Archive for the IWAN FALS Category

Wawancanda sore dengan IWAN FALS

Posted in IWAN FALS on 2013/06/26 by chikal setiawan

IWAN FALS BLOGKali kedua saya bertemu dengan Iwan Fals secara personal sambil tanya soal ini soal itu, di bilangan radio swasta di Jakarta 21/01/2013. Ketika Bertemu seperti biasa memberi salam kepada Bagoes AA dan Iwan Fals yang kala itu sedang berbincang santai…sambil mengenal kan diri kepada Iwan Fals..lalu sayalangsung ke pokok permasalahan (soalnya Iwan akan on air radio ).

beberapa pertanyaan tapi tepatnya sih konfirmasi kepada Iwan Fals soal karyanya tahun ’80an,
- soal judul panjang “doa Pengobral dosa”  yang tertera di PH menjadi “Doa Pengobral Dosa di Sudut Dekat Gerbong Butut” merupakan kesalahan dari pihak Label kata Iwan Fals, tetapi bagi kolektor.. ini menjadi unik
- lagu  “Menjelang Bobo/tidur” di album Wajib Belajar nya Rita Rubby Hartland dimana disitu tertera ciptaan Willy.S/RitaRubby/Iwan Fals, di sini Iwan bilang “LUPA” mungkin juga saat itu, kalo bisa lagu nya saya minta kayak apa lagu2 tersebut..ujar Iwan
- soal Lagu “KELUARGA DALAM BENCANA” di album EXAMASIST , “saya lupa tentang lagu tersebut, dan baru tau ada lagu saya disitu, itu grupnya Helmi dan Bambang setelah AMBURADUL saya ikut lomba Humor, Totok ke DEMOKRATIK ” kata Iwan
- lantas soal singkatan KPJ antara kaset dan PH Iwan bilang ” coba tanya ke Anto Baret, soalnya ada dua persepsi juga  antara Kelompok Pemusik Jalanan dan Kelompok Penyanyi Jalanan.. kalo penyanyi hanya bernyanyi, kalo pemusik lebih luas”
- Tentang lagu “Luka” dan “Annisa” yang tidak dimasukan ke album, ternyata Iwan sendiri gak tau kenapa tidak dimasukan dua lagu tersebut ” mungkin untuk lagu Annisa gak muat dikaset waktu itu (kaset c-45 kata Iwan).
- Lagu “Percayalah Kasih” dialbum Yockie – PENANTIAN, “tadinya suara cewek itu Yos, tapi saya gak setuju lalu digantikan oleh Vina Panduwinata”
Suara Cewek di lagu Damai Kami Sepanjang Hari  dan “Surat Buat Wakil Rakyat” merupakan suara mbak Yos (istri Iwan).dan suara anak kecil di lagu “Wakil Rakyat dan Kemesraan” versi awal itu suara anaknya Heiry Buchaeri dan suara cewek itu Titik Hamzah ketika saya tanya ke Bagoes AA.
ketika saya tanya soal Jingle Iklan, Iwan Bilang “ada tiga jingle iklan yang saya bikin, iklan jeans JOIN-IN , iklan vespa waktu dibandung awal 80-an dan tabloid “DETAK” (90an)..# wah punya Pe-er lagi nih iklan sebuah Vespa, hunting lageee…..

album2 awal Iwan Fals menurut beliau sendiri
1. Rekaman di Radio EH 8 (tidak diedarkan) dimana Iwan bermain sendiri
2. Kelompok Amburadul (Totok kebandung mengajak Iwan membentuk band dijakarta dan rekaman diwal 1979)
3. Yang Muda Yang Bercanda II (vakumnya Amburadul Iwan ikut lomba2 humor, Totok ke Demokratik)
4. Canda Dalam Ronda (bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip)
5. Canda Dalam Nada (lagu yang di ambil dari dua album sebelumnya di bendera LHI)

Ketika Iwan bermain di Balai Sidang Jakarta ada pihak Musica Studio menawarkan nya Rekaman maka rilis album Sarjana Muda”
Sedikit Wawancanda bareng Iwan Fals dengan suasana yang hangat & santai, sebenar masih banyak yang saya ingin tanyakan, apadaya waktunya sangat pendek mungkin lain waktu  dialbum baru nya Iwan Fals yang akan edar medio 2013 ini….(abd)

 

Iwan Fals Album baru 2013

Posted in IWAN FALS on 2013/06/26 by chikal setiawan
Interview album baru Iwan Fals yang rencananya berjudul RAYYA
Wall of Fame at Hard Rock FM Anniversary 17 th
di Radio Hard ROck FM Jakarta, dari 24 lagu yang disodorkan ternyata hanya 18 lagu yang dimasukan kedalam album baru tersebut, kalo mau lebih tau atau pengen tau banged dengerin aja dibawah ini :D
Label: 

IWAN FALS DAN PARA KORUPTOR

Posted in IWAN FALS on 2012/10/18 by chikal setiawan

Iwan Fals Dan Para Koruptor

Perhatian kita sekarang terus dinodai dengan tingkah parakoruptor. Kalau saja hukum di negara ini bisa tegas, tentu tidak akan ada yang berani ‘ngembat duit rakyat buat kesenangan pribadi. Tapi tahu sendiri kan yang terjadi dengan semua ini..?
Iwan Fals sudah sering menyindir tingkah busuk para koruptor dalam lagu lagunya, bahkan dia juga memotret perlakuan spesial yang dinikmati koruptor yang sudah dipenjara sekalipun. Mari simak apa sebagian cerita Iwan Fals dalam lagu-lagunya tentang para koruptor itu….

Ini bukan rahasia lagi seperti kata Iwan Fals, negeri kita ini surganya para penipu. Akibat ancaman hukuman yang tidak tegas, pemimpin yang memble, akhlak yang bejat… dan secara tidak langsung ‘didukung’ juga oleh beberapa dari kita sendiri yang kadang tak ambil pusing dengan semua itu, yang penting tidak diusik, perut kenyang keluarga senang, peduli maling berkeliaran.

Tiga Bulan
Karya ini merupakan salah satu lagu lama dimasa awal karir Iwan Fals sekitar awal 80-an. Saat lagu ini beredar dalam album berjudul sama, 3 Bulan, dia belum begitu populer. Lagu ini berkisah mengenai diskriminasi perlakuan dan putusan hukum antara maling telur ayam dan koruptor uang negara senilai seratus juta rupiah.
Si maling telur dalam pengadilan mendapatkan perlakuan tegas. Dan dia akhirnya dihukum selama tiga bulan penjara karena mencuri seratus butir telur ayam di pasar. Lalu bisa dipastikan dia semakin tersiksa dalam penjara dengan adanya bait lirik yang tertulis,“bibir sumbing gigi rompal dapat kupastikan”.
Bagaimana dengan si koruptor. Ternyata perlakuan dalam persidangan jauh lebih ‘santun’ ketimbang si maling telur tadi. Kamu bisa baca dalam bait, “Palu kayu bapak hakim berbunyi pelan terdengar sumbang”. Itu bisa kita artikan sendiri kalau si hakim tidak tegas dan menjadikan pengadilan untuk koruptor ini hanya sebagai permainan belaka. Dan hasilnya koruptor itu juga ditahan selama tiga bulan penjara. Hebat kan, maling telur dan koruptor hukumannya sama. Makin hebat lagi ketika Iwan Fals berkata, “dalam rumah dalam penjara tiada beda…”. Kamu bisa memahami lirik itu kan?. Kalau kita rajin mengamati berita-berita tentang lucunya putusan pengadilan sekarang, ternyata peristiwa yang dinyanyikan Iwan Fals pada awal tahun 80-an ini masih sering kita dapatkan di masa sekarang.Lirik lengkap lagu Tiga Bulan 

Pemborong Jalan
Ini juga karya Iwan Fals di tahun 80-an saat dia masih belum populer. Lagu ini terdapat dalam album Perjalanan.
Lagu ini berisi mengenai kritikan Iwan Fals pada kualitas pembangunan di negeri ini yang hanya bertahan sebentar saja lalu rusak lagi. Dia memberi contoh pada sebuah jalan yang baru saja diaspal, setelah sehari terkena hujan, aspal itu rusak lagi. Apakah yang terjadi? apakah dana proyek itu dikorupsi? kemungkinan itu sangatlah besar.
Kemudian Iwan Fals menghubungkan dengan uang pajak. Rakyat yang sudah bayar pajak tinggi tetapi mendapatkan fasilitas yang minim. Iya benar, kita bisa meyakini semuanya dikorupsi. Uang pajak dikorupsi, lalu yang dipakai hanya tinggal sisa-sisanya untuk pembangunan fasilitas publik yang hasilnya asal-asalan. Lalu para pekerja pembangunan itu hanya diupah rendah, mereka tak ubahnya hanya menjadi sapi perahan saja oleh pemenang tender proyek yang biasanya sudah diatur. Inilah ironisnya negeri kaya raya yang bernama Indonesia ini. Korupsi dimana-mana.

Lirik lengkap lagu Pemborong Jalan

Sapuku Sapumu Sapu Sapu

Karya ini ada dalam album Opini tahun 1982. Sebenarnya lagu ini mengangkat tema tentang profesi tukang sapu. Pekerjaan kecil ini kadang luput dari perhatian kita, padahal jasa tukang sapu sangat besar untuk kebersihan dan kesehatan lingkungan yang kerap kita lewati.

Lalu dimana hubungannya dengan koruptor? Simak bait ini: “Tukang sapu bawa sapu masuk di kantor bersihkan yang kotor… Cukong kotor mandor koruptor semua yang kotor… awas kena sensor..”. Dalam kacamata saya, tukang sapu disini bermakna kita sebagai bagian dari rakyat yang menginginkan negeri ini bersih dari korupsi. Lalu kita memasuki area-area yang sering menjadi sarang para koruptor. Kita bersihkan semua koruptor yang bertengger disana. Lalu Iwan Fals mengingatkan ‘awas kena sensor’. Peringatan itu bermakna kalau kita rajin membersihkan para tukang korupsi tersebut, kita bisa dibasmi juga.

Lirik lengkap lagu Sapuku Sapumu Sapu Sapu

Politik Uang

Lagu yang ini ada dalam album Manusia Setengah Dewa tahun 2004. Sebuah album Iwan Fals yang sarat dengan kritik sosial. Album ini pula yang saat itu menjawab kerinduan penggemar terhadap sosok kritis dan kesederhanaan lagu-lagu dari penyanyi ini.

Lagu ini berkisah mengenai dunia politik dengan banyaknya partai yang terdaftar untuk ikut pemilihan umum. Disitu Iwan Fals berkata asalkan punya uang banyak, sebuah partai bisa memenangkan pemilu. Dengan apa? Dengan menyuap para pemilih untuk memilih partai politik yang ditentukan. Mereka (partai politik) kampanye dengan menawarkan berbagai program kerja kepada rakyat. Tetapi itu rupanya hanyalah seperti dongeng karena kenyataannya hanya cuma omongan yang tidak jelas pelaksanaannya. Namun banyak penonton cukup senang karena mereka mendapat keuntungan materi dengan menghadiri kampanye politik.

Dalam lagu ini Iwan Fals berkata uang adalah bahasa kalbu, uang adalah santapan rohani mulai birokrat, rakyat jelata bahkan wakil rakyatnya. Meski tidak semuanya tetapi banyak yang suka. Mungkin maksudnya dengan uang (kotor) bagi siapa saja yang suka, apapun bisa dilakukan, bahkan untuk memperoleh kekuasaan politik. Lalu dia melanjutkan dengan bait, “Jangan heran korupsi menjadi jadi… Habis itulah yang diajarkan… Ideologi jadi komoditi… Bisa diekspor ke luar negeri”. Masih mau membantah kalau korupsi tidak diajarkan dalam keseharian beberapa dari kita…?

Lirik lengkap lagu Politik Uang

 
Dan Orde Paling Baru

Lagu ini masih dalam album Manusia Setengah Dewa. Dulu kita mengenal istilah Orde Lama. Kemudian kita mengenal lagi istilah Orde Baru sebagai pengganti istilah sebelumnya. Dan setelah kekuasaan Orde Baru digulingkan dengan demonstrasi besar-besaran tahun 1996, kita mengenal dengan Orde Reformasi. Namun Iwan Fals menyebutnya Orde Paling Baru.

Dalam lagu ini Iwan menyindir tidak banyaknya perubahan setelah Orde Baru digulingkan. Lagu ini langsung menghentak dengan bait “KKN berkembang biak sampai kelurahan”. Istilah KKN semakin kita kenal pada masa demonstrasi besar-besaran menuntut reformasi. KKN adalah singkatan dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Kondisi penuh KKN ini merajalela dimasa Orde Baru sehingga menjadi salah satu pemicu pergolakan besar yang kemudian meruntuhkannya. Namun ternyata sampai masa Orde Paling Baru praktek tersebut tidak berkurang, bahkan malah semakin menjadi. Apakah benar yang dikatakan Iwan Fals?. Coba saja kamu main ke berbagai kantor kelurahan untuk membuktikannya. Setidaknya apa yang dikatakan Iwan Fals dalam lirik lagu ini memuat kebenaran. Sungguh mengerikan kondisi seperti ini, sehingga Iwan Fals melanjutkan dengan kalimat “Perlu pemimpin yang demokratis tapi bertangan besi” untuk memberantas praktek KKN itu. Apakah pemimpin yang sekarang seperti itu..?.

Lirik lengkap lagu Dan Orde Paling Baru 

Ngeriku

Negeriku yang ngeri, mungkin itu maksud Iwan Fals membuat lagu yang masih berada dalam album Manusia Setengah Dewa ini. Disini Iwan Fals mengajak kita turut serta bersih bersih negeri dari para penipu ini. Negeri para penipu? Iya benar, masih tidak percaya lagi?. Cobalah menengok keluar.Kata Iwan Fals negeri ini surganya para penipu. Dan memang benar itu yang terjadi, dinegeri ini para penipu berkeliaran bebas tanpa ada ancaman hukum yang tegas. Mulai penipu kelas teri yang kalau apes digebuki sampai mati dijalanan… penipu kelas bandengyang jika dipermalukan media massa lalu terpaksa dicopot jabatannya karena tekanan publik tapi bebas berdarmawisata ke luar negeri… sampai penipu kelas kakap yang antri untuk dicium tangannya bolak balik oleh para pejabat tinggi negara. Dan tidak ada ancaman hukum yang membuat jera terhadap perilaku mereka. Koruptor juga masuk kedalam golongan penipu, maling dan sejenisnya dan hal diataslah yang kita tonton setiap hari.

Kita sebagai rakyat yang takut akan dosa dan pembalasan di akhirat hanya bisa mengutuk dan mencibir ulah para penipu ini, namun biasanya yang terlalu keras sindirannya akan disikat. Disikat demi kepentingan kelompok atau golongannya. Disikat dengan sikat yang dibeli dari uang kotor hasil korupsi. Ngeri… Iwan Fals dalam lagu ini mengajak kita bersih-bersih negeri ini dari gerombolan penipu… sebelum kita yang dibersihkan oleh mereka.

Lirik lengkap lagu Ngeriku 

Masih banyak lagu-lagu Iwan Fals baik solo maupun bersama grup band yang memuat lirik tentang korupsi dan sebangsanya. Kita semua memang jenuh dengan kondisi seperti ini. Kita menjadi saling curiga dan tidak bisa mudah mempercayai siapa / lembaga apa saja yang berkicau. Kita semua seperti dipaksa bersabar dan hanya disuruh duduk manis disofa menjadi penonton kebusukan-kebusukan ini dari layar TV. Apakah kita harus ramai-ramai turun ke jalan untuk merobohkan setan yang berdiri mengangkang….?
(sb-iwanfalsmania.com)

Kalau cinta sudah di buang, jangan harap keadilan akan datang.
Kesedihan hanya tontonan, bagi mereka yang diperkuda jabatan.
Sabar sabar sabar dan tunggu, itu jawaban yang kami terima.
Ternyata kita harus ke jalan, robohkan setan yang berdiri mengangkang.
Penindasan serta kesewenang wenangan, banyak lagi teramat banyak untuk disebutkan. 
Hoi hentikan, hentikan jangan diteruskan.
Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan.
Dijalanan kami sandarkan cita cita. Sebab dirumah tak ada lagi yang bisa dipercaya.
Orang tua pandanglah kami sebagai manusia.
Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta.
BONGKAR !!!

Konser Iwan Fals – PLASTIK

Posted in IWAN FALS on 2012/09/10 by chikal setiawan
Liputan Kons3R #2 Iwan Fals. Tema: ‘Plastik’. Leuwinanggung, 8 September 2012.

Konser Iwan Fals - PlastikIni adalah edisi ke-2 konser Iwan Fals di Panggung Kita, Leuwinanggung yang juga rumahnya. Setelah sebelumnya pada 21 Juli 2012 telah menyelenggarakan konser #1 dengan tema ‘Sampah’ di tempat yang sama. Konser Iwan Fals #2 dengan tema ‘Plastik’ kali ini berlangsung pada hari Sabtu, 8 September 2012 sore hari dengan bertabur bintang tamu para musisi profesional. Iwanfalsmania.com berkesempatan menyaksikan konser ini sekaligus silaturahim dengan sahabat-sahabat pengakses blog ini diarea konser.

PT. Tiga Rambu atau biasa disebut 3R, perusahaan milik Iwan Fals dan keluarga seperti biasa menjadi penyelenggara konser-konser Iwan Fals terutama yang dilangsungkan di rumahnya. Konser #2 edisi ‘Plastik’ adalah salah satu bentuk keprihatinan Iwan Fals terhadap begitu bahayanya sampah plastik. Dekorasi panggung pun didominasi oleh sampah-sampah plastik.

Diiringi Totok Tewel (gitar), Edi Darome (keyboard), Raden (drum) dan Ferry (bass), Iwan Fals & Band membuka kons3R sore itu dengan lagu Esek-Esek Udug-Udug. Perlahan para fans Iwan Fals yang tergabung dalam Oi, Fals Mania dan Komunitas Tiga Rambu mulai menyemut sekitar arena konser. Setelah itu berturut-turut lagu Ada Lagi Yang Mati dan Guru Zirah dibawakan. Komposisi Iwan Fals & Band kali ini benar-benar menyuguhkan irama yang cukup ‘ngerock. “Wah, kalo main kayak gini baru tiga lagu dah kelar nih!”, seloroh Iwan Fals.

Bintang tamu pertama yang menemani Iwan Fals adalah Balawan, permainan gitaris jazz tersebut sangat menyatu dalam lagu PHK. Lagu ini menjadi sangat energik dan unik ketika permainan gitar Balawan dan Totok Tewel saling bersahutan, mengingatkan kita pada konser-konser G3 yang terdiri dari 3 gitaris handal dunia yakni Joe Satriani, Steve Vai & John Petrucci.

“Bumi terancam polusi, kalo plastik-plastik itu dipakai untuk dipakai membungkus bumi maka mencapai 10x lipatan ukuran bumi. Penyumbang terbesar sampah plastik adalah supermarket, plaza-plaza, pasar. Belum lagi harga-harganya yang semakin membumbung tinggi”, ujar Iwan Fals sesaat sebelum ia membawakan lagu Mimpi Yang Terbeli.

Permainan gitar Balawan sangat ciamik di lagu ini, seperti melody-melodi jazz menggerayangi lagu Iwan Fals. Bisa kita bayangan permainan rock Totok Tewel ditaburi oleh permainan jazz Balawan. Kombinasi yang nyaris sempurna, begitupun ketika laguDesa mereka bawakan. Salut !

Kenapa Balawan menjadi salah satu bintang tamu sore itu? Iwan Fals memberikan alasan yaitu karena salah satu lagunya yakni Buku Ini Aku Pinjam menjadi salah lagu yang menginspirasi seorang Balawan untuk lebih mendalami alat musik gitar. Balawan pun diberi kesempatan oleh Iwan Fals untuk memainkan instrumental lagu Buku Ini Aku Pinjam. Sorak penonton pun membahana mengiringi permainan Balawan. “Semoga Mas Iwan Fals diberikan kesehatan dan panjang umur sehingga bisa menginpirasi kawan-kawan yang lain”, ucap Balawan sesaat sebelum ia meninggalkan panggung.


  
Video Mimpi Yang Terbeli & Buku Ini Aku Pinjam (insrumental) – Balawan
Pangggung Kita 8 September 2012

Iwan Fals Feat. Momo Geisha
Setelah disuguhi 6 lagu yang bertempo cepat dan rock, pada lagu kedelapan Iwan Fals membawakan lagu Izinkan Aku Menyayangimu ditemani oleh vokalis band Geisha yakni Momo. Duet Iwan Fals dan Momo Geisha membuat lagu ini semakin terasa manis dan romantis. Kehadiran Momo Geisha menjadi kejutan karena tidak dipublikasikan luas oleh Tiga Rambu kepada penonton.
Setelah itu, Momo didaulat oleh Iwan Fals untuk menyanyikan lagu Jika Cinta Dia“Ini lagu galau, saya ingin lihat Oi bisa ngga menyanyikan lagu galau”, seloroh Momo Geisha sebelum ia membawakan hits dari bandnya tersebut. Ternyata beberapa fans Iwan Fals banyak yang hapal lagu tersebut. Momo pun terlihat surprise dengan tepukan dan nyanyian para penonton.
“Lagu Takkan Pernah Ada dari Geisha menjadi lagu favorit saya”, ujar Iwan Fals. Momo lantas berucap, “Iwan Fals pernah bilang padanya  bahwa lagu ini mengingatkan Iwan Fals tentang Tuhan”. Kembali kolaborasi manis ini membuat penonton berdecak kagum atas penampilan mereka.
Iwan Fals, Iwang Noorsaid, Gilang Ramadhan
Tiba-tiba para personel Iwan Fals Band, satu per satu undur meninggalkan panggung dan penonton pun terkejut ketika dari arah kiri dan kanan panggung keluar secara slide dua buah instrument musik yang “wah”.Ternyata kedua istrumen tersebutlah yang akan digunakan oleh Iwang Noorsaid dan Gilang Ramadhan. Inilah puncak dari konser sore itu, permainan asyik mereka bertiga membuat penonton berdecak kagum. Permainan drum yang rancak dari Gilang Ramadhan, jari jemari Iwang Noorsaid yang menari diantara tuts-tuts keyboard dan suara gelegar Iwan Fals menjadi sebuah kolaborasi yang sangat menakjubkan. Irama-irama yang mereka mainkan sangat kaya dengan beragam jenis musik dari mulai tradisional, rock, ballads, jazz hingga kontemporer.
Kolaborasi mereka menghasilkan lagu Potret Panen + Mimpi Wereng, lagu baru dengan judul Sampah (lagu ini pertama kali dibawakan Iwan Fals saat konser #1 edisi Sampah 21 Juli 2012 di Panggung Kita), Tikus-Tikus Kantor, Mata Indah Bola Pingpong, Ringkik Kuda Betina, Kasacima, Pulanglah, dan sebuah lagu ciptaan Gilang Ramadhan yaitu Aku Pahlawan.


Video Potret Panen + Mimpi Wereng 

Iwang Noorsaid, Gilang Ramadhan & Iwan Fals
Panggung Kita, 8 September 2012
Diantara lagu-lagu tersebut beberapa kali Iwan Fals berorasi tentang sampah plastik, korupsi, koruptor, kekeringan, nasib petani hingga wanita. “Itulah perempuan bisa ditebak tapi sulit dicerna, seperti plastik, kalo tidak bisa mengolahnya bisa bahaya !!! ”, ujar Iwan Fals. Bahkan lagu Tikus Kantor dibuat seperti orkestra dan Iwan Fals bernyanyi seperti yang biasa dibawakan oleh Djaduk Ferianto dengan Sinten Remen-nya.
Iwan Fals Konser Plastik
Diakhir lagu Aku Pahlawan karya Gilang Ramadhan, Iwan Fals mengajak semua musisi untuk naik ke panggung dan mengucapkan terima kasih kepada semua kru yang terlibat mulai dari Direksi Tiga Rambu hingga seksi kebersihan. Satu per satu nama mereka disebutkan Iwan Fals. “Maaf bagi yang belum tersebutkan, Terima Kasih !!!’, kata Iwan Fals menutup konser sore itu. (fendi – iwanfalsmania.com)
Konser Iwan Fals Panggung Kita Leuwinanggung
KONS3R #2 PLASTIK
Panggung Kita
Ds. Leuwinanggung no. 19 Tapos, Depok, Indonesia 16956
8 September 2012
Jam 15:15
Iwan Fals & Band
Iwan Fals – vocal, accoustic guitar
Totok Tewel – lead guitar
Edi Darome – keyboard
Ferry – bass
Raden – drum
Bintang Tamu:
Balawan
Momo ‘Geisha’
Iwang Noorsaid
Gilang Ramadhan
Daftar lagu:
1. Esek-Esek Udug-Udug
2. Ada Lagi Yang Mati
3. Guru Zirah
4. P.H.K. (feat. Balawan)
5. Mimpi Yang Terbeli (feat. Balawan)
6. Desa (feat. Balawan)
7. Buku Ini Aku Pinjam (instrumental – Balawan)
8. Izinkan Aku Menyayangimu (feat. Momo Geisha)
9. Jika Cinta Dia (feat. Momo Geisha)
10. Takkan Pernah Ada (feat. Momo Geisha)
11. Potret Panen + Mimpi Wereng (feat. Iwang Noorsaid & Gilang Ramadhan)
12. Sampah (feat. Iwang Noorsaid & Gilang Ramadhan)
13. Tikus-Tikus Kantor (feat. Iwang Noorsaid & Gilang Ramadhan)
14. Mata Indah Bola Pingpong (feat. Iwang Noorsaid & Gilang Ramadhan)
15. Ringkik Kuda Betina (feat. Iwang Noorsaid & Gilang Ramadhan)
16. Kasacima (feat. Iwang Noorsaid & Gilang Ramadhan)
17. Pulanglah (feat. Iwang Noorsaid & Gilang Ramadhan)
18. Aku Pahlawan (feat. Iwang Noorsaid & Gilang Ramadhan)

Silahkan follow akun twitter partner kami ->> @BeritaIwanFals untuk mendapatkan update terkini mengenai Iwan Fals. (unofficial account dari fans)

Iwan Fals Yang Dibenci

Posted in IWAN FALS on 2012/03/14 by chikal setiawan

                                                                    Iwan Fals dibenci? Lho ada apa ini? Apa penguasa membenci Iwan Fals? Kalau dulu mungkin iya, tapi sekarang bukan penguasa yang membenci Iwan Fals. Yang membenci justru beberapa penggemarnya sendiri. Ada apa gerangan? Kalau tanya pada rumput yang bergoyang, itu tandanya ada yang salah pada otak ente, cepetan pergi ke dokter sebelum terlambat. Naah.. mari kita gelar tiker di iwanfalsmania.comsambil duduk lesehan dan ngopi lantas dengarkan baik-baik suara kucing berantem dibawah ini.. :D

Ini adalah pengamatan saya selama ‘bergaul’ dengan penggemar Iwan Fals. Awalnya semua berjalan wajar saja seperti pada umumnya. Seorang penyanyi pastilah mempunyai penggemar, wajar kan. Tapi sedikit masalah bisa membuat semuanya berubah. Yang dulunya bisa disebut penggemar berat Iwan Fals, sekarang memilih menyudahi predikat itu dan menjauhkan segala sesuatu yang berhubungan dengan sosok yang digemari.

Apa sebabnya? Sedikit banyak saya menemukan jawaban dan alasan yang bisa benar bisa salah dan baiknya tidak mewakili sebab masing-masing tentu punya pandangan berbeda. Sederhana saja kesimpulan yang saya dapat, rupanya bagi mereka Iwan Fals bukan sosok seperti yang dibayangkan. Dalam bayangan mereka selama itu Iwan Fals adalah figur penyanyi yang membela sejuta masalah rakyat, sehingga seseorang menjadikan Iwan Fals sebagai idola karena merasa tersuarakan. Setelahnya bagi mereka apapun yang terjadi pokoknya Iwan Fals.

Menoleh pada masa-masa ‘gelap’ dimana kebanyakan penggemar hanya mengenal karakter Iwan Fals sebatas dari berita-berita media cetak atau sekedar menyaksikan konser Iwan Fals dari kejauhan. Melalui itu penggemar mengimajikan bayangan Iwan Fals laksana seorang pembela seperti yang tertuang dalam lirik lagu-lagunya. Namun semua dianggap berubah pada era keterbukaan sekarang ini. Sosial media seperti Twitter dan Facebookmengabarkan apa saja yang sebelumnya hampir mustahil diperoleh kebanyakan fans. Dari media-media itu penggemar bisa berinteraksi langsung dengan sang idola maupun lingkungannya, itu positif. Tetapi jika sang idola atau lingkungannya ‘kepleset’ komentar yang tidak berkenan bagi sebagian penggemar, maka akan muncul banyak pertanyaan, kok gini… kok gitu. Kemudian bermacam persepsi tentang sang idola terbentuk. Sosial media sedikit banyak menunjukkan pribadi seseorang dan akhirnya ada yang menterjemahkan kalau Iwan Fals bertolak belakang dengan bayangan mereka selama era ‘gelap’ dahulu.

Banyak hal terjadi setelahnya. Seperti suatu saat ada beberapa penggemar‘super-duper’ berat yang mengritisi Iwan Fals. Kritikan itu dituangkan dalam berbagai tulisan terbuka yang pointnya menyinggung walaupun sebenarnya tujuan penulis adalah baik untuk memberi masukan yang membangun. Banyak yang mengapresiasi tulisan-tulisan itu sebagai sebuah keberanian dan kebebasan bersuara. Bayangkan, Iwan Fals yang dikenal sebagai tukang kritik malah dikritik dan hebatnya lagi kritikan itu datangnya dari penggemar beratnya sendiri. Kritikan itu seputar penampilan yang jelek, lagu-lagu yang ‘cengeng’, harga tiket konser yang tinggi dan sebagainya.

Namun ternyata tidak sedikit ‘serangan balik’ terhadap tulisan itu baik dari internal maupun dari kubu luar yang membela mati-matian Iwan Fals, seakan Iwan Fals adalah sosok penyanyi tanpa kekurangan. Padahal sebagian pihak pembela ini jangankan kenal, pernah ketemu Iwan saja tidak. Dari respon negatif ditambah tanpa klarifikasi yang jelas dan memuaskan serta malah terkesan tidak mau disalahkan itulah maka lambat laun muncul perasaanmembenci Iwan Fals dari beberapa penggemar berat yang kritis. Seakan Iwan Fals tidak boleh di kritik, yang berani ngeritik berarti musuh. Lalu muncul pertanyaan, Iwan Fals itu siapa ?

                                                                                                                    
Kemudian apa yang terjadi setelah itu? Yang paling sederhana dilakukan oleh‘mantan fans’ ini adalah ‘membersihkan’ diri dari segala unsur yang berbau Iwan Fals. Coba melupakan bahwa Iwan Fals dulunya adalah ‘pahlawan’ bagi mereka dan ‘menyucikan diri’ kalau dia dahulu adalah fans berat dengan mengungsikan segudang koleksi langka, menutup album foto bersama idola, berhenti mendengarkan lagu-lagunya, stop nonton konser dan sebagainya. Meski hati kecilnya masih menyimpan sejuta kenangan bersama lagu-lagu Iwan Fals.

Lalu kekecewaan yang melahirkan benci bagi mereka salah satunya muncul karena ‘lingkungan’ Iwan Fals yang dianggap terlalu ‘arogan’ dan bersikap terlalu ‘ekslusif’ sehingga menciptakan jarak. Mereka melihat Iwan di masa lalu yang ‘merakyat’ serta dianggap lebih ‘membaur’ dengan penggemarnya. Banyak kisah pengalaman kawan-kawan senior tentang hubungan Iwan dahulu dengan penggemarnya yang dianggap lebih ‘indah’ dibanding sekarang. Beberapa coba komplain ke lingkungan Iwan Fals namun mendapat jawaban yang dianggap pedas. Sehingga yang lain menjadi segan atau menganggap tidak penting dan buang-buang waktu saja. Tetapi sebenarnya mereka juga sadar manusia bisa atau ingin berubah, namun seakan tidak bisa terima dengan perubahan kebiasaan yang pernah ada. Maka banyak subjek menjadi sasaran penyebab perubahan itu. Walaupun nantinya tidak akan mengelak kalau memang nyatanya Iwan pribadi yang menginginkan itu.

Kebencian pada Iwan Fals dilampiaskan bermacam-macam selain‘menyucikan’ diri dari Iwan Fals seperti pada paragraf atas, juga ada ‘mantan fans’ yang tetap membeli atau memburu album rekaman Iwan Fals tapi bukan untuk didengarkan. Uniknya kaset atau CD itu sekedar menjadi koleksi. Kalau album rekaman baru, itupun tidak pernah dibuka serta dibiarkan tertutup segelnya. Dibeli sebagai investasi untuk suatu saat kelak dijual kembali dengan nilai tinggi. Lalu mendengarkan lagu-lagunya cukup download mp3 Iwan Fals ilegal yang banyak tersebar. Mereka memposisikan diri sebagai penikmat karya musik bagus saja, bukan penggemar sosok penyanyinya.

Mungkin bagi Iwan Fals ditinggal satu-dua penggemar tidak ada artinya, toh masih banyak ribuan atau mungkin jutaan fans fanatik dan loyal yang selalu menunggu penampilannya. Tetapi harap diingat, meski cuma satu fans berat yang menjadi kecewa lantas membenci Iwan Fals, akan dengan mudahnya memberi pengaruh kepada fans-fans yang lain. Dan akhirnya malah berkembang jadi opini yang ngawur tidak terkontrol dan penuh bumbu. Sayang sekali kalau ini sampai terjadi, tapi… ssttt… ternyata sudah terjadi……

Iwan Fals memang manusia biasa sama seperti kita, mungkin dulu dia tidak pernah membayangkan kalau takdir hidupnya menjadi penyanyi pujaan banyak orang. Begitupun penggemar, mereka juga orang biasa dengan beragam sifatnya yang unik dan menganggap seorang menjadi pujaan itu adalah resiko hidup dan harus siap melayani berbagai karakter fans. Penggemar adalah aset berharga tokoh masyarakat. Tanpa penggemar, Virgiawan Listanto tidak akan menjadi Iwan Fals yang posternya ada disetiap kamar, yang stiker wajahnya ada di setiap body truk atau angkot, yang lagu-lagunya masih dinyanyikan oleh orang baik-baik sampai koruptor, yang nama-nama anggota keluarganya dipilih menjadi nama bayi-bayi. Dan faktanya, apabila ada penggemar menjadi berani mengkritik Iwan Fals, itu juga karena Iwan Fals yang mengajari.

Lalu apa sebenarnya harapan penggemar kepada Iwan Fals? Setelah semua itu rasanya tidak ada yang berlebihan, sebagian sudah diutarakan itu dianggap sudah melepaskan gelisah. Biarlah Iwan Fals dengan profesinya melahirkan karya-karya musik, penggemar cukup sebagai konsumen. Penggemar juga sudah bisa menyadari semua ini, malah kondisi seperti ini lebih baik. Penggemar jadi tahu karakter orang dan lingkungan yang diidolakan selama ini. Tinggal merespon seperti apa dan menentukan berada pada posisi yang mana. Bagi penggemar, baik buruknya karya Iwan Fals sekarang cuma untuk konsumsi hiburan sekedar bernostalgia saja, hanya sebagai pelengkap koleksi.

Dari ini semoga jadi pelajaran untuk semua dan terutama buat saya untuk bersikap wajar dalam mengidolakan seseorang, sebab tidak ada manusia yang sempurna…. Kisah diatas adalah fakta bukan ngarang, kalau tidak terima silahkan omeli saya :) . (sb – iwanfalsmania.com)

Ane“Kok ente serius banget sih bacanya…?”

Pembaca: “Katanya ada kucing berantem, mana..? Sebenernya situ cerita atau kumur-kumur sih, gan..?”

 
Dan tikarpun digulung… kucing yang berantem ternyata tidak ada… pembaca pulang kerumah dengan hati yang bertanya-tanya… sambil sayup terdengar sepotong lagu dari alunan gitar anak nongkrong di lapak sebelah… “aku mau wajar-wajar saja…. aku mau apa adanya.. aku tak mau mengingkari hati nurani……”

 Sumber : http://www.iwanfalsmania.com/2012/03/iwan-fals-yang-dibenci.html#more

Iwan Fals Bernostalgia Cinta Untuk Jogja

Posted in IWAN FALS, Uncategorized on 2012/02/28 by chikal setiawan

Iwan Fals kembali mengadakan konser di Jogjakarta, kota budaya yang penuh kenangan sejarah bangsa Indonesia. Kali ini konser Iwan Fals memilih tema ‘Nostalgia Cinta Untuk Jogja’ yang diadakan di Grand Pacific Jogja pada Sabtu, 18 Februari 2012. Sebuah konser musik yang telah dipersiapkan matang sehingga menyenangkan dan memuaskan penonton. Sahabat-sahabat iwanfalsmania.com beruntung dapat kesempatan menyaksikan konser Iwan Fals Nostalgia Cinta Untuk Jogja yang gemanya sudah digaungkan sejak beberapa bulan yang lalu.

Berikut dibawah ini liputan konser beserta foto-foto ekslusifnya. “Ane ‘mbaca ceritanya bikin ngiler bro.. :P” (sb)

Iwan Fals Bernostalgia Cinta Untuk Jogja

Konser Iwan Fals kali ini dipromotori oleh Pacific Production bekerja sama dengan PT. Tiga Rambu sebagai Manajemen Iwan Fals. Konser ini diadakan didalam sebuah gedung menggunakan format penonton yang semuanya duduk dikursi dengan lokasi kursi yang dibedakan berdasarkan kelas dan harga tiket. Grand Pacific adalah sebuah Restaurant & Convention Hall yang terletak di Jl. Magelang Km.4,5 (depan TVRI) Jogjakarta.

Pacific Production, sebagaimana disampaikan oleh Tovic Raharja selaku project manager merupakan promotor musik baru dan ingin berbeda dengan promotor musik yang sudah ada dimana Pacific Production ingin ada unsur sosialnya untuk setiap konser yang dipomotorinya. Untuk itu Pacific Production memilih konser Iwan Fals sebagai event perdananya. Iwan Fals mempunyai komitmen bahwa setiap konser harus selalu diiringi dengan penanaman bibit pohon. Sebuah tindakan mulia yang menunjukkan bahwa konser musik bukan sekedar hura-hura namun juga membawa misi sosial bagi kelestarian lingkungan.

Untuk event kali ini Iwan Fals hadir ditemani istri dan anak lelakinya. Bersama Pacific Production yang didukung oleh BPW Oi Jogja melakukan penanaman ratusan bibit pohon buah-buahan yang berlokasi di desa Kinahrejo Cangkringan, Sleman. Tepatnya disekitar lokasi kediaman alm. Mbah Marijan di kaki gunung Merapi. Penanaman bibit pohon ini dilakukan sehari sebelum konser yaitu pada hari Jumat 17 Februari 2012. Dalam press releasenya, Pacific Production mengatakan bahwa selain manfaat oksigen yang dihasilkan, kelak masyarakat sekitar juga akan memetik hasil dari pohon yang ditanam tersebut.

Pada kesempatan tanya jawab saat jumpa pers di Grand Pacific Jogja, tanggal 17 Pebruari 2011, salah satu wartawan mempertanyakan mengapa lirik lagu-lagu Iwan Fals saat ini tidak kritis seperti dulu dan cenderung banyak yang bertema cinta. Iwan Fals menjawab bahwa lagu-lagu yang diciptakannya dulu masih relevan dengan kondisi saat ini dan sudah banyak media-media yang mengkritisi kondisi sosial saat ini, jadi apalah arti seorang Iwan Fals dibanding media yang banyak itu. Iwan Fals juga menyampaikan bahwa sebenarnya lagu-lagu pada album-album barunya ada beberapa yang bertema kritik sosial namun tidak diekspose, contohnya lagu Negara dan sebagainya.

Sabtu, 18 Pebruari 2012, menjelang konser dimulai, penonton yang memasuki gedung disambut dengan penampilan Orkes Keroncong Suara Minoritas yang memukau. Cukup banyak penonton yang datang dan memenuhi setiap sudut dalam gedung pertunjukan. Begitu juga diluar gedung, banyak penonton yang datang tanpa tiket berbaur bersama calo tiket yang mencari rezeki dari konser ini, syukurlah mereka tertib sebab panitia telah menyediakan layar LCD untuk penonton yang diluar gedung. Wajar penampilan Iwan Fals selalu dinanti oleh penggemarnya.

Dan saat yang ditunggu tiba, pukul 20.00 WIB, Iwan Fals yang diiringi band mengawali konser Nostalgia Cinta Untuk Jogja dengan membacakan syair Ronggo Warsito yaitu Singgo Sirah, kemudian Iwan Fals bercerita tentang kenangan saat pernah sekolah di Jogja dimana beberapa lagu cinta karyanya terinspirasi disini.

Lagu Jendela Kelas adalah lagu pertama yang dinyanyikan, sontak penonton ikut berdendang bersama. Maklum sebagai lagu pembuka lagu lama Iwan Fals ini cukup dikenal. Lagu demi lagu yang dibawakan hampir semuanya lagu lama dan sangat populer pada masanya mulai dari lagu Buku Ini Aku Pinjam, Kereta Tiba Pukul Berapa, Pesawat Tempur sampai lagu Bento.

Lagu-lagu penuh kenangan ini makin membuat penonton antusias ikut bernyanyi sebab sudah tidak asing lagi ditelinga. Koor penonton membahana didalam gedung sebab sebagian besar telah hafal lirik-lirik lagu Iwan Fals yang dibawakan malam itu. Penonton yang tertib dengan sabar menyimak paparan Iwan Fals sebelum setiap lagu dinyanyikan sehingga tercipta keakraban antara Iwan Fals dengan para penonton. Setting panggung, tata cahaya dan visualisasi yang berbeda pada setiap lagunya serta didukung oleh sound system yang seimbang membuat konser ini semakin menarik.

Sebanyak 17 buah lagu yang dibawakan, satu diantaranya lagu yang belum pernah dirilis berjudul “Negeri Ini Memang Kaya”. Iwan Fals bercerita bahwa lagu ini dibuat terinspirasi saat ziarah ke makam Bung Karno. Pada saat lagu ini dibawakan, lighting nuansa merah menghiasi panggung, para penonton tampak khidmat menyimak syair-syair kritis dalam lagu ini. Banyak penonton yang terdiam karena tidak pernah mendengar lagu ini, namun ada pula yang hafal dan lantang ikut bernyanyi.

Lagu ini sengaja dibawakan Iwan Fals selain sebagai bentuk kritik juga sebagai penghormatan kepada Sultan Hamengku Buwono X meski pada kesempatan ini beliau tidak bisa hadir karena sakit. Iwan Fals merasa terhormat dan berterima kasih karena Sultan pernah membacakan syair ini saat acara di Graha Sabha Pramana UGM (Universitas Gajah Mada) pada tanggal 19 Pebruari 2011. Dan pada kesempatan itu Iwan Fals tampil memeriahkan melalui konser musik dengan tema ‘Justice for Indonesia with Love’.

Lagu ‘Negeri Ini Memang Kaya’ (ada yang menyebut judulnya ‘Negeri Kaya’-red) memang lagu Iwan Fals yang belum dirilis. Lagu ini kerap dinyanyikan saat konser-konser saja sehingga rekaman mp3 maupun rekaman video yang beredar dikalangan fans Iwan Fals adalah rekaman alakadarnya versi berbagai konser. Lagu yang pada konser-konser dibawakan dengan gaya musik ‘blues’ ini menjadi salah satu lagu paling ‘gahar’ Iwan Fals yang belum diedarkan. Dan saat konferensi pers konser ini, Iwan Fals mengatakan saat ini sedang mengumpulkan materi untuk album baru dan lagu ini masuk dalam daftarnya. Wow, semoga lagu ini masuk album baru Iwan Fals dengan aransemen musik yang tidak jauh beda dengan versi konser. Beberapa lagu yang liriknya kritis dan cadas nampaknya dipilih sebagai pengimbang kelembutan konser bertema cinta kali ini. (Lirik lengkap lagu Negeri Ini Memang Kaya)

Disela-sela penampilan Iwan Fals saat membawakan lagu fenomenal saat bersama kelompok SWAMI yaitu Bento, masing-masing pemain band mendapat giliran menunjukkan kebolehannya. Dan penampilan mereka mendapat applause luar biasa dari penonton. Memang komposisi pemain band Iwan Fals yang digunakan sekarang terasa lebih ‘ganas’ dibanding format sebelumnya dan lebih attraktif berinteraksi sehingga memukau penonton.

Penonton yang memenuhi jajaran kursi yang telah tersusun rapi dalam gedung Grand Pacific beraneka ragam kalangan. Mulai dari Fals Mania (sebutan penggemar Iwan Fals secara umum), kawan-kawan Ormas Oi baik dari luar kota maupun dari kota Jogja sendiri, juga banyak sekali masyarakat umum yang hadir dengan mengajak pasangannya, kawan-kawannya dan bersama keluarganya. Format konser yang nyaman.

Bahkan menurut asisten project manager Pacific Production, Anggityas Sekarkinasih Putri, ada turis dari Jerman yang istrinya orang Aceh, mereka kebetulan sedang berlibur di Jogja tidak sengaja melihat promo event ini, mereka langsung memesan tiket hari itu juga. Turis ini mengaku sangat beruntung karena pas liburan ke Indonesia kebetulan sekali ada konsernya Iwan Fals. Menurut penjelasan turis tersebut terakhir dia nonton konser Iwan Fals 10 tahun yang lalu di Lombok dan katanya ngefans banget sama Iwan Fals.

Pada pertunjukan ini, tiket termurah dijual seharga Rp.100 ribu dan yang tertinggi seharga Rp.300 ribu. Maka untuk mengantisipasi penonton yang antusias ingin menyaksikan penampilan Iwan Fals namun tidak mampu membeli tiket dan juga ternyata tidak semua penonton suka dengan posisi duduk didalam gedung pertunjukan, Pacific Production menyediakan layar LCD besar di halaman Grand Pacific Hall. Ini disaksikan ratusan penonton dari berbagai kalangan baik dari dalam maupun dari luar kota Jogja. Alhasil suasana diluar gedung tak kalah meriahnya dengan didalam.

Sebelum lagu Pohon Kehidupan dinyanyikan, secara simbolis Iwan Fals memberikan bibit pohon kepada Ibu Lies Jenny sebagai pimpinan Grand Pacific. Bibit pohon ini sebagai pesan kampanye penghijauan di Grand Pacific khususnya dan Jogja pada umumnya.

Konser Iwan Fals Nostalgia Cinta Untuk Jogja ditutup dengan lagu Kemesraan, sebagian penonton maju ke depan panggung untuk ikut bernyanyi bersama atau sekedar mengambil foto Iwan Fals dari dekat. Dan akhirnya konser berakhir sekitar pukul 22.30 WIB yang membawa kepuasan bagi penontonnya berkat persiapan matang penyelenggara  dan performa prima Iwan Fals & band.

Pacific Production Proudly Present IWAN FALS ‘Nostalgia Cinta Untuk Jogja’ Sabtu, 18 Februari 2012 20.00 WIB GRAND PACIFIC RESTAURANT & CONVENTION HALL Jl. Magelang Km.4.5 (depan TVRI) Jogjakarta – INDONESIA

——————————————————————————-

Song List:

1. Jendela Kelas

2. Mata Indah Bola Ping Pong

3. Buku Ini Aku Pinjam

4. Ujung Aspal Pondok Gede

5. Guru Oemar Bakri

6. Ambulance Zig Zag

7. Ibu

8. Kereta Tiba Pukul Berapa

9. Sebelum Kau Bosan 10.

Kumenanti Seorang Kekasih

11. Aku Sayang Kamu

12. Pesawat Tempur

13. Bento

14. Hio

15. Negeri Ini Memang Kaya

16. Pohon Kehidupan

17. Kemesraan

Iwan Fals – vocal, accoustic guitar, harmonica Totok Tewel – lead guitar Edi Daromi – keyboard Ferry Lucky – bass Raiden Soedjono – drum ——————————————————————————-

sumber : http://www.iwanfalsmania.com/2012/02/iwan-fals-bernostalgia-cinta-untuk.html#more

Lekaslah Sembuh – Lagu Baru Iwan Fals Untuk Donny Fattah

Posted in IWAN FALS, Uncategorized on 2012/02/13 by chikal setiawan

Pada 10 Pebruari 2012 diadakan konser amal bertajuk “Dari Musisi Untuk Musisi” di Rolling Stone Cafe, Jakarta. Konser amal ini untuk membantu biaya pengobatan musisi Donny Fattah Gagola yang terkena serangan jantung. Donny Fattah, kelahiran Makassar 24 September 1949 adalah pemain bass band legendaris God Bless dan pernah bergabung dalam proyek Kantata. Saat konser ini diadakan kondisinya sudah semakin membaik.

Pada kesempatan itu Iwan Fals hadir diantara sekian banyak musisi yang tampil. Iwan Fals menyumbangkan sebuah lagu yang dibuatnya sehari sebelum acara ini berlangsung khusus untuk Donny Fattah. Lagu ‘Lekaslah Sembuh’ dinyanyikan Iwan Fals hanya dengan diiringi gitar akustik yang dimainkan sendiri. Iwan Fals menyanyikan lagu ini dengan menggelegar.. luar biasa!. Lagu ‘Lekaslah Sembuh’ menambah panjang deretan penampilan live Iwan Fals yang paling hebat..

Berikut dibawah ini lirik lagu ‘Lekaslah Sembuh’ dari Iwan Fals beserta video amatir dan foto-foto ekslusif penampilan Iwan Fals saat menyanyikannya. (sb)

Lekaslah Sembuh Iwan Fals (2012)

Dedicated for Donny Fatah – Live at Rolling Stone

Cafe Indonesia, February 10, 2012

Engkau yang selalu tersenyum

Membuat tenang orang yang ada didekatmu

Tubuhmu meliuk dialunan lagu lagu

Jemari hidupmu mencabik dalam diam

 

Bertahun sudah engkau lewati

Perjalanan hidup yang penuh pertanyaan ini

 

Namun kau tetap tegar tak goyah

Terhadap pilihan yang sedang kau jalani

Selalu terngiang terngiang-ngiang

Kata-katamu tentang ketegaran jiwa

 

Saat aku pernah merasa tergempur

Dan kini aku datang untukmu…

 

Dihormati kawan tak berlawan

Tuturmu yang lembut tak menyakitkan

Kini kau sedang sakit badanmu yang sakit

Tapi aku yakin ini hanya sementara

 

Lekaslah sembuh dan kembali manggung..!

 

Memang badan kan dimakan waktu

Setiap yang hidup begitu adanya

Cahaya jiwamu kian memancar

Menghangati yang beku dan kegelapan

 

Lekaslah sembuh dan kembali

Mengisi hidup yang sebentar ini…

 

Reff:

Tetap tegar dalam cobaan…

Sungguh kau tak sendirian…!

Tetap bersyukur sesulit apapun…

Sungguh kau tak sendirian…!

 

Tetap tegar dalam cobaan…

Sungguh kau tak sendirian…!

Tetap bersyukur sesulit apapun…

Sungguh kau tak sendirian…!

 

*)sumber : http://iwanfalsmania.blogspot.com/2012/02/lekaslah-sembuh-lagu-baru-iwan-fals.html#more

 

Jujur Saja, Iwan Fals Tetap Menjadi Magnet Pada Konser Kantata Barock

Posted in IWAN FALS, Uncategorized with tags , , , , , on 2012/01/09 by chikal setiawan
Panggung Konser (foto: @iwanfals)Konser Kantata Barock pada Jumat, 30 Desember 2011 akhirnya terlaksana dengan baik. Iwan Fals, Setiawan Djodi dan Sawung Jabo memberikan pertunjukan yang berkesan. Penampilan kelompok musik Kantata dipenghujung tahun ini sangat dirindukan oleh penggemarnya.
Iwanfalsmania.blogspot.com berkesempatan hadir menyaksikan konser yang tepat pada pukul 18.30 WIB dibuka oleh Band Kotak. Sebagian penonton festival yang “berhasil” menerobos pagar pembatas lapangan rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta ikut bergoyang bersama menikmati 6 buah lagu yang dibawakan oleh band rock dengan vocalis perempuan ini.
Setelah Kotak turun panggung, tiba-tiba layar dibelakang panggung menampilkan slide perjalanan Kantata sejak awal dirumuskan hingga persiapan konser Kantata Barock. Ketika slide menampilkan sosok Iwan Fals, sontak seluruh penonton bergemuruh memanggilnya“Iwan… Iwan… Iwan…”. Jujur saja kita akui sebagian besar penonton yang hadir menyaksikan konser ini adalah penggemar Iwan Fals. Bisa Anda bayangkan konser Kantata Barock tanpa Iwan Fals?. Iwan Fals tetap menjadi magnet seperti konser-konser Kantata terdahulu.
Menyambung keinginan penonton yang sudah tidak sabar ingin melihat pertunjukan Kantata Barock, Faisal Basri didaulat memanggil personel Kantata Barock setelah bersama-sama menyanyikan lagu Padamu Negeri.
Sawung Jabo membuka persenyawaan akbar itu dengan sebait lirik Paman Doblang.“Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata…”. Tak lama berselang lagu Nocturno dinyanyikan oleh Iwan Fals. “Selamat datang di Republik Calo!”, ujar Iwan memulai orasi layaknya seorang capres dipanggung kampanye. Adegan apik dibawakan oleh Iwan Fals bersama personel lainnya.
Partai Bonek menjadi lagu kedua yang dibawakan oleh Kantata Barock. Setelah itu berturut-turut mengalun lagu Goro-Goro, Balada Pengangguran, Kemarin & Esok sertaMegalomania. Dipertengahan lagu Balada Pengangguran, Iwan Fals, Djody dan Jabo bergiliran membacakan puisi Kecoa Pembangunan. Puisi ini dulu pertama kali dibacakan oleh alm. WS Rendra ketika Kantata menggelar konser di Parkir Timur Senayan, 6 juli 1998.
Dibawah kilatan permainan sinar laser yang menurut majalah Rolling Stones sama dengan konser Pink Floyd, lagu Badut dan Mata Dewa membahana di GBK. Penonton semakin terpuaskan ketika lagu Tikus Ngongrong dan Panji-Panji Demokrasi dibawakan.
Setelah itu Band Kotak kembali naik keatas panggung berkolaborasi dengan Kantata Barock dan Once membawakan lagu Beraksi, Mujijat dan Barong Aku Bento. Yang menarik perhatian yaitu slide dibelakang panggung ketika lagu Mujijat dibawakan menampilkan proses operasi Setiawan Djody. Setelah itu Iwan Fals seakan diberi keleluasaan membawakan lagu lamanya berjudul Puing serta lagu berjudul Proyek 13 yang liriknya ditulis oleh Bram.
Pertunjukan terus berlangsung dengan semangat Djody membawakan lagu Nyanyian Jiwayang mendapat apresiasi yang luar biasa dari penonton. Lagu ini kata Djody merupakan lagu penyemangat ketika dirinya hampir mati akibat penyakit yang dideritanya. Tampak penonton menyalakan lighter (korek api gas) dan koor bersama menyanyikan lagu dari album Swami II ini. Penonton tambah bersemangat ketika Iwan Fals ikut mengalunkan suara khasnya di lagu ini.
Iwan Fals benar-benar menjadi magnet pertunjukan malam itu. Panggung tiba-tiba menjadi gelap dan lampu sorot hanya mengarah ke Iwan Fals, dia lalu bercerita kenangannya bersama WS. Rendra yang sempat berkeinginan membangkitkan kembali Kantata dengan nama Kantata Samudera. Sayang keinginannya tak sempat terwujud karena Rendra meninggal dunia. Iwan Fals lalu menyanyikan lagu baru yang diinspirasi dari keinginan almarhum. Lagu berjudul Ombak dibawakan secara akustik. Ekspresi Iwan Fals membius penonton yang mendadak hening menyimak lagu tersebut.
Kantata Barock malam itu seperti sengaja mengaduk-aduk emosi dan adrenalin penonton. Terlebih ketika lagu Pangeran Brengsek, Bongkar dan Nyanyian Preman dibawakan. Koor pun bergema diseluruh penjuru GBK.
Teriakan puluhan ribu penonton yang hadir malam itu seakan menjadi tambahan energi bagi Kantata Barock, romantisme konser Kantata Takwa tahun 1990 coba mereka bangunkan. Intro lagu Bento tiba-tiba terdengar, sontak seluruh penonton berteriak “Bento… Bento… Bento…”. Lagu legendaris ini seolah menjadi lagu wajib setiap pertunjukan Kantata maupun Iwan Fals. Ditengah usia yang tidak lagi muda, para personel Kantata Barock menunjukan performance yang sangat luar biasa diatas panggung. Energi mereka seakan tak pernah habis, semangat mereka membawakan lagu Cinta dan Hio sungguh luar biasa. Penonton dimanjakan oleh teriakan khas Iwan Fals, Jabo dan Djody.
Tiket (@beritaiwanfals)

Akhirnya setelah hampir 3 jam, pertunjukan itu pun diakhiri oleh lagu Kesaksian. Seluruh personel dan bintang tamu naik ke atas pentas bersama-sama penonton menyanyikan lagu fenomenal ini. Tampak diatas panggung Band Kotak, Once dan Piyu Padi.“Terima kasih kalian begitu luar biasa tertib, sudah dewasa menyaksikan pertunjukan tanpa keributan sedikipun. Kami bangga pada kalian, kita bertemu lagi nanti di sini setelah Pemilu, aku cinta padamu…!”, ujar Setiawan Djody menutup pagelaran akbar malam itu.

Namun sayang sekali menurut beberapa penonton yang hadir konser kali ini banyak kekurangan dari segi penyelenggara, padahal Kantata Barock bukan grup ‘kemarin sore’ yang baru manggung. Promo yang gencar (cenderung berlebihan) di sosial media ternyata tidak membuat orang berduyun-duyun menyaksikannya. Sound system yang digunakan kurang memadai, raungan gitar Setiawan Djody malah dianggap mengganggu, tata panggung yang ‘terlalu’ sederhana meninggalkan ciri khas panggung megah Kantata dengan patung Garuda diatasnya. Dengan harga tiket termurah seratus ribu rupiah, pertunjukan dirasa tidak sebanding dengan harga yang dibayar. Dan catatan yang tidak kalah pentingnya, dari keseluruhan lagu yang dibawakan, menurut sebagian penonton hanya lagu Ombak yang dinyanyikan Iwan Fals secara solo dengan iringan gitar akustiknya yang lebih bisa dinikmati. Ya, kekurangan yang seharusnya tidak terjadi mengingat Kantata cukup kenyang dengan konser megah.

Ooh masih ada lagi, rupanya konser Kantata Barock ini  membawa dan meninggalkan masalah. Pada siang harinya sebelum konser dimulai, ada jumpa pers berisi nota penolakan konser ini dari musisi Yockie Suryo Prayogo dan ahli waris penyair Rendra yang diwakili oleh Clara Shinta. Yockie SP dan Rendra termasuk yang membidani lahirnya Kantata Takwa, namun Yockie tidak terlibat dalam Kantata Barock dan Rendra telah meninggal dunia.
Berikut isi nota protes itu:
Bahwa semua karya cipta lagu atas album Kantata Takwa, Kantata Revolvere dan Kantata Samsara terutama yang terkait dengan adanya nama Yockie Suryo Prayogo sebagai pencipta, baik sendiri maupun secara bersama-sama, mempunyai legalitas hak ekonomi, hak eksklusif, hak moral, performing right (hal untuk mengumumkan) dan Mechanical Right (hak untuk memperbanyak), dimana dalam hal ini, pengertian “mengumumkan atau memperbanyak” termasuk kegiatan menerjemahkan, mengadaptasi, mengaransemen, mengalihwujudkan, menjual, menyewakan, meminjam, mengimpor, memamerkan, mempertunjukkan kepada publik, menyiarkan, merekam, dan mengkomunikasi ciptaan kepada publik melalui sarana apapun, sesuai dengan apa yang disebutkan UU No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. 
Semoga permasalahannya lekas selesai dan tidak menimbulkan perselisihan berkepanjangan bagi yang berkepentingan. (fk|sb)


Pengalaman Glenn Fredly Nonton “KONSER KANTATA TAKWA ’91″ Senayan Jakarta

Posted in IWAN FALS on 2011/12/29 by chikal setiawan

Konser Kantata Barock tanggal 30 Desember 2011 di GBK nanti, akan menjadi pembuka dan penyambut tahun 2012, tahun kiamat rezim fasis hari ini power to the people. Jadi pengen berbagi pengalaman yang tak akan terlupakan menyaksikan konser Kantata Takwa tahun 1991 di GBK. Ok gua akan berbagi cerita tentang pengalaman nonton live konser kantata takwa tahun 1991 di GBK semoga tidak terlewat ya….

Konser Kantata Takwa di gelar April 1991 waktu itu saya masih duduk di bangku SMP kelas 2, saya bersama teman-teman sudah menanti konser ini karena niat banget pengen nonton saya dan teman-teman bersusah payah nabung cuma  buat beli tiket Kantata Takwa. IWAN FALS, SWAMI dan KANTATA TAKWA bagai Virus di masa saya SMP dan teman-teman seperti menjadi lagu wajib di saat-saat nongkrong bareng teman-teman di kelas, kantin, halte bis dll.

Saya tahu Kantata Takwa akan konser di Stadion Utama Senayan (sebelum GBK) itu bukan dari promo atau Baliho tapi justru dari Polisi. Kenapa dari Polisi?? Jadi sekolah SMP saya itu depannya adalah POLRES, mereka sering nongkrong di warteg deket sekolahan kami, dari obrolan mereka kami tau akan adanya konser kantata takwa itu.

Sejak bocoran dari Polisi mengenai konser Kantata Takwa itu, saya dan teman-teman terus mencari tahu lewat radio, koran, bahkan obrolan dari pengamen-pengamen jalanan tentang konser ini. Ya roh konser kantata takwa ’91 itu benar-benar terasa sekali dari sebelum promosi muncul luas di media, Social Media belum ada tapi kabar dari mulut ke mulut gokil.

Konser Kantata Takwa ’91 jadi sebuah konser paling dinanti oleh saya dan teman-tman,tidak jajan dan cari kerja tambahan dlakukan oleh saya dan teman-teman demi menyaksikan konser ini. Mulai dari ngamen di bis, jual botol dan koran bekas, saya dan teman-teman SMP lakukan untuk nabung beli tiket konser,terutama untuk temen-teman yg gak mampu kami gotong royong.

Hari Konser Kantata Takwa pun tiba, saya dan teman-teman pulang sekolah pagi langsung ganti baju bebas untuk menuju Senayan dari siang kami sudah berangkat ke Stadion Utama Senayan Jakarta. Kami anak SMP yg belagak jadi anak SMA dgn seragam bebas, kami semangat menuju Senayan tapi juga bercampur takut karena kepikiran rusuhnya.

Dalam perjalanan ke Senayan, saya melihat ada rombongan beberapa truk yg menyanyikan lagu “BONGKAR” yang pastinya juga menuju ke konser Kantata Takwa di Senayan. Akhirnya saya dan teman-teman sampe juga di area Senayan, kami belum masuk sampe di stadion tapi penjagaan di area Senayan seperti mau perang, penuh tentara.

Bersama teman-teman saya sepakat untuk bergabung dengan rombongan lain yang lebih ramai berjalan menuju Stadion senayan, ya.. kami gabung dengan teman-teman STM. Saya  lupa itu gabungan anak STM mana, yang jelas kami berasa aman saja berada ditengah mereka, karena kami ngaku anak STM juga,hahaha #KT’91.

Dari siang orang sudah berdatangan, sedangkan konser Kantata Takwa baru mulai setelah magrib, saya serta teman-teman mulai masuk dalam stadion sekitar jam3 sore. Penuh usaha untuk bisa masuk sampai kedalam stadion, dari pemeriksaan oleh tentara super ketat, antrian panjang sampe hilang dari rombongan temen-tman. Tapi kami berjumpa lagi di Tribun stadion, saya dan teman-teman bengong liat panggung raksasa berbentuk Rajawali, ini pengalaman saya nonton konser.

Konser Kantata Takwa ada opening act-nya Ikang Fauzi & Anggun C Sasmi dengan topi baretnya, Penonton menggila karena mau  Kantata Takwa segera mulai. Konser Kantata Takwa belum mulai suasana dalam stadion memanas, karena personil aparat senjata lengkap ditambah ke dalam stadion. Dari tribun stadion liat lautan manusia yang di kelas festival, hasrat ingin gabung untuk berada di festival muncul dan saya pun nekat ke festival. Akhirnya saya dan beberapa teman kita berada di festival, atas usaha ‘gila’, panggung makin dekat mata, diantara himpitan org kami menanti munculnya para personil Kantata Takwa. Oiya opening act selain ada Ikang fauzi dan Anggun C sasmi ada juga Nicky astria, nah saat Nicky astria nyanyi tribun bawah mulai rusuh. Stadion Senayan rasanya tidak cukup menampung lautan manusia dengan jiwa yg ‘haus’, belum lagi manusia diluar stadion yg tdk bisa masuk.

Konser Kantata Takwa jadi peristiwa budaya paling fenomenal di Indonesia, khususnya untuk Jakarta, semangat baru lahir di konser ini untuk melawan angkuhnya rezim Orba. Melihat penyair WS Rendra, Iwan Fals, Jabo, Jody dan musisi lain begitu tampil diatas panggung Rajawali raksasa itu, seperti peluru kendali siap luncur. Saya dan beberapa teman ‘terjebak’ ditengah lautan manusia dewasa yg menggila, konser Kantata Takwa pun mulai, ABG dtengah arus perlawanan.

Konser Kantata Takwa begitu mulai seperti bensin yang bertemu dgn api, saya bisa lihat raut muka aparat yg pucat dan panik, senjata mereka jadi sedotan. Lagu demi lagu mengalun dari Konser Kantata Takwa, nah ada kejadian listrik padam, kebayang nggak tegangnya stadion, pikiran disabotase meghinggapi pikiran kami waktu itu. Spontan, dipadamnya listrik, koor tanpa komando lagu ‘BONGKAR’ menggema buat bulu kuduk berdiri, saya bersama teman-teman tetap bertahan. Semua personil Kantata Takwa tetap gagah dan tenang menghadapi keadaan seperti itu, itu juga yang membuat penonton tambah smangat untuk tetap bernyanyi. Pada saat listrik nyala, kalo tidak salah lagu pamungkas ‘Bongkar’ dimainkan, benar-benar suara ratusan ribu penonton menghujam tembok penguasa. Lagu Paman Domblang, Rajawali, Suara pengangguran, Bento, bagai peluru yang menghujam jantung penguasa Orba Soeharto..bener-benar EPIC kawan!!#KT’91.

Ini link Suasana Konser Kantata Takwa’91 perform “Bongkar” http://www.youtube.com/watch?v=MmyDsX9kzns

Saya beruntung jadi saksi sejarah Konser KantataTakwa tahun ’91, ABG seperti saya dapat pelajaran berharga tentang sebuah perjuangan lewat budaya.

sekian

Cerita diatas adalah cerita nyata Glenn Fredly yang penulis ambil dari twitter beliau ” http://twitter.com/#!/GlennFredly semoga Glenn tidak keberatan Kicauannya di twitter penulis rangkum lagi dan dibagikan ke teman-teman yang lain dan semoga ada manfaatnya. Amin

12 Hal yang mungkin anda belum tau tentang Iwan Fals (sekedar share)

Posted in IWAN FALS, Uncategorized on 2011/09/08 by chikal setiawan

1. Sebelum album ‘Sarjana Muda’ (1981), Iwan Fals sebenarnya sudah pernah rilis beberapa  album. Tetapi sekarang tidak ada satupun yang bisa ditemukan di record store. Semuanya jadi collector item yang diburu para penggemar fanatiknya. Karya-karya yang musik dan liriknya sangat sederhana tersebar dibeberapa album yaitu ‘Yang Muda Yang Bercanda’, ‘Canda Dalam Nada’, ‘Canda Dalam Ronda’, ‘Perjalanan’ dan ‘Tiga Bulan’. Bisa dihitung hanya beberapa yang masih memiliki dan merawat album-album ini.

2. Sebelumnya nama Iwan Fals memiliki ejaan yang berubah-ubah. Dalam beberapa album lamanya pernah memakai ejaan IWAN FALES, IWAN PALES, IWAN FALLS, IWAN FALSE. Hingga akhirnya disederhanakan oleh pihak recording menjadi Iwan Fals saja. Pada album lamanya juga pernah dicantumkan nama asli (Virgiawan Listanto) sebagai pencipta lagu.

3. Iwan Fals pernah membuat lagu berjudul ‘Anissa’ yang intinya bercerita tentang kelahiran putri keduanya (Anissa Cikal Rambu Bassae) dimana banyak peristiwa yang terjadi selama masih didalam kandungan. Sedianya lagu ini masuk dalam album ‘Aku Sayang Kamu’ pada tahun 1986. Namun tidak jadi dimasukkan dengan alasan pihak recording (Musica Studio) tidak mau mengambil resiko menampilkan lagu dengan lirik yang keras. Kalau kita baca sampul album ‘Aku Sayang Kamu’, pada bagian penata musik terdapat kata-kata Anissa namun lagu ini tidak pernah ada. Lagu ini sempat diputar di radio tetapi hanya sebentar. Beberapa fans fanatik beruntung bisa mendapat rekamannya dan menjadikan koleksi yang berharga.

4. Lagu ‘Kemesraan’ adalah karya dari Franky dan Jhony Sahilatua yang pada awalnya dinyanyikan oleh duet legendaris Franky & Jane. Namun pada masa itu lagu ini tidak terlalu populer. Kemudian Iwan Fals ditawari untuk menyanyikan kembali bersama Titiek Hamzah. Lagi-lagi karya ini tidak terlalu dikenal. Baru kemudian pada tahun 1988 lagu ini dinyanyikan bersama-sama penyanyi lain yang tergabung dalam Musica Studio seperti Chrisye (alm), Rafika Duri, Betharia Sonata dan sebagainya dan menjadi lagu yang populer dan legendaris. Lagu Kemesraan versi terakhir ini adalah titik awal populernya lagu gaya ‘keroyokan’ di Indonesia yang saat itu memang sedang menjadi trend. Karya ini sampai sekarang menjadi lagu ‘wajib’ perkumpulan ibu-ibu atau acara seremonial lainnya.

5. Iwan Fals pernah mengusulkan nama ‘Septiktank’ sebagai nama grup band yang akan dibentuk pada tahun 1989 bersama Jabo, Yockie, Naniel, Nanoe, Innisisri, Totok Tewel dan Tatas. Namun beberapa personil menolaknya sehingga dilakukan lotere. Dan terpilihlah nama ‘Swami’ yang merupakan usulan dari Jabo. Ini plesetan dari kata ‘suami’ karena mereka semua sudah beristri. Nama Swami dan Iwan Fals tidak bisa dilepaskan dan melahirkan single hits yang begitu fenomenal sepanjang masa yaitu lagu ‘Bento’.

6. Pitat Haeng, sebuah nama yang mungkin asing ditelinga kita. Tapi tahukah anda, nama ini adalah nama samaran yang digunakan Iwan Fals. Nama ini dipakainya ketika menciptakan lagu yang cukup terkenal di era 90-an berjudul ‘Pak Tua’ untuk Elpamas sebuah grup band, dan pernah digunakan ketika membantu album ‘Bukan Debu Jalanan’ (1991) milik Sawung Jabo. “Pitat Haeng itu bahasa slengnya Jogja untuk Iwan Fals. Pitat itu Iwan, Haeng itu Fals. Dia pake nama itu karena nggak mau orang lain membeli album saya karena ada namanya. Dia punya pikiran yang baek”, kata Jabo. Iwan Fals suka membuat karya untuk orang lain dengan nama samaran. Dan kemungkinan masih ada beberapa nama yang belum pernah diketahui.

7. Album ‘Cikal’ (1991) adalah salah satu album solo paling dahsyat dalam sejarah karir Iwan Fals. One of Iwan Fals’s loose albums. Terdapat sentuhan jazz dalam beberapa lagu seperti ‘Proyek 13’ dan ‘Cendrawasih’. Kemampuan Iwan Fals menulis lirik disini benar-benar mengagumkan. Album ini hanyalah sebagian dari kejeniusan seorang Iwan Fals. Ini adalah album dimana Iwan Fals menanggalkan bayang-bayang Bob Dylan, dan dia melakukan dengan sempurna.

 8. Album ‘Hijau’ adalah album Iwan Fals yang ‘melawan arus’. Namun album yang keluar pada tahun 1992 ini sangat istimewa, baik pengerjaan musik, lirik, maupun kisah dibalik prosesnya. Iwan Fals sempat akan membakar master album ini sebelum diproduksi. Alasannya Iwan Fals merasa tersinggung albumnya ditawar-tawar oleh dua produser dari Harpa Record dan Prosound yang bersaing ketat membeli master album ini. Setelah album ‘1910’ (1988), Iwan Fals tidak dikontrak lagi dengan Musica Studio. Akhirnya master album ini dibeli oleh Prosound seharga Rp.365 juta termasuk sampul yang dibuat Dik Doang dan video klip. Bayangkan nilai segitu pada 1992. Sayangnya album yang mengusung musik kontemporer berkualitas tinggi ini tidak terlalu laku. Bukan album yang mudah dikonsumsi telinga pendengar biasa. Dan lebih tepatnya bisa dibilang hanya yang mengerti musik yang bisa mengatakan album ini luar biasa.

9. Iwan Fals hanya membutuhkan gitar akustik dan harmonika untuk menghasilkan sebuah album yang mengagumkan dan luar biasa. Pada album ‘Belum Ada Judul’ (1992) dia kembali ke gaya awal. Walaupun karya Iwan Fals di album ini mengingatkan kembali pada karya-karya Bob Dylan, terutama tiupan harmonikanya, tetap saja kalau bicara soal album akustik ini adalah karya Iwan Fals yang paling maksimal dari yang pernah ada. Album ini direkam secara live hanya selama 6 (enam) jam.

10. Iwan Fals kembali mengusulkan nama nyeleneh untuk grup band barunya. Ia pernah mengusulkan nama ‘Duda’ untuk band yang formasinya tidak jauh beda dengan grup ‘Swami’ yang telah lama vakum. Namun usul itu ditolak, dan akhirnya sepakat menggunakan nama ‘Dalbo’ yang berarti anak genderuwo. Album ini meluncur pada tahun 1993.

11. Album ‘Manusia Setengah Dewa’ (2004) adalah sebuah album akustik Iwan Fals yang mengingatkan kembali kepada album ‘Belum Ada Judul’ (1992). Album ini sempat mendapat protes karena tampilan gambar di covernya. Album ini dikerjakan secara live dan memakan waktu 2 (dua) bulan. Yang menarik disini adalah, setelah proses rekaman sudah final dan siap diproduksi, Iwan Fals baru sadar kalau dia lupa memainkan harmonika. Untuk mengulang lagi jelas memakan waktu, akhirnya album ini total hanya menampilkan permainan gitar akustik Iwan Fals.

12. Kalau diperhatikan, beberapa tahun terakhir ini kita tidak pernah mengetahui apa merk gitar atau alat musik lainnya yang digunakan oleh Iwan Fals juga musisi pendukung dalam setiap konsernya. Semua merk atau logo baik yang ada di alat musik dan sound system selalu ditutupi atau dihilangkan. Hal yang sama juga berlaku pada background panggung yang bersih dari sponsor.

**Sumber : http://iwanfalsmania.blogspot.com/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.