawakan lagu <em>Cinta</em> dan <em>Hio</em> sungguh luar biasa. Penonton dimanjakan oleh teriakan khas Iwan Fals, Jabo dan Djody.</div>
<div></div>
<div>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2012/01/imagefromurlkbif.jpg"><img src="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2012/01/imagefromurlkbif.jpg?w=150&#038;h=200" alt="" width="150" height="200" border="0" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td>Tiket (<a href="http://twitter.com/#%21/BeritaIwanFals" target="_blank">@beritaiwanfals</a>)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Akhirnya setelah hampir 3 jam, pertunjukan itu pun diakhiri oleh lagu <em>Kesaksian</em>. Seluruh personel dan bintang tamu naik ke atas pentas bersama-sama penonton menyanyikan lagu fenomenal ini. Tampak diatas panggung Band Kotak, Once dan Piyu Padi.<em>&#8220;Terima kasih kalian begitu luar biasa tertib, sudah dewasa menyaksikan pertunjukan tanpa keributan sedikipun. Kami bangga pada kalian, kita bertemu lagi nanti di sini setelah Pemilu, aku cinta padamu&#8230;!&#8221;</em>, ujar Setiawan Djody menutup pagelaran akbar malam itu.</p>
<p>Namun sayang sekali menurut beberapa penonton yang hadir konser kali ini banyak kekurangan dari segi penyelenggara, padahal Kantata Barock bukan grup &#8216;kemarin sore&#8217; yang baru manggung. Promo yang gencar (cenderung berlebihan) di sosial media ternyata tidak membuat orang berduyun-duyun menyaksikannya. Sound system yang digunakan kurang memadai, raungan gitar Setiawan Djody malah dianggap mengganggu, tata panggung yang &#8216;terlalu&#8217; sederhana meninggalkan ciri khas panggung megah Kantata dengan patung Garuda diatasnya. Dengan harga tiket termurah seratus ribu rupiah, pertunjukan dirasa tidak sebanding dengan harga yang dibayar. Dan catatan yang tidak kalah pentingnya, dari keseluruhan lagu yang dibawakan, menurut sebagian penonton hanya lagu <em>Ombak</em> yang dinyanyikan Iwan Fals secara solo dengan iringan gitar akustiknya yang lebih bisa dinikmati. Ya, kekurangan yang seharusnya tidak terjadi mengingat Kantata cukup kenyang dengan konser megah.</div>
<div>
Ooh masih ada lagi, rupanya konser Kantata Barock ini  membawa dan meninggalkan masalah. Pada siang harinya sebelum konser dimulai, ada jumpa pers berisi nota penolakan konser ini dari musisi Yockie Suryo Prayogo dan ahli waris penyair Rendra yang diwakili oleh Clara Shinta. Yockie SP dan Rendra termasuk yang membidani lahirnya Kantata Takwa, namun Yockie tidak terlibat dalam Kantata Barock dan Rendra telah meninggal dunia.</div>
<div>
Berikut isi nota protes itu:</div>
<div>
<em>Bahwa semua karya cipta lagu atas album Kantata Takwa, Kantata Revolvere dan Kantata Samsara terutama yang terkait dengan adanya nama Yockie Suryo Prayogo sebagai pencipta, baik sendiri maupun secara bersama-sama, mempunyai legalitas hak ekonomi, hak eksklusif, hak moral, performing right (hal untuk mengumumkan) dan Mechanical Right (hak untuk memperbanyak), dimana dalam hal ini, pengertian &#8220;mengumumkan atau memperbanyak&#8221; termasuk kegiatan menerjemahkan, mengadaptasi, mengaransemen, mengalihwujudkan, menjual, menyewakan, meminjam, mengimpor, memamerkan, mempertunjukkan kepada publik, menyiarkan, merekam, dan mengkomunikasi ciptaan kepada publik melalui sarana apapun, sesuai dengan apa yang disebutkan UU No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. </em></div>
<div>
Semoga permasalahannya lekas selesai dan tidak menimbulkan perselisihan berkepanjangan bagi yang berkepentingan. (fk|sb)</div>
<div></div>
<div>sumber : <a href="http://iwanfalsmania.blogspot.com/2011/12/jujur-saja-iwan-fals-tetap-menjadi.html#more">http://iwanfalsmania.blogspot.com/2011/12/jujur-saja-iwan-fals-tetap-menjadi.html#more</a></div>
</div>
<h3 class="post-title entry-title" style="position:relative;font:normal normal normal 18px/normal Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif;margin:0;"><a style="text-decoration:none;color:#6699cc;clear:left;margin-bottom:1em;margin-left:auto;margin-right:auto;" href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2012/01/fotoiwan.jpg"><br />
</a></h3>
<div id="post-body-269773393762502531" class="post-body entry-content" style="width:588px;line-height:1.4;font-size:15px;position:relative;"></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chikalsetiawan.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chikalsetiawan.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chikalsetiawan.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chikalsetiawan.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chikalsetiawan.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chikalsetiawan.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chikalsetiawan.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chikalsetiawan.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chikalsetiawan.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chikalsetiawan.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chikalsetiawan.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chikalsetiawan.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chikalsetiawan.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chikalsetiawan.wordpress.com/471/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chikalsetiawan.wordpress.com&amp;blog=7404337&amp;post=471&amp;subd=chikalsetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2012/01/09/jujur-saja-iwan-fals-tetap-menjadi-magnet-pada-konser-kantata-barock/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8fb822ef9517fb86e991e8492ede8d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chikal setiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2012/01/fotoiwan.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2012/01/imagefromurlkbif.jpg?w=225" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Glenn Fredly Nonton &#8220;KONSER KANTATA TAKWA &#8217;91&#8243; Senayan Jakarta</title>
		<link>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/12/29/pengalaman-glenn-fredly-nonton-konser-kantata-takwa-91-senayan-jakarta/</link>
		<comments>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/12/29/pengalaman-glenn-fredly-nonton-konser-kantata-takwa-91-senayan-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 04:12:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chikal setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[IWAN FALS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chikalsetiawan.wordpress.com/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[Konser Kantata Barock tanggal 30 Desember 2011 di GBK nanti, akan menjadi pembuka dan penyambut tahun 2012, tahun kiamat rezim fasis hari ini power to the people. Jadi pengen berbagi pengalaman yang tak akan terlupakan menyaksikan konser Kantata Takwa tahun 1991 di GBK. Ok gua akan berbagi cerita tentang pengalaman nonton live konser kantata takwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chikalsetiawan.wordpress.com&amp;blog=7404337&amp;post=463&amp;subd=chikalsetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/12/kantata-barock.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-464" title="KANTATA BAROCK" src="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/12/kantata-barock.jpg?w=300&#038;h=215" alt="" width="300" height="215" /></a>Konser Kantata Barock tanggal 30 Desember 2011 di GBK nanti, akan menjadi pembuka dan penyambut tahun 2012, tahun kiamat rezim fasis hari ini power to the people. Jadi pengen berbagi pengalaman yang tak akan terlupakan menyaksikan konser Kantata Takwa tahun 1991 di GBK. Ok gua akan berbagi cerita tentang pengalaman nonton live konser kantata takwa tahun 1991 di GBK semoga tidak terlewat ya&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Konser Kantata Takwa di gelar April 1991 waktu itu saya masih duduk di bangku SMP kelas 2, saya bersama teman-teman sudah menanti konser ini karena niat banget pengen nonton saya dan teman-teman bersusah payah nabung cuma  buat beli tiket Kantata Takwa. IWAN FALS, SWAMI dan KANTATA TAKWA bagai Virus di masa saya SMP dan teman-teman seperti menjadi lagu wajib di saat-saat nongkrong <a href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/12/kantata-barock-display-21.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-465" title="kantata-barock-display-21" src="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/12/kantata-barock-display-21.jpg?w=215&#038;h=300" alt="" width="215" height="300" /></a>bareng teman-teman di kelas, kantin, halte bis dll.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tahu Kantata Takwa akan konser di Stadion Utama Senayan (sebelum GBK) itu bukan dari promo atau Baliho tapi justru dari Polisi. Kenapa dari Polisi?? Jadi sekolah SMP saya itu depannya adalah POLRES, mereka sering nongkrong di warteg deket sekolahan kami, dari obrolan mereka kami tau akan adanya konser kantata takwa itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak bocoran dari Polisi mengenai konser Kantata Takwa itu, saya dan teman-teman terus mencari tahu lewat radio, koran, bahkan obrolan dari pengamen-pengamen jalanan tentang konser ini. Ya roh konser kantata takwa &#8217;91 itu benar-benar terasa sekali dari sebelum promosi muncul luas di media, Social Media belum ada tapi kabar dari mulut ke mulut gokil.</p>
<p style="text-align:justify;">Konser Kantata Takwa &#8217;91 jadi sebuah konser paling dinanti oleh saya dan teman-tman,tidak jajan dan cari kerja tambahan dlakukan oleh saya dan teman-teman demi menyaksikan konser ini. Mulai dari ngamen di bis, jual botol dan koran bekas, saya dan teman-teman SMP lakukan untuk nabung beli tiket konser,terutama untuk temen-teman yg gak mampu kami gotong royong.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/12/kantata-takwa-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-467" title="Kantata-Takwa 2" src="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/12/kantata-takwa-2.jpg?w=450" alt=""   /></a>Hari Konser Kantata Takwa pun tiba, saya dan teman-teman pulang sekolah pagi langsung ganti baju bebas untuk menuju Senayan dari siang kami sudah berangkat ke Stadion Utama Senayan Jakarta. Kami anak SMP yg belagak jadi anak SMA dgn seragam bebas, kami semangat menuju Senayan tapi juga bercampur takut karena kepikiran rusuhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perjalanan ke Senayan, saya melihat ada rombongan beberapa truk yg menyanyikan lagu &#8220;BONGKAR&#8221; yang pastinya juga menuju ke konser Kantata Takwa di Senayan. Akhirnya saya dan teman-teman sampe juga di area Senayan, kami belum masuk sampe di stadion tapi penjagaan di area Senayan seperti mau perang, penuh tentara.</p>
<p style="text-align:justify;">Bersama teman-teman saya sepakat untuk bergabung dengan rombongan lain yang lebih ramai berjalan menuju Stadion senayan, ya.. kami gabung dengan teman-teman STM. Saya  lupa itu gabungan anak STM mana, yang jelas kami berasa aman saja berada ditengah mereka, karena kami ngaku anak STM juga,hahaha #<strong>KT</strong>&#8217;91.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari siang orang sudah berdatangan, sedangkan konser Kantata Takwa baru mulai setelah magrib, saya serta teman-teman mulai masuk dalam stadion sekitar jam3 sore. Penuh usaha untuk bisa masuk sampai kedalam stadion, dari pemeriksaan oleh tentara super ketat, antrian panjang sampe hilang dari rombongan temen-tman. Tapi kami berjumpa lagi di Tribun stadion, saya dan teman-teman bengong liat panggung raksasa berbentuk Rajawali, ini pengalaman saya nonton konser.</p>
<p style="text-align:justify;">Konser Kantata Takwa ada opening act-nya Ikang Fauzi &amp; Anggun C Sasmi dengan topi baretnya, Penonton menggila karena mau  Kantata Takwa segera mulai. Konser Kantata Takwa belum mulai suasana dalam stadion memanas, karena personil aparat senjata lengkap ditambah ke dalam stadion. Dari tribun stadion liat lautan manusia yang di kelas festival, hasrat ingin gabung untuk berada di festival muncul dan saya pun nekat ke festival. Akhirnya saya dan beberapa teman kita berada di festival, atas usaha &#8216;gila&#8217;, panggung makin dekat mata, diantara himpitan org kami menanti munculnya para personil Kantata Takwa. Oiya opening act selain ada Ikang fauzi dan Anggun C sasmi ada juga Nicky astria, nah saat Nicky astria nyanyi tribun bawah mulai rusuh. Stadion Senayan rasanya tidak cukup menampung lautan manusia dengan jiwa yg &#8216;haus&#8217;, belum lagi manusia diluar stadion yg tdk bisa masuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Konser Kantata Takwa jadi peristiwa budaya paling fenomenal di Indonesia, khususnya untuk Jakarta, semangat baru lahir di konser ini untuk melawan angkuhnya rezim Orba. Melihat penyair WS Rendra, Iwan Fals, Jabo, Jody dan musisi lain begitu tampil diatas panggung Rajawali raksasa itu, seperti peluru kendali siap luncur. Saya dan beberapa teman &#8216;terjebak&#8217; ditengah lautan manusia dewasa yg menggila, konser Kantata Takwa pun mulai, ABG dtengah arus perlawanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Konser Kantata Takwa begitu mulai seperti bensin yang bertemu dgn api, saya bisa lihat raut muka aparat yg pucat dan panik, senjata mereka jadi sedotan. Lagu demi lagu mengalun dari Konser Kantata Takwa, nah ada kejadian listrik padam, kebayang nggak tegangnya stadion, pikiran disabotase meghinggapi pikiran kami waktu itu. Spontan, dipadamnya listrik, koor tanpa komando lagu &#8216;BONGKAR&#8217; menggema buat bulu kuduk berdiri, saya bersama teman-teman tetap bertahan. Semua personil Kantata Takwa tetap gagah dan tenang menghadapi keadaan seperti itu, itu juga yang membuat penonton tambah smangat untuk tetap bernyanyi. Pada saat listrik nyala, kalo tidak salah lagu pamungkas &#8216;Bongkar&#8217; dimainkan, benar-benar suara ratusan ribu penonton menghujam tembok penguasa. Lagu Paman Domblang, Rajawali, Suara pengangguran, Bento, bagai peluru yang menghujam jantung penguasa Orba Soeharto..bener-benar EPIC kawan!!#<strong>KT</strong>&#8217;91.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini link Suasana Konser Kantata Takwa&#8217;91 perform &#8220;Bongkar&#8221; http://www.youtube.com/watch?v=MmyDsX9kzns</p>
<p style="text-align:justify;">Saya beruntung jadi saksi sejarah Konser KantataTakwa tahun &#8217;91, ABG seperti saya dapat pelajaran berharga tentang sebuah perjuangan lewat budaya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">sekian</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Cerita diatas adalah cerita nyata Glenn Fredly yang penulis ambil dari twitter beliau &#8221; http://twitter.com/#!/GlennFredly semoga Glenn tidak keberatan Kicauannya di twitter penulis rangkum lagi dan dibagikan ke teman-teman yang lain dan semoga ada manfaatnya. Amin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chikalsetiawan.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chikalsetiawan.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chikalsetiawan.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chikalsetiawan.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chikalsetiawan.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chikalsetiawan.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chikalsetiawan.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chikalsetiawan.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chikalsetiawan.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chikalsetiawan.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chikalsetiawan.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chikalsetiawan.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chikalsetiawan.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chikalsetiawan.wordpress.com/463/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chikalsetiawan.wordpress.com&amp;blog=7404337&amp;post=463&amp;subd=chikalsetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/12/29/pengalaman-glenn-fredly-nonton-konser-kantata-takwa-91-senayan-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8fb822ef9517fb86e991e8492ede8d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chikal setiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/12/kantata-barock.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">KANTATA BAROCK</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/12/kantata-barock-display-21.jpg?w=215" medium="image">
			<media:title type="html">kantata-barock-display-21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/12/kantata-takwa-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kantata-Takwa 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Piramida di Jawa Barat Lebih Tua Dari Piramida Giza</title>
		<link>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/12/05/piramida-di-jawa-barat-lebih-tua-dari-piramida-giza/</link>
		<comments>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/12/05/piramida-di-jawa-barat-lebih-tua-dari-piramida-giza/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 04:12:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chikal setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chikalsetiawan.wordpress.com/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA - Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial Andi Arief mengatakan bahwa tim katastropik purba yang melakukan penelitian intensif menemukan dugaan adanya bangunan berbentuk piramida di Desa Sadahurip dekat Wanaraja Garut, Jawa Barat menemukan fakta yang cukup mengagetkan. “Dari hasil penelitian intensif dan uji karbon dipastikan bahwa umur bangunan yang terpendam dalam gunung tersebut lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chikalsetiawan.wordpress.com&amp;blog=7404337&amp;post=458&amp;subd=chikalsetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/12/piramid2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-459" title="piramid" src="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/12/piramid2.jpg?w=300&#038;h=165" alt="" width="300" height="165" /></a>JAKARTA</strong> - Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial Andi Arief mengatakan bahwa tim katastropik purba yang melakukan penelitian intensif menemukan dugaan adanya bangunan berbentuk piramida di Desa Sadahurip dekat Wanaraja Garut, Jawa Barat menemukan fakta yang cukup mengagetkan.</p>
<p>“Dari hasil penelitian intensif dan uji karbon dipastikan bahwa umur bangunan yang terpendam dalam gunung tersebut lebih tua dari Piramida Giza,&#8221; kata Andi dalam pesan singkatnya kepada <strong>Okezone</strong>, Selasa (22/11/2011).</p>
<p>Andi menambahkan dari beberapa gunung yang di dalamnya ada bangunan menyerupai piramid, setelah diteliti secara intensif dan uji <em>carbon dating</em>, dipastikan umurnya lebih tua dari Piramida Giza.</p>
<p>Sekadar catatan, lanjut Andi, Piramida Giza selama ini dikenal sebagai piramida tertua dan terbesar dari 3 piramida yang ada di Nekropolis Giza. Dipercaya bahwa piramida ini dibangun sebagai makam untuk firaun dinasti keempat Mesir, Khufu dan dibangun selama lebih dari 20 tahun dan diperkirakan berlangsung pada sekitar tahun 2560 sebelum Masehi.</p>
<p>Dalam beberapa waktu ke depan, Tim Katastropik Purba akan melakukan paparan ke publik tentang temuan-temuannya tersebut. Tak hanya soal temuan piramida di Garut tersebut, tim ini nantinya juga akan memaparkan temuan istimewa di kawasan Trowulan, Batu Jaya, beberapa lokasi menhir di Sumatera dan lain-lain.</p>
<p>“Ada temuan mencengangkan tentang uji carbon dating pada 3 lapis kebudayaan di kawasan Trowulan yang terlanjur kita sebut Majapahit pada zaman sejarah masehi itu. Juga tentang temuan-temuan lapisan sejarah di Lamri Aceh dan sekitarnya,” ungkapnya.</p>
<p>Terhadap temuan ini, sambung Andi, Tim Katastropik Purba juga akan terus berkoordinasi dengan bidang kepurbakalaan, antropologi, arkeologi, pakar budaya, ahli sejarah dan lainnya. Disamping akan terus berkoordinasi lintas ilmu kebumian sehubungan dengan temuan-temuan sejarah bencana-bencana lokal dan global untuk dicari mitigasinya.</p>
<p>&#8220;Sekadar catatan, beberapa hasil penelitian Tim Katastropik Purba ini telah disampaikan kepada publik. Di antaranya, rekomendasi agar 3 gunung di Jawa Barat yakni  Gunung Kaledong, Gunung Putri, dan Gunung Haruman dijadikan sebagai cagar budaya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Rekomendasi itu atas dasar penelitian melalui metoda ilmu kebumian, meneliti sumber-sumber bencana alam dan melacak informasi dari masa lalu yang berkaitan dengan kejadian bencana alam katastropik.</p>
<p>Obyek penelitian lain yang berada pada jalur-jalur patahan gempabumi dan gunung api di sepanjang Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa timur, Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan sampai Papua, terus dikaji secara ilmiah. “Hasil penelitian-penelitian lanjutan tentang ini akan disampaikan ke publik,” pungkasnya.</p>
<p><strong>(abe)</strong></p>
<p>Sumber : http://news.okezone.com/read/2011/11/22/337/532902/piramida-di-jawa-barat-lebih-tua-dari-piramida-giza</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chikalsetiawan.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chikalsetiawan.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chikalsetiawan.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chikalsetiawan.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chikalsetiawan.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chikalsetiawan.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chikalsetiawan.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chikalsetiawan.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chikalsetiawan.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chikalsetiawan.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chikalsetiawan.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chikalsetiawan.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chikalsetiawan.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chikalsetiawan.wordpress.com/458/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chikalsetiawan.wordpress.com&amp;blog=7404337&amp;post=458&amp;subd=chikalsetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/12/05/piramida-di-jawa-barat-lebih-tua-dari-piramida-giza/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8fb822ef9517fb86e991e8492ede8d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chikal setiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/12/piramid2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">piramid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malaikat Surgaku</title>
		<link>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/11/18/malaikat-surgaku/</link>
		<comments>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/11/18/malaikat-surgaku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 03:01:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chikal setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chikalsetiawan.wordpress.com/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[Ia yang dulu berbagi nafas denganku.. Sampai sekarang tetap begitu.. Ia yang dulu berbagi raga denganku.. Sampai sekarang kita menyatu.. Ia yang dulu berbagi lelah denganku.. Ketika ini ia tak mau.. Ia yang dulu berbagi nyawa denganku.. Ketika ini ia tak ragu.. Tiada yang seteduh laku pandangmu.. Membuatku tahu ada yang mereka sebut nirwana.. Hingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chikalsetiawan.wordpress.com&amp;blog=7404337&amp;post=451&amp;subd=chikalsetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ia yang dulu berbagi nafas denganku..<br />
Sampai sekarang tetap begitu..<br />
Ia yang dulu berbagi raga denganku..<br />
Sampai sekarang kita menyatu..<br />
Ia yang dulu berbagi lelah denganku..<br />
Ketika ini ia tak mau..<br />
Ia yang dulu berbagi nyawa denganku..<br />
Ketika ini ia tak ragu..</p>
<p>Tiada yang seteduh laku pandangmu..<br />
Membuatku tahu ada yang mereka sebut nirwana..<br />
Hingga aku tak takut melangkah di dunia..</p>
<p>Ku dengar saatku tertidur..<br />
Namaku kau sebut berulang kali hingga jatuh air matamu..<br />
Ku yakin kau berbincang dengan penciptamu..<br />
Sekali lagi ku yakin itu doa..<br />
Doa tulusmu padaku..</p>
<p>Maaf aku hanya diam membatu..<br />
Tak banyak membantu dalam hidupmu..<br />
Malah nyenyak menyenderkan bahu..<br />
Tanpa tahu bagaimana kau selalu bersenandung lagu tidur untukku..<br />
Karena ku terlelap terlalu cepat..<br />
Hingga tersenyum pun tak sempat..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kini..<br />
Aku bukan seseorang yang pantas merengek lagi..<br />
Tidak seperti dulu aku yang tak mau tahu..<br />
Kau..<br />
Kau menangis saat rengekan pertamaku di dunia kau dengar..<br />
Tangis bahagia..<br />
Entah rengekan ku beberapa hari lalu..<br />
Tak sampai hati jika kau kini sendu..</p>
<p>Aku kesal padamu..<br />
Kau membuat sesuatumu kekal..<br />
Sedang aku hanya orang tak tahu malu..<br />
Malu akan sesuatu yang tulus..<br />
O ia..<br />
Mungkin selama ini..<br />
Aku diam..<br />
Karena memang tak ada kata yang sepadan untuk mu..<br />
Kau..<br />
Kau..<br />
Adalah superior!!!<br />
Karena perasaan mu merobek bahasa..<br />
Tak kenal usia..</p>
<p>Di atas semuanya..<br />
Aku hanya ingin berucap..</p>
<p>“Terima kasih”</p>
<p>Untuk ibuku..<br />
Malaikat yang nyata bagiku..</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chikalsetiawan.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chikalsetiawan.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chikalsetiawan.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chikalsetiawan.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chikalsetiawan.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chikalsetiawan.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chikalsetiawan.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chikalsetiawan.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chikalsetiawan.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chikalsetiawan.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chikalsetiawan.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chikalsetiawan.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chikalsetiawan.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chikalsetiawan.wordpress.com/451/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chikalsetiawan.wordpress.com&amp;blog=7404337&amp;post=451&amp;subd=chikalsetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/11/18/malaikat-surgaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8fb822ef9517fb86e991e8492ede8d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chikal setiawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Nak&#8221;</title>
		<link>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/10/17/nak/</link>
		<comments>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/10/17/nak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 04:13:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chikal setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[ungkapanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chikalsetiawan.wordpress.com/?p=444</guid>
		<description><![CDATA[Dunia terasa diam dan sepi Melihat bayangan di atas wajahku Termenung ku melangkah di hidup ini Hanya ada renungan yang membayang di pikiranku Wahai dunia, apakah ini yang sebenarnya Sungguh indah di cahaya mata Tapi ntahlah yang sebenarnya Seakan sendiri melangkah pahitnya hidup ini Mungkin aku tak sendiri Seandainya kau ada di sini denganku Berbagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chikalsetiawan.wordpress.com&amp;blog=7404337&amp;post=444&amp;subd=chikalsetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNoSpacing">Dunia terasa diam dan sepi<br />
Melihat bayangan di atas wajahku<br />
Termenung ku melangkah di hidup ini<br />
Hanya ada renungan yang membayang di pikiranku</p>
<p class="MsoNoSpacing">Wahai dunia, apakah ini yang sebenarnya<br />
Sungguh indah di cahaya mata<br />
Tapi ntahlah yang sebenarnya<br />
Seakan sendiri melangkah pahitnya hidup ini</p>
<p class="MsoNoSpacing">Mungkin aku tak sendiri<br />
Seandainya kau ada di sini denganku<br />
Berbagi rasa yang sama<br />
Bercerita tentang layang-layang yang putus</p>
<p class="MsoNoSpacing">Bercerita tentang ayahmu sewaktu muda</p>
<p class="MsoNoSpacing">Bercerita tentang kenakalan ayahmu sewaktu bujangan</p>
<p class="MsoNoSpacing">Akan seperti itu ayah ceritakan jikalau engkau ada</p>
<p class="MsoNoSpacing">
<p class="MsoNoSpacing">Tapi hanya sekedar bayangan yang selalu menemaniku<br />
Hiasi malam sepiku, Hiasi setia hari-hariku</p>
<p class="MsoNoSpacing">Walau sudah sekian lama aku berharap</p>
<p class="MsoNoSpacing">Tapi engkau belum juga hadir “Nak”.</p>
<p class="MsoNoSpacing">
<p class="MsoNoSpacing">Aku sangat merindukan dirimu Nak<br />
Hanya pikiran yang mematung tersirat<br />
Syair ini seutas lintasan dalam pikiranku<br />
Untuk diriku yang sudah ingin mendengar tangisanmu “Nak”</p>
<p class="MsoNoSpacing">Smoga engkau cepat hadir tuk temani ayahmu ini</p>
<p class="MsoNoSpacing">
<p class="MsoNoSpacing">Nanti kita pergi ke kampung ayahmu</p>
<p class="MsoNoSpacing">Disana kita bermain layang-layang dipinggir sawah</p>
<p class="MsoNoSpacing">Disana nanti ayah ajarkan engkau mengaji</p>
<p class="MsoNoSpacing">Disana nanti ayah ajak engkau nyekar di makam kakek dan Nenekmu Nak</p>
<p class="MsoNoSpacing">
<p class="MsoNoSpacing">Entahlah…<br />
Seperti terbesit heningan diriku<br />
Ya karim, Ya rahman<br />
Hanya kepadamu aku berpulang dan menghiba<br />
Tentang semua yang terjadi dalam hidupku<br />
Sesungguhnya aku hanya sebidak catur dalam permainan catur<br />
Yang telah engkau ciptakan..<br />
Tapi semua akan aku jalani<br />
Seperti rambut ini yang kian memutih<br />
Menunggu dan menunggu sang buah hati<br />
Smoga kau cepat hadir tuk temani ayahmu ini “Nak”</p>
<p class="MsoNoSpacing">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chikalsetiawan.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chikalsetiawan.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chikalsetiawan.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chikalsetiawan.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chikalsetiawan.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chikalsetiawan.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chikalsetiawan.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chikalsetiawan.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chikalsetiawan.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chikalsetiawan.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chikalsetiawan.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chikalsetiawan.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chikalsetiawan.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chikalsetiawan.wordpress.com/444/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chikalsetiawan.wordpress.com&amp;blog=7404337&amp;post=444&amp;subd=chikalsetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/10/17/nak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8fb822ef9517fb86e991e8492ede8d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chikal setiawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>12 Hal yang mungkin anda belum tau tentang Iwan Fals (sekedar share)</title>
		<link>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/09/08/12-hal-yang-mungkin-anda-belum-tau-tentang-iwan-fals-sekedar-share/</link>
		<comments>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/09/08/12-hal-yang-mungkin-anda-belum-tau-tentang-iwan-fals-sekedar-share/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2011 07:14:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chikal setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[IWAN FALS]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chikalsetiawan.wordpress.com/?p=432</guid>
		<description><![CDATA[1. Sebelum album ‘Sarjana Muda’ (1981), Iwan Fals sebenarnya sudah pernah rilis beberapa  album. Tetapi sekarang tidak ada satupun yang bisa ditemukan di record store. Semuanya jadi collector item yang diburu para penggemar fanatiknya. Karya-karya yang musik dan liriknya sangat sederhana tersebar dibeberapa album yaitu ‘Yang Muda Yang Bercanda’, ‘Canda Dalam Nada’, ‘Canda Dalam Ronda’, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chikalsetiawan.wordpress.com&amp;blog=7404337&amp;post=432&amp;subd=chikalsetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/09/1_415016773l.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-435" title="1_415016773l" src="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/09/1_415016773l.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a>1. Sebelum album ‘Sarjana Muda’ (1981), Iwan Fals sebenarnya sudah pernah rilis beberapa  album. Tetapi sekarang tidak ada satupun yang bisa ditemukan di record store. Semuanya jadi collector item yang diburu para penggemar fanatiknya. Karya-karya yang musik dan liriknya sangat sederhana tersebar dibeberapa album yaitu ‘Yang Muda Yang Bercanda’, ‘Canda Dalam Nada’, ‘Canda Dalam Ronda’, ‘Perjalanan’ dan ‘Tiga Bulan’. Bisa dihitung hanya beberapa yang masih memiliki dan merawat album-album ini.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Sebelumnya nama Iwan Fals memiliki ejaan yang berubah-ubah. Dalam beberapa album lamanya pernah memakai ejaan IWAN FALES, IWAN PALES, IWAN FALLS, IWAN FALSE. Hingga akhirnya disederhanakan oleh pihak recording menjadi Iwan Fals saja. Pada album lamanya juga pernah dicantumkan nama asli (Virgiawan Listanto) sebagai pencipta lagu.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Iwan Fals pernah membuat lagu berjudul ‘Anissa’ yang intinya bercerita tentang kelahiran putri keduanya (Anissa Cikal Rambu Bassae) dimana banyak peristiwa yang terjadi selama masih didalam kandungan. Sedianya lagu ini masuk dalam album ‘Aku Sayang Kamu’ pada tahun 1986. Namun tidak jadi dimasukkan dengan alasan pihak recording (Musica Studio) tidak mau mengambil resiko menampilkan lagu dengan lirik yang keras. Kalau kita baca sampul album ‘Aku Sayang Kamu’, pada bagian penata musik terdapat kata-kata Anissa namun lagu ini tidak pernah ada. Lagu ini sempat diputar di radio tetapi hanya sebentar. Beberapa fans fanatik beruntung bisa mendapat rekamannya dan menjadikan koleksi yang berharga.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Lagu ‘Kemesraan’ adalah karya dari Franky dan Jhony Sahilatua yang pada awalnya dinyanyikan oleh duet legendaris Franky &amp; Jane. Namun pada masa itu lagu ini tidak terlalu populer. Kemudian Iwan Fals ditawari untuk menyanyikan kembali bersama Titiek Hamzah. Lagi-lagi karya ini tidak terlalu dikenal. Baru kemudian pada tahun 1988 lagu ini dinyanyikan bersama-sama penyanyi lain yang tergabung dalam Musica Studio seperti Chrisye (alm), Rafika Duri, Betharia Sonata dan sebagainya dan menjadi lagu yang populer dan legendaris. Lagu Kemesraan versi terakhir ini adalah titik awal populernya lagu gaya ‘keroyokan’ di Indonesia yang saat itu memang sedang menjadi trend. Karya ini sampai sekarang menjadi lagu ‘wajib’ perkumpulan ibu-ibu atau acara seremonial lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Iwan Fals pernah mengusulkan nama ‘Septiktank’ sebagai nama grup band yang akan dibentuk pada tahun 1989 bersama Jabo, Yockie, Naniel, Nanoe, Innisisri, Totok Tewel dan Tatas. Namun beberapa personil menolaknya sehingga dilakukan lotere. Dan terpilihlah nama ‘Swami’ yang merupakan usulan dari Jabo. Ini plesetan dari kata ‘suami’ karena mereka semua sudah beristri. Nama Swami dan Iwan Fals tidak bisa dilepaskan dan melahirkan single hits yang begitu fenomenal sepanjang masa yaitu lagu ‘Bento’.</p>
<p style="text-align:justify;">6. Pitat Haeng, sebuah nama yang mungkin asing ditelinga kita. Tapi tahukah anda, nama ini adalah nama samaran yang digunakan Iwan Fals. Nama ini dipakainya ketika menciptakan lagu yang cukup terkenal di era 90-an berjudul ‘Pak Tua’ untuk Elpamas sebuah grup band, dan pernah digunakan ketika membantu album ‘Bukan Debu Jalanan’ (1991) milik Sawung Jabo. “Pitat Haeng itu bahasa slengnya Jogja untuk Iwan Fals. Pitat itu Iwan, Haeng itu Fals. Dia pake nama itu karena nggak mau orang lain membeli album saya karena ada namanya. Dia punya pikiran yang baek”, kata Jabo. Iwan Fals suka membuat karya untuk orang lain dengan nama samaran. Dan kemungkinan masih ada beberapa nama yang belum pernah diketahui.</p>
<p style="text-align:justify;">7. Album ‘Cikal’ (1991) adalah salah satu album solo paling dahsyat dalam sejarah karir Iwan Fals. One of Iwan Fals’s loose albums. Terdapat sentuhan jazz dalam beberapa lagu seperti ‘Proyek 13’ dan ‘Cendrawasih’. Kemampuan Iwan Fals menulis lirik disini benar-benar mengagumkan. Album ini hanyalah sebagian dari kejeniusan seorang Iwan Fals. Ini adalah album dimana Iwan Fals menanggalkan bayang-bayang Bob Dylan, dan dia melakukan dengan sempurna.</p>
<p style="text-align:justify;"> 8. Album &#8216;Hijau&#8217; adalah album Iwan Fals yang ‘melawan arus’. Namun album yang keluar pada tahun 1992 ini sangat istimewa, baik pengerjaan musik, lirik, maupun kisah dibalik prosesnya. Iwan Fals sempat akan membakar master album ini sebelum diproduksi. Alasannya Iwan Fals merasa tersinggung albumnya ditawar-tawar oleh dua produser dari Harpa Record dan Prosound yang bersaing ketat membeli master album ini. Setelah album ‘1910’ (1988), Iwan Fals tidak dikontrak lagi dengan Musica Studio. Akhirnya master album ini dibeli oleh Prosound seharga Rp.365 juta termasuk sampul yang dibuat Dik Doang dan video klip. Bayangkan nilai segitu pada 1992. Sayangnya album yang mengusung musik kontemporer berkualitas tinggi ini tidak terlalu laku. Bukan album yang mudah dikonsumsi telinga pendengar biasa. Dan lebih tepatnya bisa dibilang hanya yang mengerti musik yang bisa mengatakan album ini luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">9. Iwan Fals hanya membutuhkan gitar akustik dan harmonika untuk menghasilkan sebuah album yang mengagumkan dan luar biasa. Pada album ‘Belum Ada Judul’ (1992) dia kembali ke gaya awal. Walaupun karya Iwan Fals di album ini mengingatkan kembali pada karya-karya Bob Dylan, terutama tiupan harmonikanya, tetap saja kalau bicara soal album akustik ini adalah karya Iwan Fals yang paling maksimal dari yang pernah ada. Album ini direkam secara live hanya selama 6 (enam) jam.</p>
<p style="text-align:justify;">10. Iwan Fals kembali mengusulkan nama nyeleneh untuk grup band barunya. Ia pernah mengusulkan nama ‘Duda’ untuk band yang formasinya tidak jauh beda dengan grup ‘Swami’ yang telah lama vakum. Namun usul itu ditolak, dan akhirnya sepakat menggunakan nama ‘Dalbo’ yang berarti anak genderuwo. Album ini meluncur pada tahun 1993.</p>
<p style="text-align:justify;">11. Album ‘Manusia Setengah Dewa’ (2004) adalah sebuah album akustik Iwan Fals yang mengingatkan kembali kepada album ‘Belum Ada Judul’ (1992). Album ini sempat mendapat protes karena tampilan gambar di covernya. Album ini dikerjakan secara live dan memakan waktu 2 (dua) bulan. Yang menarik disini adalah, setelah proses rekaman sudah final dan siap diproduksi, Iwan Fals baru sadar kalau dia lupa memainkan harmonika. Untuk mengulang lagi jelas memakan waktu, akhirnya album ini total hanya menampilkan permainan gitar akustik Iwan Fals.</p>
<p style="text-align:justify;">12. Kalau diperhatikan, beberapa tahun terakhir ini kita tidak pernah mengetahui apa merk gitar atau alat musik lainnya yang digunakan oleh Iwan Fals juga musisi pendukung dalam setiap konsernya. Semua merk atau logo baik yang ada di alat musik dan sound system selalu ditutupi atau dihilangkan. Hal yang sama juga berlaku pada background panggung yang bersih dari sponsor.</p>
<p style="text-align:justify;">**Sumber : http://iwanfalsmania.blogspot.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chikalsetiawan.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chikalsetiawan.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chikalsetiawan.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chikalsetiawan.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chikalsetiawan.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chikalsetiawan.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chikalsetiawan.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chikalsetiawan.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chikalsetiawan.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chikalsetiawan.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chikalsetiawan.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chikalsetiawan.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chikalsetiawan.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chikalsetiawan.wordpress.com/432/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chikalsetiawan.wordpress.com&amp;blog=7404337&amp;post=432&amp;subd=chikalsetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/09/08/12-hal-yang-mungkin-anda-belum-tau-tentang-iwan-fals-sekedar-share/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8fb822ef9517fb86e991e8492ede8d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chikal setiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/09/1_415016773l.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">1_415016773l</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demi Sarjana dan Suamiku</title>
		<link>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/08/18/demi-sarjana-dan-suamiku/</link>
		<comments>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/08/18/demi-sarjana-dan-suamiku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 07:52:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chikal setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chikalsetiawan.wordpress.com/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Aku wanita yang terlahir dari keluarga sederhana, Aku anak pertama dari 3 bersodara. Selepas SMA aku pergi merantau ke Ibukota dengan harapan dapat mendapatkan pekerjaan yang baik dan bisa membantu perekonomian orang tuaku di kampung yang harus masih membiayai adik-adikku sekolah. Di Jakarta aku tinggal di kost’an temen yang kebetulan sudah bekerja di sebuah pabrik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chikalsetiawan.wordpress.com&amp;blog=7404337&amp;post=426&amp;subd=chikalsetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/08/wanita_menangis1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-429" title="wanita_menangis" src="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/08/wanita_menangis1.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a>Aku wanita yang terlahir dari keluarga sederhana, Aku anak pertama dari 3 bersodara. Selepas SMA aku pergi merantau ke Ibukota dengan harapan dapat mendapatkan pekerjaan yang baik dan bisa membantu perekonomian orang tuaku di kampung yang harus masih membiayai adik-adikku sekolah. Di Jakarta aku tinggal di kost’an temen yang kebetulan sudah bekerja di sebuah pabrik di kawasan Industri di Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah sebulan lamanya menunggu akhirnya pekerjaan itu datang menghampiriku, setelah selama sebulan pula mengirimkan ratusan lamaran ke perusahaan-perusahaan yang di rekomendasikan temen-temenku. Alhamdulillah aku di terima di sebuah perusahaan Surat Kabar terkemuka di Ibu kota, walau cuma staff biasa tapi aku sangat bersyukur dengan rejeki ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari-hari yang aku jalani begitu bergairah, pagi-pagi aku sudah terbangun dan siap berangkat kerja, pulang sore, begitulah kegiatanku setiap hari yang di jalani. Aku begitu semangat menjalani kehidupan dan rutinitas selama ini, karena apa yang di cita-citakan untuk membantu kedua adikku bisa bersekolah akhirnya bisa terlaksana.</p>
<p style="text-align:justify;">Dua tahun sudah aku menjalani pekerjaan ini, dan selama setahun terakhir aku sedang dekat dengan seorang laki-laki yang gagah, tampan dan kaya. Dia seorang pengusaha muda yang tekun, dan selalu merasa Optimis dalam menjalani kehidupan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Pria tampan itu berulang kali menyatakan kekagumannya akan kecantikanku, parasku yang ayu, dan senyumku yang manis yang menurut pengakuannya bahwa dia itu benar-benar mencintaiku dan ingin segera menyuntingku untuk mau di jadikan sebagai istrinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tidak yakin dengan niat laki-laki itu, mana mungkin seorang pria tampan, gagah dan tajir mau sama perempuan sepertiku, tapi laki-laki itu selalu meyakinkanku bahwa dia benar-benar ingin segera menikahiku.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya aku percaya dan bersedia menjadi isterinya, dan Alhamdulillah akhirnya aku resmi menjadi isterinya. Aku tak lagi tinggal di Kost’an seperti dulu lagi, dan aku juga berhenti bekerja dari Perusahaan Surat Kabar itu. Suami yang menyuruhku untuk menjadi seorang ibu rumah tangga aja dan focus mengurusi suami dan keluarga.</p>
<p style="text-align:justify;">Setahun kemudian aku dikarunia seorang putera yang tampan seperti bapaknya, anugerah terindah yang tuhan kasih buat keluargaku. Terasa lengkap sudah aku menjadi manusia, kini aku sudah menjadi seorang isteri untuk suami yang begitu mengasihiku, juga menjadi seorang ibu buat anakku yang tampan ini. Keluargaku hidup dengan berkecukupan, dan usaha suamiku Alhamdulillah semakin berkembang pesat, dan kini semakin tambah bekerja keras dengan kehadiran seorang putera di keluarga kami ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi kehidupan gak selalu berjalan mulus bak mata air dari hulu sampai ke hilirnya, Jujur sebenarnya suamiku begitu menyayangiku, menerima aku apa adanya, menerima semua kekurangan dan kelebihanku. Tapi di mata sodara-sodara suamiku aku selalu di kucilkan, katanya aku tidak bisa beradaptasi ketika kumpul dengan keluarga besar suamiku. Mereka bilang aku tak berpendidikan dan tak selevel dengan keluarga suamiku yang rata-rata semuanya menyandang gelar sarjana, sedangkan aku hanyalah lulusan SMA.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi aku coba bertahan dengan situasi ini, aku hanya bisa terdiam dan tak bisa apa-apa karena memang kenyataannya seperti itu, aku yang hanya terlahir dari keluarga sangat sederhana, sedangkan mereka keluarga suamiku semuanya terlahir dari keluarga terdidik.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya perlakuan itu sudah aku rasakan sejak aku nikah sama suamiku dulu, tapi semakin sini malah semakin gak nyaman aja kalo mendengar omongan kakaknya suamiku itu, dia bilang orang itu bisa di hargai karena pendidikannya bukan karena kecantikannya. Sakit banget rasanya hati ini, mendengar kata-kata seperti itu, aku juga mau punya gelar sarjana seperti mereka, andaikan aku terlahir di keluarga yang mampu mungkin aku juga bisa menyandang predikat sarjana itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu hari adik suamiku datang berkunjung ke rumahku, kebetulan hari itu hari minggu. Melihat ada adik ipar aku langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan buat suami dan adik iparku sekalian. Sedangkan suamiku dan adiknya asik bermain dengan si kecil di ruang keluarga.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah masakan siap, aku panggil suamiku dan adiknya untuk segera sarapan. Di sela-sela sarapan adik iparku nyeletuk, kak kenapa dulu gak kuliah? Coba kalo dulu kakak kuliah, pasti mama dan papa akan bisa lebih nerima kakak ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Selera makanku jadi hilang seketika, kejadian seperti ini sudah berulang kali bahkan lebih dari ratusan kali terdengar singgah di kupingku. Seketika aku menghentikan sarapanku, dan langsung ngelooyor masuk kamar sambil memangku si kecil.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya suamiku dari dulu sudah sering kali menyuruhku untuk kuliah, agar keluarganya bisa nerima aku, karena di keluarga suamiku, yang bukan sarjana hanyalah aku seorang. Suamiku selalu meminta dengan sangat agar aku mau kuliah, karena saking sayangnya dia sama aku, tapi aku selalu beralasan otakku tidak akan mampu lagi untuk kuliah, apalagi sekarang sudah punya anak semakin repot aja.</p>
<p style="text-align:justify;">Malam harinya suamiku berkata lagi, agar aku mau kuliah supaya keluarganya lebih welcome sama aku, coba kamu cari kampus-kampus swasta yang kira-kira kamu bisa. Aku yakin kamu mampu dan pasti bisa ucap suamiku setengah memaksaku untuk kuliah.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah kupikirkan beberapa saat dan harus mengikuti keinginan suami akhirnya aku bersedia kuliah, tapi dengan catatan waktu untuk keluarga tak akan bisa full seperti dulu lagi, dan suamiku pun mengerti dan bisa memahami catatanku itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Singkat cerita mulai bulan depan aku sudah mulai kuliah di sebuah kampus swasta ternama di Ibukota. Aku ambil kelas karyawan yang malam hari, karena kalo siang aku harus mengurusi si kecil yang lagi sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayangku. Aku selalu berangkat dari rumah setengah 6 sore, karena perkuliahanku di mulai setengah 7 malam sedangkan perjalanan dari rumah menuju kampus sekitar 1 jam.</p>
<p style="text-align:justify;">Semester pertama aku harus tertatih-tatih dalam mengikuti mata kuliah ini, apalagi ketika si dosen sudah memberikan tugas rumah, hampir semua tugas yang di berikan dosen itu gak pernah aku kerjain. Sehinga semester pertama ada beberapa mata kuliahku yang dapat nilai D dan E sehingga mau tidak mau aku harus mengulangnya lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Bebanku semakin menghimpit, Otakku terasa mau pecah membagi tugas rumah tangga dan mengikuti kuliah membuatku seperti orang stress. Kejadian itu terus berlanjut dan semakin parah lagi sehingga semester 2 kejadiannya persis sama dengan semester satu dengan nilai yg hampir semuanya anjlok.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya aku bicarakan dengan suami, aku minta ijin agar aku berhenti kuliah aja karena aku benar-benar merasa tidak mampu menjalaninya, tapi suamiku bilang kamu jangan menyerah seperti itu, coba kamu cari jalan untuk mengatasi masalah itu… Tanya teman2mu di kampus siapa tau ada jalan keluarnya. Suamiku hanya ingin gelar sarjana dari diriku, agar aku bisa di terima di tengah keluarga besarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah sharing dengan suami, besoknya di kampus coba cerita sama teman, berkeluh kesah dengan hasil nilai mata kuliahku yang jeblok, temanku menyarankan untuk menemui dosen-dosen yang ngasih nilai anjlok tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Mendengar masukan dari temen, akhirnya aku memberanikan diri menemui dosenku, setelah ketemu dengan sang dosen aku bercerita minta bantuan beliau agar nilaiku bisa di bantu, tapi bapak dosen itu malah suruh menemuinya besok malam, akhirnya aku pamit tapi ada sedikit harapan, mudah2an bapak dosen bisa membantu nilaiku menjadi baik ucap hatiku saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesampainya di kampus keesokan malamnya aku langsung menuju ruangan TU, untuk bisa ketemu dengan sang dosen yang kemarin menyuruhku menemuinya, tapi sial si dosen gak datang malam itu, dan akhirnya aku memberanikan diri meminta nomor telpon ke bagian TU, setelah dapat aku coba langsung menghubunginya. Ketika telponku di angkat sama beliau, dosen itu malah suruh menemui dirinya di sebuah Hotel karena lagi ada seminar katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan terpaksa aku langsung meluncur ke sebuah hotel yang di bilangin tadi sama si dosen, sesampainya di hotel aku langsung menemui beliau. Terus si dosen menyuruhku masuk ke sebuah kamar dan dipersilahkan duduk, Aku duduk di sebuah kursi dekat ranjang. Aku berkata tolong bantu nilai saya pak, jangan sampai sampai saya harus mengulang mata kuliah Bapak. Dosen itu hanya tersenyum. Saya bisa membantu kamu, tapi apa kamu bisa juga membantu saya? Bilang si dosen balik bertanya. “Apa yang bisa saya bantu pak?” tanyaku lagi penasaran, si dosen mendekatiku dan langsung memelukku tanpa berkata apa-apa lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku kaget setengah mati mendapat serangan mendadak seperti ini, Pak kenapa kok begini tanyaku lagi sambil mencoba meronta untuk melepaskan diri dari pelukan si dosen tadi. Tapi pelukan si dosen malah semakin kuat dan mencoba terus menciumku dari segala arah, aku terus meronta tapi tenaga si dosen malah semakin kuat, semakin aku meronta semakin kuat cengkeraman si dosen itu dan akhirnya aku terkulai lemas di pelukan si dosen itu. Setelah dosen itu puas menggagahiku dia berkata,” terima kasih ya, besok kamu lihat nilai mata kuliahmu lagi dan saya jamin kamu dapat nilai bagus.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah kejadian di hotel, akhirnya si dosen itu merasa ketagihan dan dia minta aku melayaninya seminggu sekali kalo mau nilaiku bagus terus, dan aku tak bisa apa-apa dan hanya bisa menuruti kemauan si dosen itu agar aku tetap mendapat nilai yang baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Sialnya lagi si Dosen itu mungkin cerita kepada rekan-rekan sesama dosen, dan jadilah aku budak napsu para dosen setiap aku ke kampus. Aku di jadikan piala bergilir oleh dosen-dosen keparat itu, Mala mini dosen A, besok Dosen B dan seterusnya, tapi aku tak bisa apa-apa dan hanya bisa mengelus dada walau hati kecilku menangis pilu.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku hanya ingin menuruti keinginan suamiku agar aku bisa menjadi sarjana dan bisa di terima dengan baik oleh keluarga suamiku, walau aku harus jadi piala bergilir para dosen biadab itu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chikalsetiawan.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chikalsetiawan.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chikalsetiawan.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chikalsetiawan.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chikalsetiawan.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chikalsetiawan.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chikalsetiawan.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chikalsetiawan.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chikalsetiawan.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chikalsetiawan.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chikalsetiawan.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chikalsetiawan.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chikalsetiawan.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chikalsetiawan.wordpress.com/426/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chikalsetiawan.wordpress.com&amp;blog=7404337&amp;post=426&amp;subd=chikalsetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/08/18/demi-sarjana-dan-suamiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8fb822ef9517fb86e991e8492ede8d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chikal setiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/08/wanita_menangis1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wanita_menangis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Lahirnya Kantata Takwa</title>
		<link>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/07/29/sejarah-lahirnya-kantata-takwa/</link>
		<comments>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/07/29/sejarah-lahirnya-kantata-takwa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 02:09:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chikal setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[IWAN FALS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chikalsetiawan.wordpress.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Kantata Takwa, nama kelompok musik legendaris beranggotakan para musisi-seniman berkualitas tinggi yang dimiliki Indonesia. Banyak dari kita cuma mengenal lagu-lagunya saja dan cukup puas melihat konser atau rekamannya, jarang kisah awal mula berdirinya kelompok musik ini diketahui.  Maka dari itu saya angkat kembali tulisan lama dari Yockie Suryo Prayogo mengenai Sejarah Lahirnya Kantata Takwa. Artikel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chikalsetiawan.wordpress.com&amp;blog=7404337&amp;post=411&amp;subd=chikalsetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/poto-kantata-takwa.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-413" title="POTO kantata takwa" src="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/poto-kantata-takwa.jpg?w=450" alt=""   /></a>Kantata Takwa</strong>, nama kelompok musik legendaris beranggotakan para musisi-seniman berkualitas tinggi yang dimiliki Indonesia. Banyak dari kita cuma mengenal lagu-lagunya saja dan cukup puas melihat konser atau rekamannya, jarang kisah awal mula berdirinya kelompok musik ini diketahui.</p>
<p style="text-align:justify;"> Maka dari itu saya angkat kembali tulisan lama dari <strong>Yockie Suryo Prayogo</strong> mengenai Sejarah Lahirnya Kantata Takwa. Artikel ini tampil utuh di iwanfalsmania.blogspot.com dengan seijin langsung dari penulisnya. Mungkin sudah ada yang pernah membacanya, namun saya yakin ada pula yang belum tahu. Semoga bisa menambah wawasan kita dan menjadi dokumentasi berharga musik Indonesia. (sb)</p>
<p style="text-align:justify;"> &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sejarah Lahirnya KANTATA TAKWA</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> oleh: Yockie Suryo Prayogo</strong></p>
<p style="text-align:justify;"> &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sejarah lahirnya Kantata Takwa (Bagian 1)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kantata Takwa, begitu panjang kisahnya yang bisa saya tulis mengenai kelompok musik tersebut. Karena itu pula saya terpaksa harus membagi-bagi tulisan Kantata dengan versi 1- 2 -3 dan selanjutnya nanti. Pada bagian ini saya hanya akan mengungkapkan kisah perkenalan saya dengan mas Djody hingga terbentuknya kesepakatan kelompok kerja kesenian tersebut, yang akhirnya disebut <strong>Kantata Takwa.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Pada tahun 1989, saat itu saya sedang gencar melakukan promo tour bersama kelompok <strong>Godbless</strong> bagi album kami yang bertajuk ”Semut Hitam”. Saat itu saya masih tinggal di sebuah rumah (kontrakan) di daerah Kebon Jeruk, tepatnya di jalan Anggrek no.52 Kelapa Dua Kebon Jeruk – Jakarta Barat.</p>
<p style="text-align:justify;"> Disela-sela kegiatan tour, saat sedang istirahat (jadwal kosong) kami semua selalu pulang kembali ke Jakarta. Suatu hari saya ditelpon oleh Jelly Tobing (drummer) mengajak saya untuk menemani dia berhura-hura (jam-session’an) main musik dirumah seorang kenalannya. Tidak ada target atau tujuan jangka panjang tertentu selain hanya untuk ”bersuka-cita”, bermusik sekedar hepi-hepian mengisi waktu yang luang saja. Temannya tersebut adalah penghobbi musik yang punya fasilitas latihan/nge-band dirumahnya. Lazimnya orang tajir-lah …intinya .. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p style="text-align:justify;"> Saya sendiri setelah diberitahu oleh Jelly Tobing, bahwa orang tajir tersebut namanya Setiawan Djody rasanya sudah tidak asing terdengar dikuping saya. Siapa sih yang nggak kenal dia saat itu…, maksudnya dilingkungan teman-teman lama saya (di tahun 1970’an) yang saat itu banyak berkecimpung di ranah bisnis “puncak gunung”, nama Setiawan Djody adalah jaminan kertas bernilai yang nggak ber-seri istilahnya hehehe.. (sumpah ngga ngaruh.., saya nggak matre’..!).</p>
<p style="text-align:justify;">Kebetulan juga tempat tinggalnya diwilayah Kemanggisan Raya – Kebon Jeruk, yang notabene tidak berapa jauh dari rumah kontrakkan saya sendiri (10 kilometer-an lah kira-kira jaraknya). Maka disuatu hari Minggu, melalui telpon setelah janjian sama Jelly Tobing saya bersedia dateng ke alamat tersebut… ber “jreng-jreng” ria.</p>
<p style="text-align:justify;"> Singkat kata kemudian saya menelusuri jalan Kemanggisan raya yang “krodit” penuh dengan oplet dan pedagang kaki lima dikanan kirinya. Saya mencari-cari nomer rumah yang diberikan pada saya……..fuih..! nggak keliatan jek! Abis kiri kanannya penuh toko-toko bangunan serta deretan warung dan kios-kios lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;"> Barulah akhirnya saya lihat ada sebongkah pintu gerbang besar berwarna ijo, nyelip diantara warung gudeg dan bakul-bakul rokok pinggiran jalan lainnya. Hm…ini mungkin pikir saya. Lalu sesuai dengan ”petunjuk Jelly Tobing”, bahwa: ”Klakson aja” kalau sudah ketemu gerbang ijo tersebut. Maka saya klaksonlah pintu gerbang ijo tersebut dua kali saja, ”tin…tiiin” gitu bunyi BMW 520 (yang juga masih belom lunas kreditan-nya) hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekejap pintu besar tersebut dibukakan oleh dua orang bertubuh tegap berambut klimis berwajah sangar ..hihihi. Mereka yang kemudian saya kenal akrab bernama pak Parno dan lainnya huehehe. Begitu hidung mobil masuk pintu pagar, terbentang ruang parkiran luas yang kira-kira mampu menampung 12 mobil banyaknya. Masih dari dalam mobil saya melihat dua ekor patung macan Afrika (item dan guwedhe) yang terbuat dari batu semen, sepertinya emang bertugas untuk menyambut kedatangan tamu yang hadir disana. Ck..ck..ck..kagumnya saya… (ndesit tenan..!).</p>
<p style="text-align:justify;">Ruang parkiran tadi adalah bagian terpisah yang dibatasi dengan tembok tinggi untuk memasuki ruang bangunan rumah yang sebenarnya. Maka setelah melewati tembok pintu besar (melewati macan-macan tadi) …semakin takjub saya dibuatnya…. Rasanya tidak sedang berada seperti di Jakarta, namun lebih mirip saya sebut seperti sedang di daerah Bali (mis: Ubud/Gianyar, dsb). Sementara bangunan rumahnya sendiri bergaya klasik aristokrat Eropa yang rada-rada serem dan mencekam (paling nggak buat saya… kebayang sih.. gimana kalau malam..) apalagi disana sini banyak dibangun semacam ”pura” lengkap dengan sesajen2nya. Tetapi sekejap ke-takjub’an saya sirna oleh suara bising ”gedebak.. degebug… nguinngg nguuueinng.. suara gitar bertalu-talu ..hehehe..” (koq gitar bertalu-talu sik?..salah yaakk…biarin deh..).</p>
<p style="text-align:justify;">Tampak Jelly Tobing (biasa…super heboh..) dengan beberapa rekan musisi yang sudah saya kenal seperti Ferry Asmadibrata (musisi terkenal asal Bandung) dan juga ada seorang promotor kawakan… Sofyan Ali namanya ..wah ..seru…(Bla..bla..ba..). Lalu saya dikenalkan ke Setiawan Djody oleh Jely Tobing dan sejenak kami terlibat pembicaraan “ngalor ngidul” sebelum akhirnya saya ikut-ikutan gunjrang-gunjreng nge-berisikin tetangga…: ”JUMP!” by Van Hallen…eh’..tak begitu lama kemudian nongol Renny Jayusman (rocker wanita yang selalu kalungan se-lemari banyaknya..) hehehe.. Datang langsung nyamperin microphone… ”ohh yeeeaahhh…Jumppp!!!” hayaaahh…</p>
<p style="text-align:justify;">Kelompok/pergaulan awal tersebutlah yang kemudian melahirkan gagasan untuk membiayai rekaman bagi ”Mata Dewa” nya Iwan Fals dengan arranger-nya Ian Antono. Yang juga kemudian melahirkan pemikiran Sofyan Ali untuk mendirikan join perusahaan bersama Setiawan Djody yang bernama ”AIRO”. Semenjak saat itulah hubungan pergaulan saya dengan Setiawan Djody kian hari kian akrab, sebagai sesama orang yang mencintai dunia kesenian (khususnya di musik).</p>
<p style="text-align:justify;">Barulah pada tahap-tahap berikutnya akan saya ceritakan proses bergabungnya teman-teman musisi yang lain seperti Iwan Fals / Sawung Jabo dan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Sejarah lahirnya Kantata Takwa (Bagian 2)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Semenjak itu saya kerap kali ditelpon mas Djody untuk membicarakan berbagai hal tentang perkembangan musik di Indonesia. Saya katakan bahwa pada intinya musisi ’alternatif’ (non industri) di Indonesia ini membutuhkan &#8220;uluran tangan&#8221; dari berbagai pihak yang ”peduli”, yang bukan hanya mikirin rumus dagang saja tapi juga mikir tentang &#8220;berkesenian&#8221; dalam artian yang lebih luas lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya melihat ada ”concern” dari dia untuk mau berdialog dengan saya panjang lebar tentang hal tersebut. Maka ketika suatu kali dia menceritakan gagasannya yang ingin bekerja sama dengan AIRO (saat itu perusahaan tersebut masih menjadi milik Sofyan Ali) secara spontan saya langsung mendukungnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan pada saat itu hubungan kerjasama antara Sofyan Ali dengan Iwan Fals memang sudah berjalan (lewat berbagai konser Iwan sendiri saat-saat itu). Maka ketika konser 100 kota yang akan dimulai di Sumatra (Palembang) tersebut dicekal, Sofyan Ali berkeinginan untuk mengajak Iwan masuk studio guna rekaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Rekaman Iwan Fals tersebut akhirnya berlangsung dibawah management AIRO yang bekerjasama dengan SD (Setiawan Djody). Dan seingat saya sebelum masuk ke studio, SD pernah pergi berdua dengan Iwan ke Bali, dimana mereka pada akhirnya berhasil menciptakan lagu ”Mata Dewa”. SD sendiri mengatakan bahwa Mata Dewa adalah ”Sunset” yang mereka lihat ketika mereka gitaran berdua di pantai Kuta.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka berikutnya, ketika Iwan Fals sedang sibuk merekam Mata Dewa, saya sendiri mulai sering mengawal SD untuk bermain musik, baik itu dirumahnya atau terkadang beberapa kali ikut konser bersama dipanggung-panggung musik di Ancol. Formasinya waktu itu antara lain Jelly Tobing dsb. Kami hanya memainkan repertoar-repertoar bule. Umumnya lagu-lagu dari Led Zepllin dan U2 ada satu atau dua sih lagunya Van Hallen. Maklum kelompok tersebut memang bukan band serius, tapi hanya sekedar ”gathering” atau kelompok gaul dan per-temanan saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Jujur saja, lama-lama saya merasa ”eman” atau sayang kalau melihat kemampuan ”finansial” yang dimiliki hanya untuk ”proyek” kesenangan pribadi saja. Maka secara bertahap perlahan tapi pasti, saya mulai ”meracuni” isi otak pikiran SD agar mau membantu kondisi musik rock yang saat itu emang sudah mulai ”terkapar” tak berdaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya ada satu orang di Indonesia kala itu yang secara spesifik berkutat di bisnis musik rock kita, yaitu Log Zelebour yang kebetulan juga mengelola management Godbless. Namun keberadaan Log Z. lebih pada pendekatan bisnis pragmatis, sedangkan yang saya anggap diperlukan musisi rock Indonesia adalah figur sponsor yang berfungsi sebagai seorang ”maesenas”. (yang nggak berpikir harus untung melulu).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Album Mata Dewa</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Maka berikutnya, ketika Iwan Fals merilis album Mata Dewa dengan konsep<a href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/poto_matadewa-copy1.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-415" title="POTO_MataDewa copy-" src="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/poto_matadewa-copy1.jpg?w=450" alt=""   /></a> (terobosan) ”direct sale” di Parkir Timur Senayan, sekali lagi saya meyakinkan SD agar melihat peluang kesempatan yang bisa dilakukan demi perkembangan musik rock di tanah air. Konsep terobosan diatas yang saya maksud adalah: kaset Mata Dewa tidak dijual oleh Sofyan Ali (AIRO) melalui agen-agen yang sudah ada (resmi) namun langsung dipajang di mobil-mobil box saat konser di Parkir Timur Senayan. Konsep tersebut terbukti ampuh serta membuka mata banyak orang, bahwa dominasi &#8220;Glodog&#8221; bisa dipatahkan asalkan ada sebuah sistem distribusi yang direncanakan secara matang.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa bulan kemudian setelah kaset tersebut terbilang ”sukses”, maka Setiawan Djody mengundang kita semua (saya, Iwan Fals dan WS.Rendra serta Sawung Jabo) guna ngobrol membicarakan segala kemungkinan kesepakatan yang bisa dicapai. Perkenalan antara WS.Rendra (mas Willy) dengan SD sudah terjalin semenjak lama sebelum saya sendiri hadir disana. SD selama itu memang bertindak sebagai maesenas bagi kebutuhan “Bengkel Teater” Rendra, bahkan sudah sempat mengadakan pementasan di New York dan beberapa kota di luar negeri dan sebagainya. Sedangkan Sawung Jabo sendiri adalah salah satu anggota dari Bengkel Teater tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Singkat kata, kami hampir menemukan kesepakatan untuk saling bekerja-sama, namun harus melewati satu masalah lagi atau anggap saja satu persyaratan yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Yaitu, Iwan Fals bersama S.Jabo dan kawan-kawan yang lain ternyata sedang membuat lagu-lagu, dan sedang merencanakan untuk bisa direkam di studio dan sebagainya. Persyaratan tersebut meminta agar SD juga bersedia menangani masalah management recording bagi mereka. Agar saat nanti, bila kita bisa bekerja sama maka “master” dari produk rekaman tersebut tidak kemana-mana, alias dikelola oleh satu management saja.</p>
<p style="text-align:justify;">SD menyetujui persyaratan tersebut dan bersedia bersama-sama Sofyan Ali untuk mengelola dibawah bendera/label AIRO. Disanalah awal mula gagasan besar tersebut beranjak. Saya pribadi sebenarnya juga tertarik untuk terlibat dalam rekaman yang akan mereka lakukan tersebut, namun saat itu saya lebih berfikir ”taktis” agar lebih berkonsentrasi ”mengawal” SD agar tidak berubah pikiran ..hehehe&#8230;, maklum ”roang tajir” kadang-kadang suse’ dipegang buntutnya. Saya sering menemani dia untuk workshop dirumahnya, sekaligus memberi masukan-masukan dan yang terpenting adalah melengkapi peralatan musik yang nanti dibutuhkan .</p>
<p style="text-align:justify;">Singkat cerita, beberapa bulan kemudian rampunglah rekaman Iwan dan teman-teman tersebut (di GIN studio), lalu program jangka pendek berikutnya adalah ”launching” serta dilanjutkan dengan konser (promo).</p>
<p style="text-align:justify;">Sayang, entah mengapa tiba-tiba saya mendapat berita bahwa Sofyan Ali mengundurkan diri dari kelompok kerja tersebut. Dan menyerahkan AIRO untuk dikelola sendiri oleh management SD yang saat itu bernama Multy Setdco. Saya sempat kecewa dengan hal tersebut&#8230;. sebab dimata saya belum ada orang Indonesia saat itu yang mampu mengelola bisnis pertunjukan musik dengan baik sekaliber Sofyan Ali.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Album Pertama SWAMI</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/poto-18_swami-copy.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-416" title="POTO 18_Swami copy-" src="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/poto-18_swami-copy.jpg?w=450" alt=""   /></a>Bertempat disebuah cafe di wilayah Kuningan tepatnya di Gedung milik Wisma Bakrie, maka launching album bertajuk SWAMI diluncurkan disana. Saya sendiri turut terlibat untuk ikut main secara live pada acara peluncuran album tersebut, padahal sewaktu proses rekamannya saya tidak terlibat. Kami (SWAMI) kemudian sempat pula konser di GOR Kridosono Jogjakarta sebelum pada akhirnya saya, Iwan, Jabo dan Rendra berkumpul lagi untuk melanjutkan pembicaraan guna merealisasikan ”kesepakatan awal” tentang kolaborasi bersama-sama. .</p>
<p style="text-align:justify;">Hari-hari itu&#8230; adalah hari-hari dimana Bento dan Bongkar &#8220;menggelegar&#8221; bagaikan hendak memecah angkasa Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Sejarah lahirnya Kantata Takwa (Bagian 3)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sayang sekali saya tak ingat kapan persisnya pertemuan antar kami berlima terjadi, namun bisa dipastikan bahwa kami semua berkumpul ditempat kediaman SD di wilayah Kemanggisan Raya &#8211; Kebon Jeruk tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu hal yang cukup penting harus saya katakan disini, bahwa sebenarnya ada satu nama lagi yang saya usulkan diantara kami berlima yang sudah ada, saya usulkan untuk bergabung dalam kolaborasi tersebut. Yang bersangkutan sendiri secara prinsip bersedia serta sudah beberapa kali juga hadir disana untuk membahas dan membicarakan berbagai hal (dialog non teknis lainnya) sebagai persiapan untuk merumuskan konsep dan bentuk yang akan dirancang. Orang tersebut adalah salah satu sahabat saya sendiri, Harry Roesli (almarhum). Yang juga dijuluki sebagi Musisi mBeling dari kelompok DKSB.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun karena Harry Roesli seperti yang sudah kita ketahui bersama domisilinya berada di Bandung, maka hanya sesekali saja yang bersangkutan bisa hadir membicarakan berbagai hal, sedangkan kami berlima yang lainnya lebih sering dan intens untuk berkumpul . Maklum jarak antara Jakarta – Bandung saat itu harus ditempuh selama 4 jam’an lebih. Sebab belum ada jalan tol seperti sebagaimana kondisi saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari-hari berikutnya adalah disepakatinya kegiatan workshop secara rutin di Kebon Jeruk. Jelly Tobing beberapa kali turut hadir disana dan menemani kita untuk memainkan drum ketika datang. Komposisi orang-orang yang terlibat workshop di awal-awalnya adalah saya di keyboard, SD di gitar listrik, Iwan gitar akustik, Jabo di cuap-cuap, Jelly Tobing di drum, serta Edmond (seorang musisi ”lawas” asal kota Solo, yang dulu pernah tergabung bersama SD di Band Terencem pada tahun 70’an).</p>
<p style="text-align:justify;">Figur yang terakhir ini adalah orang yang cukup ”unik” dimata kita semua. Selain gemar guyonan ”khas Jawa”, yang bersangkutan juga sering kita anggap sebagai ”guru spiritualnya” SD selama ini yang khusus untuk menemani SD main gitar sehari-hari sebelum kita semua ada dilingkaran pergaulan di Kebon Jeruk.. (hehehe).</p>
<p style="text-align:justify;">Kegiatan tersebut dilakukan seminggu dua kali (kalau tidak salah) saya tidak ingat lagi tepatnya setiap hari apa kita berkumpul dan bermusik bersama. Yang pasti itu dilakukan disela-sela kegiatan konser promo bagi album Swami (Bento, Bongkar dll.).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam suasana workshop diatas, secara tehnis kami semua sepakat untuk tidak mengacu kepada satu kredo-kredo tertentu, atau warna musik tertentu namun lebih kepada ”mengalir saja” seperti air. Bisa dibayangkan bagaimana suasana ”riuh” yang terdengar disana.</p>
<p style="text-align:justify;">Riuh yang saya maksudkan adalah… gegap gempitanya suara drum yang menggebu dengan ditimpali oleh suara lengkingan gitar yang sangat dominan, serta teriakan-teriakan tanpa kalimat (sekedar na..na..na dsb) dari Iwan Fals dan Jabo. Ditambah lagi dengan tidak adanya ”jalur kord” yang sudah disepakati sebelumnya, alias 3 jurus plus. (nah…”plus” nya itu yang bisa 10 bisa 20 bisa 30… pokoke sak matek’e lah..) hehehe..</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri menganggap suasana hiruk pikuk tersebut sangatlah dibutuhkan, agar saya bisa menangkap ”esensi” dari keinginan serta karakter ekspresi masing-masing personal yang ingin disampaikan. Walaupun harus saya akui seringkali saya terpaksa harus ”melindungi” kedua belah lobang dikuping saya dengan jari tangan… supaya dia nggak pecah atau paling tidak enggak jadi ”kendor” selaputnya .. hehehe. Terutama dari bunyi freqwensi yang dihasilkan dari perangkat Soldano nya SD, yang luar biasa tingginya serta keras suaranya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bayangkan saja, Soldano tersebut di-distribusikan ke 4 pasang Speaker Marshal 200 lewat 4 buah power tersendiri untuk memenuhi kebutuhan 4 stack speaker Marshall tadi. (seperti kita ketahui bahwa satu stack terdiri dari dua buah speaker). Artinya suara gitar SD disalurkan lewat 8 buah speaker dalam ruangan workshop yang hanya seluas sekitar 5 X 12 meteran. Sedangkan kami yang lainnya, apalagi saya… hanya bersandarkan pada satu buah amplifier ukuran kecil sekelas Fender Jazz Chorus untuk keybord, demikian juga yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Gubbraaakk.. Gedubrakkss… nguinggg.. nGGuuing… CiiaaTT.. wwwAAAAA..!!!, gitu deh’…kira-kira bunyinya dalam bentuk tulisan di huruf……hahaha..!</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara mas Willy saya lihat tampak sering hanya mampu bertahan sebentar didalam ruangan lalu berjalan kearah pintu untuk kemudian cukup melihat dan mendengar dari luar tempat latihan tersebut…sambil sesekali dahinya mengkerut… mungkin mencoba menangkap suasana yang cukup liar… lalu menuliskan sesuatu diatas kertas. Ya… saya baru sadar kemudian, rupanya mesin produksinya langsung terpicu dan langsung juga bekerja sebagai penulis naskah.</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga akhirnya saya putuskan didalam pertemuan berikutnya, bahwa program workshop selanjutnya haruslah dilakukan secara lebih sistemik. Tidak bisa lagi kita terus-terusan hanya mengeksplorasi suasana tanpa ada kemampuan dan keinginan untuk menangkap/merumuskan “esensi” dalam bentuk sebuah konsep agar lebih “real” dan konkrit. Saya mengusulkan agar latihan-latihan berikutnya cukup terdiri dari beberapa orang saja dari kami guna terciptanya lagu-lagu yang diinginkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Disepakati kemudian bahwa saya ditunjuk sebagai komandan untuk berhak memutuskan segala sesuatunya yang berkaitan dengan bunyi-bunyian musik. Rendra sebagai penulis teks dan lirik untuk melengkapi lagu. Sawung Jabo sebagai “tong sampah” yang berfungsi menampung berbagai “aspirasi” keinginan yang ingin disampaikan oleh semua pihak. Iwan Fals sebagai juru terompet yang mewakili suara semua pihak lewat suara nyanyian. Dan SD sebagai penyedia sarana dari berbagai hal teknis yang diperlukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari-hari berikutnya hanya saya, Iwan Fals, Sawung Jabo dengan ditemani oleh Robin (musisi warga Philipina) yang lebih bertugas merekam draft lagu-lagu kedalam computer lewat “cakewalk” nya. Kami bertigalah yang akhirnya bekerja secara detail untuk mengarang lagu secara kolaboratif bersama.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah sejarah awal dari terbentuknya kelompok musik KANTATA TAKWA yang bisa saya rekam dalam tulisan. Semoga tulisan ini suatu saat bisa terus diperbaharui atau ditambahkan lagi berbagai kekurangannya atau bahkan dikoreksi bila diperlukan, agar bisa melengkapi kisah-kisah yang harus disimpan dalam ruang-ruang perpustakaan perjalanan musik di Indonesia pada umumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya prihatin mengingat system per-dokumentasian kita yang sampai detik ini belum juga berfungsi sebagaimana seharusnya. Orang hanya diajarkan untuk melihat “hasil” dan menutup mata kepada “proses” serta dasar “filosofi” yang melatar belakanginya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat pagi Indonesia , hari sudah menjelang sore&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Teks asli artikel ini diposting pada 8 Juli 2008, oleh Yockie Suryo Prayogo</p>
<p style="text-align:justify;">Diambil dari: http://jsops.multiply.com/reviews/item/22</p>
<p style="text-align:center;"> &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>Kantata Takwa</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>oleh: Yockie Suryo Prayogo</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kantata Takwa</strong>, adalah sebuah proses interaksi berbagai ego-ego besar yang dipayungi WS.Rendra sebagai penasehat spiritual dan penulis sajak/lirik, Setiawan Djody sebagai fasilitator untuk mengatasi kebutuhan-kebutuhan pembiayaan dan lainnya, Iwan Fals sebagai peniup trompet atau juru vocalnya, Sawung Jabo menyediakan dirinya dengan istilah “tong sampah” untuk menampung segala uneg-uneg bersama yang suatu saat harus ditampung dan didistribusikan secara demokratis, saya sebagai designer musik atau bahasa asingnya arranger.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena posisi masing-masing diatas sudah sangat jelas, maka bagi saya selaku arranger, garis batas ruang kerja saya juga tampak semakin jelas.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Proses kerja :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dua minggu pertama, hanya saya, Sawung Jabo dan Iwan yang melakukan eksplorasi suara untuk membuat lagu. Kami bertiga ‘ngarang’ bersama di Kebon Jeruk (piano dan 2 buah akustik gitar). Saya mencatat semua kemungkinan-kemungkinan dan ambience yang muncul dari eksplorasi tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah selesai 2 mingguan (kurang lebihnya), saya sendirian melakukan proses kerja awal Studio (saat itu Gin Std). Saya menterjemahkan ulang bahasa lagu yang telah kita hasilkan bertiga lewat piano, tentunya juga dengan pendekatan sebuah aransemen. (untuk menyelesaikan musik dasarnya saya dibantu: Donny F, Totok T, Eet S, Reidy Noor, Budi Haryono, Innsisri dan lain-lainnya).</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah musik dasar selesai, saya merekam “guide vocal” sebagai panduan nada bagi Iwan Fals dan Sawung Jabo. Selanjutnya mereka relatif harus mengikuti alur melody lagu yang saya contohkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebab sudah pasti mereka juga sudah lupa akan bentuk lagu yang masih mentah, seperti saat kita gonjrang-ganjreng latihan sebulan (atau lebih) yang lalu. Apalagi Iwan Fals, hari ini dia nyanyi seperti itu besok bisa jadi sudah lain lagi atau sudah jadi lagu yang baru lagi hehehe.. (berubah terus….sak mate’k ‘e.., demikian celoteh kata Sawung Jabo).</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi saya bertugas selaku arranger untuk membatasi segalanya, dan itu wewenang serta hak saya yang semua pihak dengan patuh mentaatinya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Demikian juga dengan ‘fill in’ lead guitar, bahkan saya menentukan running note yang harus dilakukan, dan punya hak untuk membatasi wilayah-wilayah yang tak boleh dilanggar. Semua itu berjalan dengan sebuah kesepakatan yang sudah disetujui bersama secara demokratis.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan saya juga bisa minta pendapat WS Rendra untuk merubah sebahagian kata-kata dalam tulisan sajaknya, agar lebih kompetibel masuk dalam ruang-ruang musik dan lagu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi proses itu bukan tanpa konsekwensi, karena memang akhirnya banyak pihak yang tidak merasa puas menyalurkan keinginannya. Jelas, karena memang dibatasi dengan aturan-aturan Music Arranger.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu yang merasa tak puas adalah mas Djody, dia merasa terkekang dengan notasi yang saya buat, “itu bukan saya yang sesungguhnya” (*katanya*), yah mungkin juga sih. Anda bisa mendengarkan rekaman-rekaman beliau setelah itu, nah itulah mungkin yang beliau maksudkan, tentang keinginan serta karakternya. Dan memang saya harus menghormati karakter tiap-tiap individu. Bukan masalah selera, suka atau tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu, disepakatilah untuk rekaman berikutnya tidak ada lagi arranger seperti saya dulu menanganinya. Semua boleh jadi arranger, supaya semua puas… dan juga atas nama demokrasi ‘baru’ yang coba untuk kita jalani.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah..jadinya… (anda yang berhak menilai , bukan saya).</p>
<p style="text-align:justify;">Teks asli artikel ini diposting pada 27 Maret 2008, oleh Yockie Suryo Prayogo</p>
<p style="text-align:justify;">Diambil dari: http://jsops.multiply.com/reviews/item/3</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/poto-personel-kantata-taqwa1.jpeg"><img class="aligncenter size-full wp-image-418" title="POTO PERSONEL KANTATA TAQWA" src="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/poto-personel-kantata-taqwa1.jpeg?w=450" alt=""   /></a>Dari kiri ke kanan: Yockie Suryo Prayogo, WS Rendra (alm), Setiawan Djody, Iwan Fals dan Sawung Jabo &#8211; Pada konser Kantata Takwa &#8216;Kesaksian&#8217; tahun 2003</p>
<p style="text-align:justify;"> &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align:justify;">Lirik lagu &#8216;Kesaksian&#8217;</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kesaksian</strong> <strong>(Kantata Takwa)</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong></strong>Aku mendengar suara&#8230; Jerit makhluk terluka&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Luka&#8230; luka&#8230; hidupnya&#8230; Luka&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Orang memanah rembulan&#8230; Burung sirna sarangnya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Sirna&#8230; sirna&#8230; hidup redup&#8230; Alam semesta&#8230; luka&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak orang hilang nafkahnya&#8230; Aku bernyanyi menjadi saksi&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak orang dirampas haknya&#8230; Aku bernyanyi menjadi saksi&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mereka dihinakan&#8230; Tanpa daya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Ya tanpa daya&#8230; Terbiasa hidup sangsi&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Orang orang harus dibangunkan&#8230; Aku bernyanyi menjadi saksi&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Kenyataan harus dikabarkan&#8230; Aku bernyanyi menjadi saksi&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Lagu ini jeritan jiwa&#8230; Hidup bersama harus dijaga&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Lagu ini harapan sukma&#8230; Hidup yang layak harus dibela&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">  &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Catatan redaksi:</p>
<p style="text-align:justify;"> Setelah album Kantata Takwa yang posisi vocal didominasi Iwan Fals, selanjutnya rilis album kedua berjudul Kantata Samsara dimana porsi vocal Iwan Fals berkurang. Lalu muncul album ketiga yaitu Kantata Revolvere, disini Iwan Fals tidak bergabung. Dan kini (2011) dibentuklah Kantata Barock, kali ini Iwan Fals bergabung namun Yockie Suryo Prayogo tidak ikut dan WS Rendra telah meninggal dunia pada 6 Agustus 2009.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"> &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><strong>Artikel dibawah ini diambil dari &#8220;Pikiran Rakyat&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>KANTATA TAKWA</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>AKHIR</strong> dekade 1980-an lahir sebuah kelompok musik bernama Kantata Takwa. Grup ini merupakan kumpulan tokoh-tokoh yang memiliki kharisma di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Iwan Fals dan Sawung Jabo, pengarang lagu dan penyanyi berbobot dengan jutaan penggemar; Setiawan Djody, pengusaha sukses sekaligus musisi ternama; WS Rendra, penyair dan dramawan yang berwibawa; Jockie Suryoprayogo, arranger dan pemain keyboard senior; Donny Fatah, pemain bas musik rock yang ulung; dan Innisisri, seorang pemain drum dan perkusi yang kreatif.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 1990, mereka mengelurkan album perdana bertitel Kantata Takwa. Dari album yang juga menghadirkan permainan gitar Eet Sjahranie dan Raidy Noor, gebukan dram Budhy Haryono serta tiupan saksofon Embong Rahardjo ini, melejit nomor Kesaksian yang sangat ekspresif</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun merupakan grup musik, Kantata mempunyai kekhasan dibanding grup-grup lain. Kantata lebih tepat disebut sebagai sebuah forum komunikasi, diskusi, dan pengejawantahan kreativitas dari sensitivitas sosio-estetik para personilnya. Visi yang kuat akan kondisi sosial budaya menjadikan mereka sebagai wujud representasi baru atas perjalanan panjang serta dinamika kehidupan masyarakat kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi Kantata musik adalah sarana untuk mengomunikasikan lirik hasil perjalanan tersebut. Oleh karena itu, Kantata tidak mengikrarkan diri sebagai wakil dari jenis musik tertentu. Hal terpenting adalah meramu musik mana yang paling pas untuk mengiringi lirik masing-masing lagu mereka. Melodi lagu-lagu mereka tidak berniat membuai orang hingga lupa akan maknanya, tetapi cenderung lugas hingga pesan yang dikandung dalam lirik menjadi transparan.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka ketika kita mengapresiasi nyanyian Kantata, yang terbentang adalah potret-potret kehidupan, mulai dari yang religius hingga yang tragis. Simak, misalnya, lagu Kesaksian yang menggambarkan berbagai tregedi yang harus dikabarkan atau Orang-orang Kalah yang menggambarkan daya hidup &#8220;wong cilik&#8221;. Sementara itu, lagu Kantata Takwa sendiri merefleksikan kepasrahan manusia di hadapan Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sukses dengan album perdana yang terjual ratusan ribu keping, Kantata lantas membuat gebrakan di dunia pertunjukan. Malam itu, 23 Januari 1990 di Stadion Utama Senayan Jakarta berkumpul ratusan ribu penikmat musik untuk menikmati konser akbar Kantata. Konser tersebut tercatat sebagai salah satu konser terbesar dalam catatan sejarah musik Indonesia, baik dari segi kuantitas penonton maupun dalam kualitas penyelenggaraan.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa bulan kemudian, Kantata melakukan konser tur yang tak kalah akbarnya ke berbagai daerah, antara lain konser di Surabaya pada 11-12 Agustus 1990 dan konser di Solo pada 11-12 September 1990.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah sukses dengan album perdana dan serangkaian turnya, Kantata Takwa tak terdengar lagi kabarnya. Para personilnya lebih terfokus pada aktivitas masing-masing. Iwan Fals menggarap album solonya, yakni Cikal, Belum Ada Judul, Hijau, dan Orang Gila. Setiawan Djody juga sibuk menggarap album solo perdananya, Dialog. Sedang-kan Sawung Jabo bersama kelompok Sirkus Barock menggarap album Fatamorgana.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya, beberapa dari personil Kantata tetap berkolaborasi, hanya saja mereka mengibarkan bendera yang berbeda. Iwan Fals, Sawung Jabo, Innisisri dan beberapa musisi lain sempat tergabung dalam kelompok Swami dan Dalbo. Pada 1994, Iwan Fals dan Sabung Jabo bahkan mengelurkan album duet berjudul Anak Wayang.</p>
<p style="text-align:justify;">Indikasi kemunculan kembali Kantata baru terlihat pada awal 1995. Saat itu mereka manggung untuk kalangan terbatas di Hardrock Cafe Jakarta. Tak lama kemu-dian, tanggal 15 Oktober 1995 Kantata kembali menggelar konser akbar di lapangan terbuka di Surakarta. Hasil rekaman pertunjukan yang dijejali sekitar 300.000 penonton itu ditayangkan oleh TPI. Kini, lagu-lagu dari konser tersebut secara bergantian biasanya hadir pula pada acara Panggung Mania di TPI setiap Minggu malam.</p>
<p style="text-align:justify;">Kantata nampaknya memang bertekad untuk kembali menghangatkan jagad musik Indonesia. Terbukti, menjelang akhir 1996 mereka berkumpul di Camping Lawu Resort, Tawangmangu, Solo, Jawa Tengah. Di bumi perkemahan seluas 14 hektar milik setiawan Djody ini Kantata menggarap album kedua.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka yang berkumpul tidak banyak berubah dari album pertama. Mereka adalah Iwan Fals (gitar/harmonika/vokal), S. Djody (gitar/vokal), Sawung Jabo (gitar/timpani/vokal), WS Rendra (lirik), Jockie S. (music director /keyboard/vokal), Innisisri (drum/perkusi), dan Donny Fatah (bas). Sedangkan yang terbilang sebagai pendatang baru adalah Totok Tewel (gitar) dan Doddy Katamsi (vokal).</p>
<p style="text-align:justify;">Maka pada awal 1997 keluarlah album mereka, Kantata Samsara. Seperti kata Setiawan Djody, lahirnya Kantata Samsara berangkat dari keinginan untuk menghidupkan kembali Kantata Takwa. Oleh karena itu, kata Samsara diambil yang dalam bahasa Sanskerta berarti &#8220;lahir kembali&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara umum, Kantata Takwa dan Kantata Samsara memiliki kepekaan, daya kritis, dan totalitas daya hidup yang sama. Meskipun demikian, di antara keduanya memiliki tema yang agak berbeda. Kantata Samsara lebih berbicara tentang obsesi dan revitalisasi menyongsong tantangan abad XXI. Dalam konteks ini, Kantata berpihak pada keadilan dan kepastian hukum dengan berpegang pada solidaritas dan kebersama-an. Simak, penggalan lirik lagu Samsara berikut ini: &#8220;…Keadilan, kehidupan, ditegakkan / Kebersamaan, kemakmuran, dilautkan / Apakah masih ada angin cinta kebersamaan / gerhana meratap jiwa membara / kesatuan berbangsa, digemakan / Samsara…&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Hal yang juga agak berbeda bahwa lagu-lagu pada album Kantata Samsara terasa lebih kontemplatif serta banyak menggunakan bahasa simbol yang liris. Permenungan yang mendalam dan bahkan menyayat, begitu terasa pada lagu Anak Zaman, Songsonglah, dan Lagu Buat Penyaksi. Sementara itu, ramuan bahasa simbol dapat dinikmati pada lagu Nyanyian Preman, Asmaragama, dan Langgam Lawu. Kantata juga membuat lagu berlirik Inggris, For Green and Peace, sebuah lagu yang merefleksikan harapan akan kesejahteraan dan kedamaian.</p>
<p style="text-align:justify;">Memasuki awal 1998, Kantata kembali hadir dengan mengeluarkan album ketiga, Kantata Takwa Samsara. Sebenarnya album ini merupakan kompilasi dari dua album sebelumnya. Walaupun demikian ada sedikit perbedaan. Untuk lagu Gelisah yang diambil dari album pertama mendapat penambahan aransemen pada intronya dan untuk lagu Kesaksian yang juga diambil dari album pertama ditambah dengan narasi WS Rendra.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 1999, tanpa didukung Iwan Fals, Kantata kembali melahirkan album berjudul Kantata Revolvere yang diproduksi Kantata Bangsa Foundation.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka kembali bergabung, termasuk Iwan Fals yang beberapa tahun sebelumnya menyatakan keluar, menggelar konser di Parkir Timur Senayan, 30 Agustus 2003. Konser yang diberi title Konser Kantata Takwa: Kesaksian 2003 ini menghadirkan personil asli yang terbentuk di awal Kantata. Secara jumlah penonton yang mencapai 150-an ribu, konser ini bisa dibilang sukses.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">sumber : http://iwanfalsmania.blogspot.com/</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chikalsetiawan.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chikalsetiawan.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chikalsetiawan.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chikalsetiawan.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chikalsetiawan.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chikalsetiawan.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chikalsetiawan.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chikalsetiawan.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chikalsetiawan.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chikalsetiawan.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chikalsetiawan.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chikalsetiawan.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chikalsetiawan.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chikalsetiawan.wordpress.com/411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chikalsetiawan.wordpress.com&amp;blog=7404337&amp;post=411&amp;subd=chikalsetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/07/29/sejarah-lahirnya-kantata-takwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8fb822ef9517fb86e991e8492ede8d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chikal setiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/poto-kantata-takwa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">POTO kantata takwa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/poto_matadewa-copy1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">POTO_MataDewa copy-</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/poto-18_swami-copy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">POTO 18_Swami copy-</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/poto-personel-kantata-taqwa1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">POTO PERSONEL KANTATA TAQWA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang Kantata Barock !</title>
		<link>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/07/11/selamat-datang-kantata-barock/</link>
		<comments>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/07/11/selamat-datang-kantata-barock/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2011 15:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chikal setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[IWAN FALS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chikalsetiawan.wordpress.com/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[Hari Minggu, 10 Juli 2011 malam, di Jl. Kemanggisan Raya, Jakarta, Setiawan Djody mengadakan konferensi pers dikediamannya. Acara ini tentang bangkitnya kembali Kantata Takwa. Setiawan Djody bersama Iwan Fals dan Sawung Jabo menamakannya Kantata Barock. Jika diawal munculnya Kantata menggunakan nama Kantata Takwa (1990), kemudian Kantata Samsara (1998) lalu ada Kantata Revolvere (tanpa Iwan Fals) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chikalsetiawan.wordpress.com&amp;blog=7404337&amp;post=401&amp;subd=chikalsetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/barock21.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-402" title="barock2" src="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/barock21.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Hari Minggu, 10 Juli 2011 malam, di Jl. Kemanggisan Raya, Jakarta, Setiawan Djody mengadakan konferensi pers dikediamannya. Acara ini tentang bangkitnya kembali Kantata Takwa. Setiawan Djody bersama Iwan Fals dan Sawung Jabo menamakannya Kantata Barock.</p>
<p>Jika diawal munculnya Kantata menggunakan nama Kantata Takwa (1990), kemudian Kantata Samsara (1998) lalu ada Kantata Revolvere (tanpa Iwan Fals) dan kini Kantata Barock hadir tanpa WS Rendra yang sudah meninggal dunia dan tanpa salah satu motor Kantata Takwa, yaitu Yockie Suryoprayogo yang menurut Setiawan Djody sedang sibuk dengan pekerjaannya.</p>
<p><a href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/barock4-iwan-jody.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-403" title="barock4 iwan jody" src="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/barock4-iwan-jody.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a>Acara yang dihadiri oleh para wartawan, undangan dan kerabat dekat Setiawan Djody dimulai sekitar pukul 20.30 WIB. Diawali oleh penampilan Band Kotak yang membawakan lagu Selalu Cinta, Cuci Mata dan Pelan Pelan Saja. Keterlibatan Band Kotak dalam Kantata pernah diutarakan Setiawan Djodi pada saat acara A Masterpiece of Erwin Gutawa beberapa bulan lalu, dan saat ini Djodi membuktikannya.</p>
<p>Setelah Band Kotak, sedikit diberikan pengantar tentang latar belakang Kantata Barock. Kemudian Setiawan Djody, Iwan Fals, Sawung Jabo, Doddy Katamsi, Totok Tewel, Edi Daromi, Ikmal Tobing (anak dari Jelly Tobing) dan beberapa personil Sirkus Barock tampil dengan membawakan lagu berjudul “Cinta”. Seperti biasa Iwan Fals menyanyikan lagu ini selalu dengan penuh penghayatan.</p>
<p><a href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/barock5-kotak1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-404" title="barock5 kotak" src="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/barock5-kotak1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Disusul dengan beberapa lagu diantaranya Barong Aku Bento (lagu Bento versi baru yang pernah dibawakan pada dialog malam TVRI beberapa bulan lalu), Mukjizat (lagu baru Setiawan Djody), Hio, Ombak (lagu baru Iwan Fals), Bongkar dan beberapa lagu lainnya yang dibawakan oleh Setiawan Djody, Sawung Jabo, Doddy Katamsi, Kotak dan Once.</p>
<p>Lagu baru Mukjizat dibuat Djody karena dia bisa pulih dari sakit kanker hati yang telah dideritanya. Lagu baru Ombak dibuat Iwan Fals terinspirasi oleh rencana Willy (alm WS Rendra) yang mempunyai rencana membuat Kantata Samudra, namun tidak dapat terlaksana karena Willy telah meninggalkan kita.</p>
<p>Direncanakan konser besar Kantata Barock akan dilaksanakan bulan November 2011 dan Maret 2012. Tapi apakah tanpa kehadiran alm. WS Rendra dan Yockie Suryoprayogo, Kantata Barock akan sesukses Kantata Takwa dan Kantata Samsara? Apakah kekuatan lirik dan aransemen musiknya akan semegah dahulu?. Kita tunggu saja.</p>
<p>sumber: http://iwanfalsmania.blogspot.com</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Barong! Aku Bento”</p>
<p>(Kantata Barock)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namaku Barong, rumahku langit</p>
<p>Hidup berjuang, memburu belantara</p>
<p>Aku mau jujur, kucari hidup</p>
<p>Ayo&#8230; oh Bento, Barong belantara!</p>
<p>Ooh&#8230;ooh&#8230; memburu harmoni cinta</p>
<p>Ooh&#8230;ooh&#8230; ayo&#8230; menggelinding&#8230; berjuang!</p>
<p>Berani jantan, sadar berontak</p>
<p>Sekali lirik kau jatuh cinta</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bisnisku berjuang</p>
<p>Lawan apa saja yang penting</p>
<p>Aku menang kucing senang kurcari kenyang</p>
<p>Persetan tikus politik, protes!</p>
<p>Karena ku selalu setia dengan cinta&#8230;oooh&#8230;oooh..</p>
<p>Memburu doa, Barong merapi</p>
<p>Aku Bento, Oh Barong Maridjan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengoceh kebenaran</p>
<p>Khotbah keadilan, sarapan hariku</p>
<p>Aksi kucing lapar</p>
<p>Makan apa saja&#8230;ooh jagonya</p>
<p>Maling papan atas, bandit kelas tikus</p>
<p>Itu mangsa kucing!</p>
<p>Siapa mau ikut berjuang?</p>
<p>Bongkar sarang tikus</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku Bento, Barong belantara</p>
<p>Aku Bento, kucing gungu! Ayo makan tikus</p>
<p>Barong Marijan, cinta belantara&#8230; Ooh&#8230; Ooh&#8230; Ooh&#8230; Oooh</p>
<p>Aku Bento, kucing gunung! Ayo makan tikus!</p>
<p>Barong Maridjan, cinta belantara&#8230; Ooh.. Ooh.. Ooh&#8230; Ooh</p>
<p>Merapiku murka!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chikalsetiawan.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chikalsetiawan.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chikalsetiawan.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chikalsetiawan.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chikalsetiawan.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chikalsetiawan.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chikalsetiawan.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chikalsetiawan.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chikalsetiawan.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chikalsetiawan.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chikalsetiawan.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chikalsetiawan.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chikalsetiawan.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chikalsetiawan.wordpress.com/401/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chikalsetiawan.wordpress.com&amp;blog=7404337&amp;post=401&amp;subd=chikalsetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/07/11/selamat-datang-kantata-barock/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8fb822ef9517fb86e991e8492ede8d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chikal setiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/barock21.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">barock2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/barock4-iwan-jody.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">barock4 iwan jody</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/07/barock5-kotak1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">barock5 kotak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KONSER IWAN FALS DI PRJ 2011</title>
		<link>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/06/16/384/</link>
		<comments>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/06/16/384/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 15:23:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chikal setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[IWAN FALS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chikalsetiawan.wordpress.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka HUT DKI Jakarta yang ke 484, Musisi legendaris Iwan Fals ikut meramaikan konser 32 hari nonstop di hajatan tahunan Pekan Raya Jakarta (PRJ) Rabu tanggal 15 Juni 2011. Sebelum konser berlangsung MC memberikan waktu kepada penonton untuk bertanya langsung kepada idola mereka yang menyaksikan konser Iwan Fals malam itu, diantara para penonton yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chikalsetiawan.wordpress.com&amp;blog=7404337&amp;post=384&amp;subd=chikalsetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/06/iwanfals-prj.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-385" title="IwanFals PRJ" src="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/06/iwanfals-prj.jpg?w=223&#038;h=300" alt="" width="223" height="300" /></a>Dalam rangka HUT DKI Jakarta yang ke 484, Musisi legendaris Iwan Fals ikut meramaikan konser 32 hari nonstop di hajatan tahunan Pekan Raya Jakarta (PRJ) Rabu tanggal 15 Juni 2011.</p>
<p>Sebelum konser berlangsung MC memberikan waktu kepada penonton untuk bertanya langsung kepada idola mereka yang menyaksikan konser Iwan Fals malam itu, diantara para penonton yang bertanya ada ibu-ibu yang lagi hamil ada di barisan terdepan dan mengajukan permintaan kepada sang maestro, &#8221; Bang Iwan suami saya kan penggemar bang Iwan, kebetulan sekarang saya lagi hamil, bagaimana kalo saya minta bang Iwan untuk memegang perut saya biar anak saya bisa seperti bang Iwan, &#8220;kata si ibu yang bertanya tadi. &#8220;Iwan Fals hanya bisa tersenyum dan berkata terima kasih, tapi saya doakan semoga anaknya lahir dengan selamat dan bisa menjadi anak yang soleh itu juga sama doa, pungkas bang Iwan sambil tersenyum. Ada juga penonton yang bertanya langsung kepada Iwan Fals malam itu, &#8221; Kapan mau manggung bareng &#8220;SWAMI&#8221; lagi, &#8221; SWAMI sudah gak ada lagi, SWAMI hanya bertahan 3 tahun saja, Tapi kami masih terus komunikasi dengan Jabo juga dengan yang lainnya, malah ada rencana kita mau ngadain reunian dengan KANTATA, &#8221; jawab Iwan menjelaskan.</p>
<p>Konser musik yang berlangsung sekitar satu setengah jam itu dibuka dengan &#8216;Lagu Satu&#8217; di panggung utama area PRJ. Sedikitnya 10.000 penggemar Iwan Fals yang menamai dirinya sebagai &#8216;Oi&#8217; hadir meramaikan pertunjukan hingga larut malam.</p>
<p>Tak hanya dari <a href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/06/iwanfals12-generasi-muda-prj.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-386" title="IwanFals12 generasi muda PRJ" src="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/06/iwanfals12-generasi-muda-prj.jpg?w=235&#038;h=300" alt="" width="235" height="300" /></a>golongan muda, tua anak-anak, dan wanita yang berasal dari berbagai wilayah Jabodetabek ikut menyaksikan konser Iwan Fals itu.<br />
Para penonton pun diajak bernyanyi bersama saat Bang Iwan membawakan lagu &#8216;Mimpi yang Terbeli&#8217;. Mereka semua terlihat asyik menikmati lantunan lagu-lagu Iwan yang sebagian besar bertemakan kritik sosial. Tak hanya itu, saat membawakan lagu &#8216;Entah&#8217; penonton pun ikut bernyanyi bersama dengan diselingi canda tawa Iwan Fals bersama Toto Tewel (gitaris) di atas panggung. Di tengah-tengah pertunjukan ketika Iwan Fals selesai membawakan lagu &#8220;Robot Bernyawa&#8221;  Iwan Fals  bercerita, semoga pemerintah kita mau mendengar teriakan kita malam ini, disambut dengan tepuk tangan dan teriakan para Oi yang hadir memberikan dukungan atas ucapan Iwan Fals tadi.  Namun tiba-tiba di tengah kerumunan para penonton terjadi keributan yang membuat sebagian penonton lari ketakutan, smpai Iwan Fals berhenti bicara menyaksikan kejadian itu, lalu Iwan fals bilang, &#8221; Tolong kita hormati dulu kepada orang yang berantem, biarkan mereka berantem dulu setelah selesai baru kita lanjutkan lagi, kata Iwan Fals, Di sambut teriakan daripara penonton dengan teriakan &#8220;Kampungan&#8221; &#8220;Kampungan&#8221; Kampungan.</p>
<p><a href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/06/iwanfals13-prj1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-388" title="IwanFals13 PRJ" src="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/06/iwanfals13-prj1.jpg?w=300&#038;h=197" alt="" width="300" height="197" /></a>Para Oi sebutan untuk para penggemar Iwan Fals, merasa trerganggu dengan adanya keributan itu, mereka menganggap bukan anak Oi sejati jika melakukan keributan dikala Konser Iwan Fals, mereka menganggap yang melakukan itu norak dan kampungan. Setelah keributan berhasil di redam Konser pun di mulai lagi. Para penonton pun kembali bernyanyi bersama sang legenda ini. Tak terasa lagu demi lagu terus mengalir dari Iwan Fals dan Band yang mengiringi konser malam itu sampai pada ujung pertunjukan. Iwan pun mengucapkan terima kepada para penonton yang telah hadir malam itu itu, dan dia berpesan agar ketika membubarkan diri harap memungut sampah yang ada di sekelilingnya. Penampilan Iwan malam itu mampu mengobati kekecewaan penonton yang sebelumnya <a href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/06/iwanfals14-pamit-prj.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-389" title="IwanFals14 Pamit PRJ" src="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/06/iwanfals14-pamit-prj.jpg?w=300&#038;h=194" alt="" width="300" height="194" /></a>hadir di panggung kita .  Hingga tepat tengah malam, konser pun ditutup dengan membawakan lagu  &#8221;Selamat Tinggal Malam&#8221;. Ia pun berpamitan kepada seluruh Oi yang hadir dari berbagai penjuru di tanah air. Iwan Fals dan Band memberikan hormat terakhirnya dan menyudahi konser dengan bersujud bersama-sama seluruh pengisi acara band Iwan Fals. Sementara itu seluruh Oi yang hadir bernyanyi dan mengucapkan salam perpisahan. Sudah kebiasaan dimanapun Iwan Fals konser, para penggemar Iwan Fals selalu mendendangkan lagu Do&#8217;a (Album Suara Hati 2002) buat Iwan Fals sebelum meninggalkan mereka, mau tidak mau Iwan dkk pun ikut bernyanyi bersama Oi, Lagu itu seolah sudah menjadi lagu wajib yang harus di nyanyikan di setiap akhir episode konser Iwan Fals dimanapun konser itu di adakan oleh anak <a href="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/06/iwanfals15-sujud-prj2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-392" title="IwanFals15 Sujud PRJ" src="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/06/iwanfals15-sujud-prj2.jpg?w=300&#038;h=189" alt="" width="300" height="189" /></a>- anak Oi.</p>
<p>&#8216;DOA&#8217;</p>
<p>&#8220; Berjamaah</p>
<p>Menyebut asma <strong>ALLAH</strong></p>
<p>Saling asah saling asih saling asuh<br />
berdo&#8217;alahSambil berusaha<br />
Agar hidup jadi tak sia sia</p>
<p>Badan sehat<br />
Jiwa sehat<br />
Hanya itu yang kami mau</p>
<p>Hidup berkah<br />
Penuh gairah<br />
Mudah mudahan <strong>ALLAH</strong> setuju</p>
<p>Inilah lagu pujian<br />
Nasehat dan pengharapan</p>
<p>Dari hati yang pernah mati<br />
Kini hidup kembali</p>
<p>Sumber : <a href="http://music.detikhot.com/">http://music.detikhot.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chikalsetiawan.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chikalsetiawan.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chikalsetiawan.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chikalsetiawan.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chikalsetiawan.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chikalsetiawan.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chikalsetiawan.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chikalsetiawan.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chikalsetiawan.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chikalsetiawan.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chikalsetiawan.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chikalsetiawan.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chikalsetiawan.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chikalsetiawan.wordpress.com/384/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chikalsetiawan.wordpress.com&amp;blog=7404337&amp;post=384&amp;subd=chikalsetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chikalsetiawan.wordpress.com/2011/06/16/384/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8fb822ef9517fb86e991e8492ede8d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chikal setiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/06/iwanfals-prj.jpg?w=223" medium="image">
			<media:title type="html">IwanFals PRJ</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/06/iwanfals12-generasi-muda-prj.jpg?w=235" medium="image">
			<media:title type="html">IwanFals12 generasi muda PRJ</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/06/iwanfals13-prj1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IwanFals13 PRJ</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/06/iwanfals14-pamit-prj.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IwanFals14 Pamit PRJ</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chikalsetiawan.files.wordpress.com/2011/06/iwanfals15-sujud-prj2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IwanFals15 Sujud PRJ</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
