kau adalah yang terindah diatas tempat terindah

Posted in ungkapanku on November 1, 2009 by chikal setiawan

mungkin aku bukan orang yang baik bagimu
mungkin aku bahkan sangat tak pantas tuk ada sebagai imammu..
aku terlalu sibuk dengan urusan kerjaanku..
sehingga aku tak bisa memperhatikanmu saat itu…

tapi aku akui semuanya itu memang adanya begitu..
aku tak bisa apa-apa dengan rutinitasku yang telah sedikit mengesampingkanmu…
bukan aku berusaha menghindarimu, tapi situasi saat itu ya memang seperti itu.

wahai cendrawasihku…
bila semua ini tak lagi kau pahami,
dan tak bisa diperbaiki aku terima dengan rendah hati.

mudah2an cendrawasiku makin bisa terbang bebas lagi dan semakin jauh tinggi ke angkasa. tinggalkan panji-panji cerita yang selama itu menghiasi mimpi-mimpi.

Mimpimu masih ada ditempat terindah yang paling atas di sudut kiri hatiku. Kau adalah cendrawasihku yang tak bisa ku taklukan, kau adalah cendrawasihku yang kokoh dengan pendirianmu.

tak apa…. semuanya ada di jarimu, semuanya ada dihatimu… kau adalah yang terindah diatas tempat terindah yang pernah ku temui wahai cendrawasihku..

Benalu Hatiku

Posted in ungkapanku on September 11, 2009 by chikal setiawan

Indah jauh terbayangkan
Terlalu manis ketika menerka
Seumpama cerita itu bisa menjadi nyata
Mungkin itu sebuah anugerah terindah…

Dalam asa meminta yang terbaik
Dalam relung ku menghibamu
Apapun yang nantinya terjadi
Itu semua adalah yang terbaik

Oh sahabat
lesu batinkuku memikirkan semua ini
Lelah akal sehatku akan semua ini
Butuh waktu untuk menyibak semua teka-teki ini
Walau hanya sang waktu yang bisa jawab semua itu
Tapi biarkan waktu pula yang menyibak tabir dibalik semua ini…

Enyahlah wahai benalu hatiku…..
Biar ku bisa teriak lantang….
Biar kubisa Terbang tembus langit sang awan
Biar bisa ku robek angkuhnya dunia
BIar ku tak jadi lagi pualam retak……

suara itu

Posted in ungkapanku on September 3, 2009 by chikal setiawan

Di kala malam suara itu selalu menemani kesepianku
Menemani dalam sebuah cerita indah
Membayangkan saat saat dikala nanti merenda hari-hari
Merajut khayal dalam sebuah ikatan…

Oh… begitu indah rasanya..
Seandainya asa dan impian itu benar-benar terwujud
Terlalu banyak hal yang di bicarakan dengan suara itu..
Terlalu banyak bayangan indah jika membayangkannya.

Ah… tapi entahlah…
Semua hanya keinginan dan harapan yang begitu besar.
Yang begitu menggunung…
Yang semuanya hanya jadi sebuah pertanyaan besar..

Suara itu selalu terngiang…
Suara itu selalu membekas….
Suara itu selalu saja bikin aku tenang…
Dan suara itu selalu hadir mengisi malam-malamku..

Seandainya kau tau…
Ingin kubisikkan satu kata di telingamu…
Bahwa aku begitu membutuhkan sosok sepertimu….
Karena kamu adalah cendrawasih hatiku…..

KANGEN

Posted in puisi on Agustus 7, 2009 by chikal setiawan

Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku

menghadapi kemerdekaan tanpa cinta

kau tak akan mengerti segala lukaku

kerna luka telah sembunyikan pisaunya.

Membayangkan wajahmu adalah siksa.

Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.

Engkau telah menjadi racun bagi darahku.

Apabila aku dalam kangen dan sepi

itulah berarti

aku tungku tanpa api.

KENANGAN DAN KESEPIAN

Posted in puisi on Agustus 7, 2009 by chikal setiawan

Rumah tua

dan pagar batu.

Langit di desa

sawah dan bambu.

Berkenalan dengan sepi

pada kejemuan disandarkan dirinya.

Jalanan berdebu tak berhati

lewat nasib menatapnya.

Cinta yang datang

burung tak tergenggam.

Batang baja waktu lengang

dari belakang menikam.

Rumah tua

dan pagar batu.

Kenangan lama

dan sepi yang syahdu

(diambil dari buku : EMPAT KUMPULAN SAJAK, karya RENDRA, penerbit Pustaka Jaya, cetakan kedelapan, tahun 2003)

my life

Posted in puisi dengan kaitan (tags) on April 18, 2009 by chikal setiawan

Entahlah…..
Aku tak tahu apa yang aku rasakan saat ini…
Apa semua ini adalah kenyataan….
Ataukah semua ini hanya mimpi….

Aku sadar
Ini bukanlah mimpi…
Tapi ini realita yang harus ku terima dengan hati ikhlas
Ternyata aku hanyalah insan sebatangkara yang hina.

Aku rapuh….
Aku lemah….
Aku ternyata tak ada lagi arti di mata mereka…
Aku hanyalah seonggok sampah yang menjijikan…
Yang seorangpun seakan tak sudi untuk meraihnya…

Tuhan…
Walau aku tak bernilai dimata mereka…
Aku mohon padaMu…
Jadikanlah diri iniseberkas sinar untuk menyadarkan mereka..
Bahwa aku juga manusia yang punya akal dan pikiran

Aku juga punya hati….
Sama seperti kalian yang membaca celotehanku ini…

Jurit yang tak bertepi

Posted in ungkapanku on Juli 1, 2009 by chikal setiawan

Dalam kesendirian………
Dalam hening diujung malam……
Dalam jurit yang tak bertepi..
Dalam kelemahan yang tak pernah reda

Aku terdiam di ujung malam
Meratapi semua yang sudah terjadi..
merenungi semua yang sudah terlewati…
Memetik makna kehidupan ini..

Dalam rapuhku aku bertafakur..
Berdoa memujaMu…
Memohon Pada-Mu
Akan jalan hidupku
Semua kuserahkan pada-Mu ya Rabbyku…

Semua ini pasti yang terbaik buatku..
Aku yakin Engkau maha tau dan maha segalanya
Ada yang terbaik yang akan Engkau kasih buat hidupku
Dan aku yakin akan kebesaran-Mu itu…

JERITANKU

Posted in ungkapanku dengan kaitan (tags) on April 18, 2009 by chikal setiawan

Tuhan…..
Malam ini hamba merenung, mencoba berpikir mencari sesuatu yang bisa merubah mimpiku. Lama sudah kucari arti dari hidup ini, tapi entahlah belum belum kutemukan arti dari semua ini.

Tuhan……
Selama ini aku berpikir bahwa perasaanku hanyalah sia-sia, namun Engkau rubah itu semua dengan Kau beri hamba seseorang yang bisa beriku semangat. Benar mungkin kata Engkau bahwa takdir itu tak dapat berubah, tapi pandangan dan pemikiran itu bisa berubah dengan sesuatu yang Engkau berikan padaku.

Tuhan……
Hamba sadar……
Hamba bukanlah apa-apa dimata Engkau, namun sebuah kebaikan yang pernah hamba lakukan semoga menjadi sesuatu yang berharga dimata orang lain.

Tuhan……
Engkau ciptakan manusia berpasang-pasangan dan Engkau ciptakan langit dan seisi bumi ini hanya untuk hamba syukuri. Sekarang hamba bersyukur karena Engkau telah beri hamba seseorang yang bisa membuatku mengerti arti dari hidup ini. Saat ini Engkau telah beri hamba seseorang yang begitu sempurna dan itu terjadi atas kehendak-Mu ya Tuhanku.

Tuhan…..
Jika Engkau ijinkan hamba, ingin rasanya hamba bisa menjadi orang yang sangat berarti untuk dirinya, layaknya Engkau ciptakan “HAWA dihati ADAM” seseorang yang begitu berharga bagi hidupku.

Tuhan…..

Mengapa Engkau ciptakan rasa ini pada diriku sehingga membuatku selalu berpikir akan dirinya??

Tuhan…..

RINDU AKAN KEDUA ORANG TUAKU

Posted in ungkapanku dengan kaitan (tags) on April 18, 2009 by chikal setiawan

Dulu dikala sore menjelang magrib kita berkumpul…
Becanda diruang keluarga di iringi canda tawa….
Ada kehangatan dan kedamaian kala masih bersama….
Ibu dan Bapak tercinta…..

Sesak rasanya kala teringat semua itu…
Tanpa kusadari ternyata….
Bapak sudah dua tahun pergi untuk selamanya…
Dan Ibu hampir setaun juga meninggalkanku untuk selamanya….

Kini di sore menjelang magrib ku tertegun seorang diri…
Tak ada lagi sosok bapak yang slalu mengumbar banyak cerita
Tak ada lagi sosok Ibu yang selalu nimpalin cerita Bapak
Tak ada lagi kasih sayang dari dua orang itu yang sangat aku kasihi…

Hujan belum juga reda di sore ini
Ku masih teringat saat-saat hujan seperti ini
Dikala masih ada Ibu dan Bapak….
Dikala mereka masih ada disampingku
Dikala mereka masih becanda ria denganku

Ibu…. maafkan anakmu ini
Bapak…maafkan putera nakalmu ini…
Kini setelah kalian pergi untuk selamanya..
aku… benar2 membutuhkan orang sepertimu yang bisa memperhatikan aku
Yang bisa membimbing aku…
Yang bisa nasehatin aku….

Ibu…
Bapak….
Aku selalu berdoa
Semoga Ibu dan Bapak tenang di alam sana
Aku slalu panjatkan do’a ditiap2 lembar malamku…
Semoga Bapak dan Ibu dapat tempat yang layak disisi ALLAH SWT… Amin….

PANJIKU….

Posted in puisi dengan kaitan (tags) on April 18, 2009 by chikal setiawan

Sepi terkadang menemani…
Sunyi terkadang sepi sendiri…
Jauh dari upuk bukit ku berdiri…
Lolongkan suara akan sebuah tanya… dan
Ternyata hanya gema yang mampu menjawabnya…

Panji-panji keyakinan tlah mulai ku kobarkan
Rangkul asa merajut mimpi-mimpi..
Tinggalkan jejak demi jejak…
Akan semua masa laluku yang kelam…
Yang kelam….. kelam….. dan kelam….

Di bumi aku berpijak….
Tengadahkan kedua tangan berharap menghiba…
Pada-Mu ya Rabbyku… aku bersimpuh…
Luluh lantak tak berdaya tanpa kasih-Mu

Sayap-sayap patah ini…
Tetap akan ku bawa terbang setinggi langit
Menerjang derasnya angin….
Menyibak semua rintang yang datang
Karena aku yakin…
Panjiku masih tetap kokoh berdiri…
Bersama satu harapan yang akan datang…